Tarif MRT Jakarta Normal, Animo Masyarat Masih Tinggi

Tarif MRT Jakarta Normal, Animo Masyarat Masih Tinggi
Sejumlah penumpang di dalam perjalanan kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Winda Ayu Larasati / WIN Senin, 13 Mei 2019 | 11:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mulai hari ini (13/5/2019) PT MRT Jakarta kenakan tarif normal, setelah mendapat potongan harga sebesar 50 persen sejak dioperasikan untuk umum pada Maret lalu.

Diberlakukannya tarif normal ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan atau Light Rapid Transit.

PT MRT Jakarta menetapkan tarif minimal Rp 3.000 dan maksimal Rp 14.000. Tarif maksimal ini dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, begitu pun dengan tarif minimal untuk jarak terdekat seperti Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Dukuh Atas.

Meskipun tarif MRT normal, namun tidak menyurutkan warga Jakarta untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum ini. Hal itu karena ketepatan waktu pengoperasian MRT selama April mencapai sekitar 90 persen, serta integrasi antara MRT dengan Transjakarta.

Dua hal tersebut membuat masyarakat semakin banyak yang beralih ke transportasi umum. Tentu ini hal yang baik, karena sesuai dengan tujuan Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov DKI).



Sumber: BeritaSatu TV