Perbasi Godok Persiapan Timnas Basket Indonesia

Perbasi Godok Persiapan Timnas Basket Indonesia
Erick Thohir. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 8 Juli 2019 | 08:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023 atau FIBA World Cup 2023 bersama Jepang dan Filipina. Agar timnas Indonesia bisa ikut berlaga di ajang bergengsi tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) serius menggodok menyiapkan tim nasional putra Indonesia yang tangguh.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023 memang tidak serta merta membuat Indonesia akan ikut di ajang tersebut. Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) mensyaratkan timnas Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara peserta Piala Dunia FIBA agar bisa berlaga pada FIBA World Cup 2023.

Central Board Member FIBA, Erick Thohir mengatakan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) terus menggodok persiapan tim basket dengan kontrol ketat.

"Syaratnya, tim Indonesia harus kuat. Untuk menjadi kuat, Indonesia harus melakukan percepatan dalam memajukan prestasi bola basketnya," ujar Erick Thohir di Jakarta akhir pekan lalu.

FIBA turut memberikan saran dan rekomendasi untuk peningkatan tersebut. Tak hanya memberi saran dan pengarahan, FIBA juga terus memantau pelaksanaan program percepatan tersebut.

“Di antaranya adalah memilih pelatih asing dan naturalisasi pemain berkualitas serta memperbanyak jam terbang tim nasional. FIBA akan meminta laporan dan memberikan penilaian serta koreksi dalam pelaksanaan program tersebut," jelas dia.

Erick yang didampingi oleh Sekjen Asosiasi Bolabasket Asia Tenggara (SEABA), Agus Mauro telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih, Ketua Badan Tim Nasional Syailendra Bakrie, dan Direktur IBL Hasan Gozali.

Pertemuan dilakukan untuk membahas komponen-komponen yang diperlukan dalam mendukung keberhasilan Tim Nasional Bola Basket Indonesia terutama dalam menghadapi kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA Asia Cup 2021, sebagai ajang penilaian kekuatan timnas Indonesia.

Salah satu hasil penting dalam rapat tersebut adalah digunakannya tiga pemain asing dalam setiap klub IBL. Mekanisme penggunaan pemain asing ini akan dimatangkan oleh IBL.

Adanya penambahan pemain asing dalam setiap tim IBL, diyakini dapat menambah kekuatan terutama bagi klub IBL yang pemainnya banyak dipanggil untuk bergabung dengan Timnas.

“Keberadaan pemain asing ini, selama pengaturan dan mekanisme penggunaannya tepat, dapat memberikan dampak positif bagi pemain Indonesia terutama dalam hal pengetahuan basket dan peningkatan rasa percaya diri," kata Hasan.

Sistem dan mekanisme penggunaan pemain asing dengan format baru ini akan menjadi salah satu agenda IBL pada rapat pemilik klub IBL bulan Juli 2019.



Sumber: BeritaSatu.com