Pemerintah Dukung Kejuaraan Dunia Basket 2023 dan Timnas Indonesia

Pemerintah Dukung Kejuaraan Dunia Basket 2023 dan Timnas Indonesia
(ki-ka) Ketua Badan Tim Nasional PP Perbasi, Syailendra Bakrie, Menpora Imam Nahrawi dan IOC Member, Erick Thohir. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan dukungan pelaksanaan kejuaraan FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup 2023, apalagi Indonesia menjadi salah satu tuan rumah bersama Jepang dan Filipina. Selain untuk penyelenggaraan, dukungan juga akan diberikan kepada tim nasional bola basket Indonesia.

“Bola basket adalah olahraga yang digemari oleh anak muda. Prestasi kita di level Asia Tenggara pun cukup bagus dan konsisten. Dengan adanya FIBA World Cup 2023, kita seharusnya bisa merealisasikan mimpi kita untuk berprestasi di tingkat Asia dan dunia,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam pertemuan dengan Ketua Badan Tim Nasional PP Perbasi, Syailendra Bakrie dan IOC Member, Erick Thohir dalam keterangannya Sabtu (20/7/2019)

“Persiapan tim nasional bola basket Indonesia pasti kita dukung. Saya menunggu pertemuan dengan FIBA untuk mengkonkritkan kerjasama ini,“ sambung Menpora.

Dukungan Menpora dan pemerintah disambut hangat oleh PP Perbasi. “Dukungan dari Menpora jelas menambah semangat atlet yang akan segera melakukan seleksi di bawah asuhan salah satu pelatih terbaik Asia, Rajko Toroman,” kata Eda, sapaan karib Syailendra.

Erick Thohir pun menyambut gembira dukungan dari Menpora dan pemerintah.

“Terima kasih pada Pak Menteri atas dukungannya kepada FIBA World Cup 2023. Kehadiran FIBA bertemu dengan Menpora akan menjadi langkah positif setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator PMK, Puan Maharani,” kata Erick.

“Kerjasama erat antara pemerintah, Perbasi dan FIBA sangat penting demi suksesnya penyelenggaraan FIBA World Cup 2023 dan peningkatan prestasi tim nasional bola basket Indonesia,” tutup Erick.



Sumber: Suara Pembaruan