Pelatih dan Pebasket Timnas Motivasi Kompetisi Basket SD 3x3 se-Jakarta

Pelatih dan Pebasket Timnas Motivasi Kompetisi Basket SD 3x3 se-Jakarta
Pelatih Timnas Basket Fictor Gideon Roring bersama para pemain klub Pelita Jaya. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 7 November 2018 | 20:32 WIB

Jakarta - Para pebasket tim nasional seperti Prastawa Andakara Dhyaksa, Ponsianus Nyoman Indrawan, Adhi Pratama Prasetyo Putra, dan Valentino Wuwungan memberikan edukasi dan motivasi kepada calon-calon pebasket masa depan di SD Ar-Rahman Motik, Jakarta. Tidak ketinggalan juga turut serta pelatih Timnas Bakset Fictor Gideon Roring dan Johannis Winar atau panggilan akrabnya Coach Ahang.

Kehadiran juga untuk menyemarakkan kompetisi basket 3x3 yang diikuti 25 tim dari berbagai Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta. Meski hanya setingkat SD, event bertajuk "3x3 Ar-Rahman Motik Basket Ball Competition 2018" ini juga mendapat pengakuan langsung dari Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Wasit dan panitia lainnya dihadirkan langsung dari Perbasi. Sistem permainannya pun dibuat setengah kompetisi walaupun ada 25 tim. Tujuannya, agar tim yang kalah bertanding di babak awal tidak langsung pulang. Setiap tim minimal akan bermain 3 kali.

Victor Roring mengungkapkan rasa gembiranya bisa hadir di kompetisi ini. "Komentar saya mengenai acara ini yang pasti saya senang banget karena kita bisa datang dan bertemu dengan anak-anak sekolah. Kita bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan," ujarnya.

"Kita bisa kasih inspirasi kepada mereka, bahwa salah satu dari mereka mudah-mudahan bisa menjadi pemain Timnas. Bisa membawa prestasi basket untuk Indonesia. Renegerasi sejak usia dini saya pikir penting banget, kita tidak hanya berbicara basket saja. Tapi olahraga secara umum. Olahraga sangat penting buat perkembangan mereka. Baik fisik maupun mental."

"Di usia dini mereka sudah berlatih basket, bisa mengembangkan bakat-bakatnya. Bagi saya sebagai pelatih, saya sudah punya pemain-pemain muda yang basic dan fundamental-nya solid. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Sekolah Ar-Rahman bisa jadi teori yang lainnya. Bibit-bibit itu harus kita cari dan harus kita olah," tutup Coach Ito.

Sementara itu Catur Prastyo, Ketua Pelaksana menjelaskan, event ini berawal dari keprihatinan akan kurangnya aktivitas fisik anak-anak sekarang. Menurutnya, anak zaman sekarang lebih lama berman gadget. "Makanya kita berpikir untuk bikin event ini, tapi bagaimana mereka datang bukan hanya main basket dan berkompetisi? Tapi juga ada edukasinya," ungkap Catur. 

"Jadi kita menghadirkan pebasket idola mereka untuk hadir. Mereka berbicara, apa korelasi antara pentingnya sekolah dan main basket? Kenapa sekolahnya musti pinter agar main basketnya bisa bagus. Sejauh ini sih tidak ada kendala. Kendala memang tidak ada, karena memang usia mereka usia bermain. Jadi ajang ini untuk ajang mereka bermain. Pulang sekolah mereka punya memori dan kesan," tambah Catur.



Sumber: BeritaSatu.com