Timnas Basket Ikuti IBL Musim Depan

Timnas Basket Ikuti IBL Musim Depan
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 27 Agustus 2019 | 07:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim nasional (timnas) basket 5x5 putra Indonesia dipastikan bakal mengikuti kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim depan yang akan bergulir mulai 10 Januari hingga 19 April 2020. Namun, squad Garuda hanya akan mengikuti musim reguler dan tidak diikutsertakan ke babak play off .

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah mengatakan masuknya timnas basket Indonesia sebagai salah satu peserta dari kompetisi bola basket tertinggi Tanah Air itu dimaksudkan untuk menambah jam terbang. Mereka tidak memperebutkan gelar juara seperti klub IBL. Mereka memiliki agenda penting pada Februari 2020 yakni mengikuti kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 tahap pertama dengan menghadapi Filipina dan Korea Selatan di Grup A.

"Keikutsertaan timnas di IBL yang diasuh Rajko Toroman diharapkan bisa bantu kualitas dan jam terbang timnas kita supaya makin siap menuju kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di bulan Februari nanti. Dengan adanya timnas, diharapkan bisa turut meningkatkan level kompetisi dan level pemain di liga secara keseluruhan," katanya di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Untuk penilaian menang kalah akan tetap diberlakukan bagi tim yang bertanding dengan timnas. Namun saat perhitungan klasemen akhir babak reguler, posisi timnas tidak disertakan. Misalnya nanti setelah dihitung timnas berada di peringkat pertama reguler, maka otomatis peringkat kedua yang akan naik ke peringkat satu, demikian pula peringkat di bawahnya mengikuti. Mereka juga tidak masuk ke babak play-off karena itu berlaku bagi klub IBL saja.

Meski berisikan pemain terbaik Indonesia, namun timnas dipastikan akan mendapat perlawanan ketat dari delapan tim peserta IBL. Sebab tim IBL akan diperkuat tiga pemain asing, walaupun yang bermain di lapangan maksimal hanya dua pemain. Aturan ini dibuat agar timnas mendapatkan lawan yang kuat.

Masuknya Timnas Basket Indonesia ke IBL tentunya tak hanya menimbulkan dua efek. Selain menaikkan kualitas, terdapat polemik terkait nasib klub-klub yang para pemainnya memperkuat timnas.

Salah satu yang menjadi topik utama adalah perihal sistem penggajian pemain, apakah tetap dibayar klub atau seluruhnya ditanggulangi oleh Badan Tim Nasional (BTN).

Perihal masalah tersebut, Manajer Timnas Basket Indonesia, Maulana Fareza Tamrella memastikan segala kewajiban klub mengenai pemain yang terdaftar di skuat Garuda akan ditanggung pihaknya.

"Selama bersinergi dengan timnas, pemain itu segala kewajibannya akan ditanggung timnas sesuai dengan kontrak pemainnya dengan klub. Terima kasih kepada IBL yang sudah memberikan kesempatan timnas bisa bergabung dengan liga. Untuk ke depannya, bagaimanapun kita di leg pertama atau kualifikasi pertama lawan Filipina dan Korea Selatan sangat berat," jelas dia.

Sementara itu untuk skuat timnas yang akan terlibat dalam IBL adalah materi utama SEA Games 2019 sebanyak 12 pemain. Jumlah 12 pemain utama baru akan diketahui satu pekan menjelang pelaksanaan SEA Games 2019 di Filipina



Sumber: Suara Pembaruan