19 Pemain Asing Panaskan Kompetisi IBL 2018/2019

19 Pemain Asing Panaskan Kompetisi IBL 2018/2019
Direktur IBL, Hasan Gozali (kelima kiri) bersama para pemain asing IBL Pertamax 2018/2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 6 November 2018 | 22:43 WIB

Jakarta - Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2018/2019 yang dihuni oleh 19 pemain asing dan siap berlaga membela klubnya masing-masing dijamin semakin berjalan ketat dan memanaskan persaingan. Para pemain asing tersebut telah sampai di Tanah Air sejak 4 November, usai klub-klub peserta IBL memilih mereka dalam acara draft day beberapa waktu lalu.

Direktur IBL, Hasan Gozali mengatakan kualitas para pemain asing yang berlaga di IBL kali ini jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya. Ia meyakini pemain-pemain asing akan memberikan warna menarik dan menambah persaingan dalam IBL Pertamax musim ini.

"Mereka dipilih oleh klub-klub IBL dalam acara draft day yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Klub-klub pasti lebih teliti dan siap dalam memilih pemain asing yang mereka butuhkan. Mereka sudah melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Royal Progress, Sunter, Jakarta,” ujar Hasan Gozali yang didampingi Ketua Umum PB Perbasasi, Danny Kosasih di Jakarta, Selasa (6/11).

Dari total 19 pemain asing dan 1 pemain naturalisasi itu akan bermain untuk 10 tim peserta. Enam pemain di antaranya sudah pernah mencicipi IBL, yakni Dior Lowhorn (Satria Muda Pertamina), Wayne Bradford (Pelita Jaya Jakarta), Madarious Gibbs (Satya Wacana Salatiga), Kore White (Pelita Jaya Jakarta), Gary Jacobs (Hangtuah), dan Martavious Irving (Bogor Siliwangi).

"Kami juga berharap para pemain asing bisa menularkan ilmu dan profesionalitas mereka kepada para pemain lokal di masing-masing klub,” kata Hasan.

IBL Pertamax 2018-2019 akan menggelar delapan seri yang salah satunya diadakan di luar Pulau Jawa, yakni Denpasar, Bali. Seri pertama bakal diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada 30 November hingga 2 Desember 2018.

Setelah itu, IBL bergulir ke Jakarta (7-9 Desember 2018), Denpasar (14-16 Desember 2018), Solo (10-12 Januari 2019), Bandung (25-27 Januari 2019), Surabaya (1-3 Februari 2019), Malang (8-10 Februari 2019), dan Yogyakarta (15-17 Februari 2019).

"Perbedaan musim ini dengan musim sebelumnya adalah dengan menambahkan kota penyelenggara baru, yaitu Denpasar pada seri reguler. Kami ingin memperluas jangkauan IBL di luar pulau Jawa dan menyapa penggemar bola basket nasional, di samping itu Bali memiliki fasilitas yang cukup baik,” tutup Hasan. 



Sumber: Suara Pembaruan