Dekat dengan Ayah, Membuat Anak Tumbuh Lebih Bahagia
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Dekat dengan Ayah, Membuat Anak Tumbuh Lebih Bahagia

Jumat, 20 Juli 2012 | 15:23 WIB
Oleh : B1

Memiliki emosi lebih tenang saat mereka dewasa.

Anak yang memiliki ikatan emosional positif dengan ayahnya sejak usia dini, akan tumbuh lebih bahagia dan memiliki emosi yang lebih tenang saat mereka dewasa.

Demikian hasil penelitian terbaru yang dipimpin oleh seorang peneliti asal India.

Anak-anak, khususnya, mendapatkan keuntungan dari pengaruh ayah yang kuat saat mereka berusia tiga bulan.

Dr Paulus Ramchandani dalam studi Oxford menemukan, bahwa masalah perilaku pada anak usia dini sering menyebabkan masalah kesehatan dan psikologis di masa dewasa yang bisa sulit untuk diatasi.

Untuk membuktikan, bahwa kedekatan anak dengan ayahnya sangat memengaruhi psikologis dan kesehatannya, tim peneliti merekrut 192 keluarga dari unit bersalin.

Kemudian, mereka memfilmkan ibu dan ayah secara terpisah saat mereka bermain dengan anak-anaknya di rumah dalam situasi yang berbeda, melihat bagaimana mereka merawat atau terlibat (berinteraksi) dengan anak-anaknya.

Para orangtua lalu diminta melakukan tes psikologis, sementara anak-anak diperiksa perilakunya apakah mereka rewel, tidak patuh, memiliki tantrum atau dalam kasus terburuk menunjukkan agresi dengan memukul dan menggigit.

"Kami menemukan bahwa anak-anak yang ayahnya lebih terlibat dalam interaksi memiliki hasil lebih baik, dengan lebih sedikit masalah perilaku berikutnya," kata Ramchandani.

Di sisi lain, anak-anak cenderung memiliki masalah perilaku lebih besar ketika ayah mereka lebih jauh dan sibuk dengan urusannya sendiri, atau ketika ayah mereka jarang berinteraksi dengan anak-anaknya.

"Asosiasi ini cenderung lebih kuat untuk anak laki-laki daripada anak perempuan, menunjukkan bahwa mungkin anak laki-laki lebih rentan terhadap pengaruh ayah mereka sejak usia dini," tambah Ramchandani.

Studi ini diterbitkan dalam Journal Psikologi Anak dan Psikiatri.



BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS