Demi Timnas, IBL Tambah Kuota Pemain Asing

Demi Timnas, IBL Tambah Kuota Pemain Asing
Tim basket Stapac Jakarta merayakan kemenangan seusai pertandingan kedua Final IBL Pertamax 2018-2019 di GOR Ctra, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Stapac Jakarta berhasil menjuarai IBL Pertamax 2018-2019 setelah mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta pada final kedua dengan skor 74-56. ( Foto: ANTARA FOTO / M Agung Rajasa )
/ CAH Sabtu, 6 Juli 2019 | 22:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Liga Bola Basket Indonesia (IBL) mengubah regulasi kuota pemain asing menjadi sebanyak tiga orang dari sebelumnya cuma dua. Perubahan ini dilakukan guna percepatan peningkatan prestasi tim nasional putra Indonesia yang tengah membidik keikutsertaan dalam Piala Dunia FIBA 2023.

Penambahan kuota itu sebagai "kompensasi" agar tim-tim yang pemainnya banyak diambil untuk memperkuat timnas tetap bisa bersaing dalam IBL, meski pihak liga belum rampung merumuskan detil sistem dan mekanisme penggunaan pemain asing itu.

Keputusan itu jadi salah satu hasil pertemuan penting antara Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih, Ketua Badan Tim Nasional PP Perbasi Syailendra Bakrie, Anggota Dewan Pusat Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) Erick Thohir, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) Agus Mauro serta Direktur IBL Hasan Gozali di Jakarta, Sabtu.

"Keberadaan pemain asing ini, selama pengaturan dan mekanisme penggunaannya tepat dapat memberikan dampak positif bagi pemain Indonesia, terutama dalam hal pengetahuan basket dan peningkatan rasa percaya diri," kata Hasan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Mekanisme detil mengenai pemanfaatan kuota tiga pemain asing bakal dibahas lebih lanjut dalam pertemuan klub-klub IBL pada Juli 2019 ini.

Lebih jauh lagi, penambahan kuota pemain asing nantinya juga bakal menjadi bagian dari laporan perkembangan peningkatan prestasi basket Indonesia kepada FIBA yang dipantau rutin.

Pemantauan rutin itu menjadi salah satu langkah nyata FIBA untuk mendampingi Indonesia agar mencapai prasyarat menuju putaran final Piala Dunia FIBA 2023.

Kendati menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang, tak seperti dua negara yang kaya pengalaman kompetisi internasional itu, Indonesia tak mendapat langsung hak tampil di putaran final Piala Dunia FIBA 2023.

"Syaratnya tim Indonesia harus kuat," kata Erick.

"Untuk menjadi kuat, Indonesia harus melakukan percepatan dalam memajukan prestasi bola basketnya," ujar dia menambahkan.

Baru-baru ini Indonesia memperkenalkan sosok Rajko Toroman, pelatih asal Serbia yang bakal dipercaya membimbing timnas dalam upaya mencapai putaran final Piala FIBA Asia 2021 dan finis di urutan 10 besar sebagai syarat dari FIBA.



Sumber: ANTARA