BNI Targetkan Penyaluran Kredit Sektor Padat Karya Rp 15 Triliun

BNI Targetkan Penyaluran Kredit Sektor Padat Karya Rp 15 Triliun
Ilustrasi BNI (Foto: Beritasatu.com)
Lona Olavia / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 22:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen untuk meningkatkan nilai (leverage) dana penempatan pemerintah sebesar Rp 5 triliun, dengan menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit ke sektor padat karya sebanyak tiga kali lipat menjadi Rp 15 triliun.

Baca Juga: Mompreneur Jadi Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis

Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengatakan, untuk dapat mendorong sektor riil, kredit UMKM BNI utamanya akan disalurkan berupa kredit usaha rakyat (KUR) sehingga dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas.

"Sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa, serta perdagangan menjadi prioritas BNI," ujar Herry Sidharta, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (7/7/2020).

Herry mengatakan, sektor pertanian dipandang sebagai sektor yang tahan terhadap penyebaran Covid-19. Hal tersebut mendorong BNI menggarap sektor ini secara serius, utamanya melalui pembiayaan secara clustering, menggarap value chain dari hulu hingga ke hilir, serta pengembangan teknologi smartfarming dengan menggandeng startup di bidang tersebut. Keseriusan BNI dalam menggarap sektor pertanian tampak dari pertumbuhan kredit kecil di sektor ini yang mencapai 33,1 persen year-on-year (yoy).

"BNI akan memberikan tambahan kredit modal kerja kepada UMKM binaan BNI yang mendapat restrukturisasi kredit akibat adanya penyebaran Covid-19 serta dinilai masih memiliki prospek yang baik. Upaya tersebut diharapkan mendorong pergerakan ekonomi yang dimulai dari UMKM binaan BNI," jelasnya.

Baca Juga: AP II Raih Pinjaman Rp 750 Miliar dari BNI

Pada program kedua, lanjut Herry, BNI juga mempercepat upaya restrukturisasi pada debitur yang terdampak penyebaran Covid-19 dimana sampai dengan 25 Juni 2020, BNI telah melakukan restrukturisasi terhadap 183.359 debitur UMKM dengan portepel senilai Rp 24,3 triliun.

Sejalan dengan PMK Nomor 65/2020, debitur BNI terdampak Covid-19 juga mendapat subsidi bunga dari pemerintah, dengan potensi debitur Non-KUR yang akan mendapatkan subsidi bunga diperkirakan sebanyak 25.177 debitur dengan nilai subsidi bunga mencapai Rp 314 miliar.

Pada program terakhir, untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, BNI turut berpartisipasi dalam program Penjaminan untuk kredit modal kerja UMKM khususnya bagi debitur yang terdampak Covid-19.

"Potensi UMKM binaan BNI yang akan diikutkan program penjaminan tersebut sebanyak 3.000 debitur dengan total maksimum kredit senilai Rp 5 triliun. Disamping itu, BNI akan menyalurkan Rp 10 triliun untuk UMKM baru yang siap memasuki era new normal. Bahkan, untuk program PEN ini BNI memberikan bunga murah untuk mendukung UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional," pungkas Herry Sidharta.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com