Luar Biasa, BTN CLS Knights Indonesia Juara ABL 2018/19

Luar Biasa, BTN CLS Knights Indonesia Juara ABL 2018/19
Seleberasi squad BTN CLS Knights Indonesia yang sukses menjuarai ASEAN Basketball League 2018/19. ( Foto: Istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 15 Mei 2019 | 21:41 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Luar biasa. Kata itu pantas disematkan kepada para pemain BTN CLS Knights Indonesia yang sukses menjuarai ABL musim ini. Pencapaian ini diraih tim asal Surabaya itu usai mengalahkan tuan rumah Singapore Slingers dengan skor 83-81 dalam gim kelima final di OCBC Arena, Singapura, Rabu malam (15/5/2019).

Kemenangan itu membuat kedudukan akhir final menjadi 3-2 untuk BTN CLS Knights Indonesia.

Ini menjadi kali pertama, CLS meraih gelar juara ABL, setelah mereka baru dua musim mengikuti liga bola basket tingkat Asia Tenggara dan sekitarnya itu.

"Tuhan sangat baik kepada kami. Terima kasih untuk pemain, fans dan semua media yang telah memberitakan kami selama ini" ucap Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner BTN CLS Knights Indonesia dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (15/5/2019).

"Dari awal saya selalu percaya tim ini. Mulai dari manajemen dan antusias para fansnya dan kemauan para pemain untuk mau menang. Kami sudah berjanji untuk memberikan gelar juara buat Knights Society, piala ini juga untuk Indonesia, Wani ," ujar Pelatih Brian Rowsom.

"Terima kasih buat semuanya. Pencapian ini sangat luar biasa. Berangkat dari kota Surabaya mengarungi liga ABL yang ketat dan tidak ada yang menjagokan kami juara selain fans kami sendiri. Saya harap tim ini masih bisa berlaga lagi tahun depan. Semoga basket Indonesia juga bisa semakin maju lagi," pungkas Sandy Febiansyakh Kurniawan.

Jalannya Pertandingan

Kemenangan diraih CLS dengan tidak mudah. Mereka lebih banyak tertinggal sepanjang laga sampai akhirnya tembakan tiga angka Wong Wei Long di sisa waktu 50 detik membawa CLS unggul 81-79. Wei Long sepanjang laga hanya mencetak enam poin, namun tiga poin di antaranya merupakan tiga poin terpenting dalam kemenangan tersebut.

Maxie Esho secara keseluruhan jadi pengumpul angka terbanyak dengan raihan 25 poin diikuti delapan rebound, didukung dwiganda Darryl Watkins 17 poin dan 11 rebound, Douglas Herring 18 poin dan tujuh rebound serta Brandon Jawato 16 poin.

CLS kembali mengawali laga dengan buruk, tertinggal tujuh angka tanpa balas lebih dulu dari tuan rumah hingga sang pelatih Brian Rowsom segera meminta waktu jeda. Usai waktu jeda, CLS perlahan menemukan ritme permainannya hingga dua tembakan tiga poin Wei Long dan Herring sukses membawa mereka berbalik memimpin 16-14, yang segera dijawab permintaan time-out dari Neo Beng Siang.

Momentum kebangkitan CLS terusik dengan time out. Slingers berhasil menutup kuarter pertama dalam keunggulan 27-23 atas tamunya setelah Fields melesakkan sebuah layup. Kuarter kedua juga dimulai CLS dengan kurang baik. Slingers memperlebar keunggulan 31-23 saat Alexander mencetak layup pada sisa waktu delapan menit 23 detik. Pun CLS berhasil memangkas jarak, Slingers tetap bisa mengakhiri paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 44-40.

CLS sempat membuka kuarter ketiga dengan berbalik merebut keunggulan 45-44 ketika jump shot Esho melesak. Namun hal itu tak berlangsung lama dan Slingers kembali memimpin bahkan menjauh dalam kedudukan 59-51 lewat layup Goh pada sisa waktu empat menit lima detik.

Watkins berhasil melesakkan tembakan tripoin buzzer-beater namun CLS masih tertinggal cukup jauh 58-65 saat kuarter ketiga berakhir.

CLS kembali mengawali kuarter keempat dengan agak terlambat panas, bahkan Slingers memperlebar jarak keunggulan menjadi 74-64 lewat layup Alexander.Pada sisa waktu empat menit 15 detik, Jawato sukses meraih three-point play berhasil menjadi pelecut kebangkitan timnya yang saat itu memperkecil keterttinggalan 74-78.

Kemudian, Wei Long secara mengejutkan melesakkan sebuah tembakan tiga poin untuk membawa CLS unggul 82-79 pada sisa waktu 50 detik.

Namun, selepas permintaan time-out Slingers, Alexander berhasil menghempaskan sebuah dunk untuk memperkecil kedudukan 81-82. Serangan balik CLS sempat dihalau Slingers, namun layup Fields gagal menjadi angka dan ketika Watkins mengamankan rebound, Herring yang menerima bola malah dilanggar Ng Han Bin.

Dua lemparan bebas Herring berhasil membawa CLS unggul 83-81 pada sisa waktu 10 detik. Keunggulan itu berhasil dipertahankan oleh CLS, ketika lemparan tripoin pamungkas Young ditolak ring dan mereka memastikan kemenangan.



Sumber: BeritaSatu.com