Perbankan Semakin Tersaingi Perusahaan Fintech

Perbankan Semakin Tersaingi Perusahaan Fintech
Seorang agen individu sedang membantu pelanggannya melakukan pengiriman uang melalui aplikasi GrabKios. (Foto: Istimewa)
Lona Olavia / FMB Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat perbankan semakin giat mengembangkan digitalisasinya. Selain efisien karena mampu menghemat hingga ratusan miliar rupiah, nasabah pun makin mudah untuk bertransaksi meskipun di kondisi pandemi ini.

Direktur IT PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sekaligus Pengurus Pusat Perbanas Rico Usthavia Frans menuturkan, setidaknya ada 10 hal yang harus diperhatikan perbankan dalam mendigitalisasikan layanan keuangannya.

"Digitalisasi ini penting karena fintech (teknologi finansial) ini tumbuh cepat dan ada Gojek, Tokopedia, Traveloka dan kalau dilihat fungsinya dengan perbankan lama-lama mirip semua, dulu kalau bayar tagihan lewat bank sekarang tersaingi. Ditambah kemampuan marketing mereka yang agresif itu bisa jadi ancaman buat perbankan kalau kita tidak mengantisipasi dengan baik," katanya dalam Webinar Perbankan Series VI dengan Tema “Next Level of Bank Digitalization for the New Era” yang diselenggarakan Perbanas Institute Jakarta via Applikasi ZOOM, Jumat (3/7/2020).

Ke-10 hal tersebut antara lain, perbankan harus berpikir sebagai perusahaan teknologi yang diikuti oleh perubahan paradigma dari pimpinan, perbankan juga jangan terbelenggu oleh banyaknya sistem, dan digitalisasi harus diikuti oleh perubahan proses bisnis. "Perbankan jangan takut berbuat salah, kita harus prototype, semakin banyak salah, semakin banyak belajar. Ini bagian yang harus dibina," ungkap ia

Selain itu, sambung Rico, perbankan harus mengetahui dan mengupdate data nasabah dengan baik. Perbankan juga harus membangun platform yang membuat nilai nasabah meningkat, memperkuat keamanan IT, memperkuat rekrutmen sesuai kebutuhan nasabah, serta mengikuti regulator untuk mewujudkan visi.

Apalagi, saat ini jumlah pengguna mobile phone sudah ada 371 juta dan 69% di antaranya smartphone, diikuti dengan 171 juta pengguna internet, 80% diantaranya memiliki akun sosial media.

"Dari sisi transaksi, di Bank Mandiri saja 97% transaksi sudah melalui e-channel sedangkan di cabang cuma 3% kurang, ATM dari 60% ke 48%, EDC yang mesin gesek 13% flat, internet dan mobile banking naik kencang dari 20% jadi 40%. Diprediksi mungkin tahun ini ATM dengan mobile dan internet banking harusnya sama, bila dilihat dari kacamata ritel, yang wholesale lebih besar lagi karena transaksi lewat internetnya lebih besar lagi. Ini background kenapa bank butuh digital," sebutnya.

Di awal tahun, sebut Rico, Bank Mandiri sendiri telah mengalokasikan dana sebesar US$ 2,3 juta di tahun ini untuk pengembangan digitalisasi. Di mana, kenaikan investasi teknologi digitalisasi di Bank Mandiri mencapai 30% per tahun, mengingat pentingnya digitalisasi bagi industri perbankan. 



Sumber: BeritaSatu.com