Triwulan II 2020, Kredit BTPN Tumbuh 5%

Triwulan II 2020, Kredit BTPN Tumbuh 5%
Ongki Wanadjati Dana (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 30 Juli 2020 | 13:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) membukukukan pertumbuhan kredit mencapai Rp 150,5 tiliun pada triwulan II 2020, atau naik sebesar 5% dari periode sama pada 2019.

Menurut Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana, pertumbuhan kredit perseroan di tengah pandemi Covid-19 didorong oleh penyaluran kredit di segmen korporasi yang tumbuh 18% dari Rp 75,2 triliun year on year (yoy) menjadi Rp 88,6 triliun di akhir Juni 2020.

Pembiayaan segmen korporasi yang merupakan pembiayaan jangka panjang, diantaranya untuk proyek ketahanan energi, serta ketahanan pangan dan infrastruktur, yang merupakan komitmen Bank BTPN terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

“Untuk penyaluran kredit, kami lakukan dengan semakin mengedepankan prinsip kehati-hatian agar mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dampak pandemi Covid-19,” kata Ongki Wanadjati Dana, dalam siaran tertulis, di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Meskipun diterpa pandemi Covid-19, Bank BTPN mampu menjaga fundamental bank, baik dari rasio permodalan, pendanaan, maupun tingkat likuiditas yang tercatat tetap sehat. Likuiditas Bank BTPN terjaga dengan baik diantaranya dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp 101,4 triliun pada akhir Juni 2020, meningkat 4% dari periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan DPK ditopang oleh kenaikan jumlah deposito, meskipun pada kuartal II-2020 bunga deposito mengalami penurunan suku bunga sejalan dengan penurunan suku bunga acuan.

“Peningkatan DPK di tengah penurunan suku bunga, mencerminkan kepercayaan nasabah kepada Bank BTPN,” ujar Ongki Wanadjati Dana.

Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 148,4% pada akhir Juni 2020. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,09% dimana modal inti merupakan 79% dari total modal Bank BTPN, maka Bank memiliki struktur modal yang solid.

“Kami bersyukur, di tengah situasi yang menantang seperti ini, Bank BTPN mampu menjaga fundamental bank dengan baik disertai dengan portofolio kredit yang sehat sehingga dampak pandemi dapat diminimalisasi,” kata Ongki Wanadjati Dana.

Dia menjelaskan, Bank BTPN konsisten mengembangkan Jenius sebagai platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas. Hingga akhir Juni 2020, jumlah pengguna terdaftar Jenius mencapai 2,7 juta nasabah atau tumbuh 65% dari tahun sebelumnya.

“Kondisi pandemi Covid-19 ini membuat kita semakin merasakan bahwa layanan perbankan digital sangat mendukung kehidupan kita sehari-hari. Hal itu membuat kami semakin meyakini platform ini akan terus dikembangkan untuk mendukung bisnis ritel Bank BTPN ke depannya,” ujar Ongki Wanadjati Dana.



Sumber: Suara Pembaruan