NSH Jakarta dan Peak Indonesia Gelar Syukuran Jelang Semifinal IBL Musim 2018/2019

NSH Jakarta dan Peak Indonesia Gelar Syukuran Jelang Semifinal IBL Musim 2018/2019
Tim basket putra NSH Jakarta bersama Peak Indonesia menggelar syukuran bersama para anak yatim piatu dan anak jalanan binaan panti sosial Bina Remaja Taruna Jaya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2019). ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Sabtu, 2 Maret 2019 | 15:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Jelang menghadapi Semifinal IBL 2018-2019 pekan depan, tim basket putra NSH Jakarta bersama Peak Indonesia menggelar syukuran bersama para anak yatim piatu dan anak jalanan binaan panti sosial Bina Remaja Taruna Jaya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2019).

Musim ini kiprah NSH Jakarta yang di arsiteki oleh pelatih Wahyu Widayat Jati mengundang banyak perhatian dengan berhasil lolos ke playoffs sekaligus semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di kompetisi basketball profesional Indonesia. Di prediksi sebagai kuda hitam di awal musim, NSH Jakarta justru mengakhiri regular season Indonesian Basketball League (IBL) 2018-2019 sebagai pemuncak Divisi Merah.

Pada semifinal pekan mendatang, mereka menunggu pemenang pertandingan playoffs Bima Perkasa Jogja versus Satria Muda Pertamina Jakarta.

“Kami bersyukur dengan pencapaian tim di musim ini. Ini merupakan sejarah yang dibuat oleh NSH Jakarta, tidak hanya langsung lolos ke babak semifinal, tapi pencapaian NSH Jakarta di apresiasi oleh IBL dengan masuknya empat gelar individu nominasi antara lain Coach of The Year (Wahyu Widayat Jati), Most Improved Player (Muhammad Irman), Most Valuable Player (Andre Rorimpandey) dan Dashaun Wiggins untuk kategori pemain asing terbaik," ujar Arlan selaku manager tim NSH Jakarta dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (2/3/2019).

Dia berpesan kepada tim untuk memberikan kemampuan terbaik dan angan cepat puas untuk pencapaian ini. "Sejarah bisa kalian ciptakan kembali dan atas nama manajemen NSH Jakarta kami mengucapkan terima kasih untuk pengorbanan dan dedikasi kalian bersama tim ini dan tidak lupa kepada Peak serta Injers yang telah menjadi keluarga besar NSH Jakarta,” tambah Arlan.

Senada dengan Arlan, Wahyu Widayat Jati otak strategi tim NSH juga berpesan kepada skuadnya untuk memberikan yang terbaik dan tidak terbebani menatap babak semifinal nanti.

“Puji Tuhan untuk pencapaian musim ini. Saya sangat respek kepada manajamen, coaching staff dan juga semua pemain yang sudah berjuang keras melewati suka dan duka di musim ini. Tidak lupa terima kasih juga kepada fans NSH Jakarta, Peak Indonesia, Injers dan rekan-rekan media yang sudah banyak meliput tim ini," ujar Wahyu.

Menghadapi semifinal nanti, Wahyu menegaskan kesiapannya. "Saya tekankan kepada semuanya, kalian mampu untuk menciptakan sejarah dan jika Tuhan menggariskan kami juara musim ini yah terjadilah, tapi jika belum bagi saya mereka adalah juara sejati karena kami di awal hanya kuda hitam, tapi mulai sekarang NSH Jakarta bukan tim kecil lagi,” kata Wahyu Widayat Jati yang penah meraih gelar juara IBL saat menukangi CLS Knights Surabaya di tahun 2016.

Sementara itu Hendarto Tjai selaku CEO Peak Indonesia mengucapkan selamat berjuang untuk NSH Jakarta. "Buat kami juara adalah bonus. Namun jika belum kami tetap mengapresiasi dan mendukung NSH Jakarta di musim berikutnya. Sejauh ini kerjasama Peak dengan NSH Jakarta cukup bagus. Kami senang dengan attitude dan kekeluargaan tim NSH Jakarta. Semoga di semifinal nanti tidak ada pemain yang cedera dan para pemain menjunjung tinggi sportivitas,”  ujar Hendarto Tjai.



Sumber: BeritaSatu.com