‎Mahasiswa Usakti Kembangkan Bahan Bakar Solar Air
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

‎Mahasiswa Usakti Kembangkan Bahan Bakar Solar Air

Senin, 11 Agustus 2014 | 21:23 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / B1

Jakarta - Fakultas Teknologi Industri Program Studi Teknik Mesin Universitas Trisakti (Usakti) berhasil menciptkan inovasi bahan bakar solar menjadi solar air.

Langkah tersebut mendapat perhatian khusus dan apresiasi dari Pemerintah DKI Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin.

"Inovasi karya mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Usakti ini patut diapresiasi. Pasalnya, BBM Solar saat ini menjadi masalah yang krusial dan memerlukan solusi terutama untuk para nelayan seperti di wilayah Kepulauan Seribu," kata Asep dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (11/8).

Asep menilai temuan-temuan seperti itu harus didukung oleh pemerintah. Dengan demikian, secara perlahan akan ditemui solusi ketersediaan bahan bakar khususnya bagi nelayan.

"Sesuatu yang dibuat secara teoritis, kemudian dipraktekkan dan ada manfaatnya seperti yang dilakukan adik-adik Mahasiswa Usakti ini perlu didukung," ujar Asep.

Kisruh subsidi dan kelangkaan bahan bakar solar yang saat ini sedang ramai dibicarakan membuat Mahasiswa Usakti menginovasikan Bahan Bakar Solar.

Wakil Dekan FT Usakti, A.C Arya mengungkapkan dukungan Usakti terhadap inovasi tersebut. "Usakti sangat bangga dengan kerja keras yang dilakukan oleh Mahasiswa kami," ujar Arya.

Ketua Panitia Uji Coba Bahan Bakar Solar Air, Dimas Airlangga yang merupakan mahasiswa Usakti Fakultas Teknik Industri, menyatakan harapannya bahwa dengan diciptakannya Inovasi ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan BBM di Indonesia.

"Kami akan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu ini dengan perkiraan lama perjalanan sampai lima hari, harapan kami, jika uji coba ini berhasil, inovasi ini dapat digunakan untuk masyarakat pada umumnya, dan khususnya untuk para nelayan," ujarnya.

Dimas mengungkapkan, bahan bakar solar terdiri dari campuran solar 70 persen, bahan adiktif 20 persen, dan air 10 persen. Bahan bakar ini terbukti ramah lingkungan.

"Bio Solar air ini lebih aman untuk lingkungan, dan tidak akan merusak mesin," ucap Dimas.

Sebelumnya, Fakultas Teknologi Industri Usakti program studi Teknik Mesin juga telah mendapatkan Penghargaan Rekor MURI, serta berbagai penghargaan nasional maupun internasional dalam penelitian penggunaan bahan bakar dengan berbagai variasi salah satunya yaitu, minyak jelantah dan minyak Kelapa sawit.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS