Harga Komoditas Perkebunan di Maluku Turun Tajam
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Harga Komoditas Perkebunan di Maluku Turun Tajam

Senin, 18 Mei 2015 | 12:49 WIB
Oleh : B1

Ambon - Harga komoditas unggulan hasil perkebunan Provinsi Maluku seperti cengkih, biji pala bundar, fuli pala, kopra, dan coklat di Kota Ambon kini mulai turun tajam.

Pantauan yang dilakukan pada lokasi transaksi jual beli di Jalan Setia Budi, Senin (18/5), para pengumpul mulai menurunkan harga beli.

"Beberapa hasil perkebunan Maluku sudah turun sejak akhir April 2015 dan sekarang ini juga turun lagi," kata Ceng, seorang pengumpul yang melakukan transaksi beli di toko miliknya.

Dia menjelaskan, harga cengkih turun menjadi Rp108.000/kg dari sebelumnya Rp120.000, biji pala bundar Rp90.000/kg pada pekan lalu kini turun menjadi Rp72.000/kg, fuli juga turun dari Rp130.000 menjadi Rp125.000/kg.

Coklat juga turun dari Rp27.000 menjadi Rp25.000/kg, dan kopra Rp6.200/kg.

Dia menjelaskan, patokan harga beberapa jenis komoditi unggulan Maluku ini sesuai dengan harga yang dipatok di Surabaya yang selama ini dijakdikan sebagai pasar utama sekaligus pelabuhan ekspor komoditas asal Maluku.

"Kalau sekarang ini kami juga belum mendapat informasi jelas terkait penurunan harga komoditas unggulan ini, apalagi di daerah lain termasuk Maluku tidak ada musim panen," katanya.

Bisa saja, lanjutnya, perusahaan rokok yang ada di Jawa masih memiliki stok cengkih yang banyak sehingga mereka tidak lakukan pembelian yang akhirnya mempengaruhi harga turun.

Selain itu, kegiatan ekspor ke beberapa negara di belahan Eropa lagi menurun dan mungkin hal itu karena stok mereka masih ada juga.

"Jadi perkembangan harga juga bukan hanya tergantung dari masa panen, tetapi pembeli terutama cengkih untuk pembuatan rokok dan sebagainya di dalam negeri," katanya.

Sumber:Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kurs Jual Rupiah Siang Ini Rp 13.180

Rupiah melemah 20 poin dibanding akhir pekan lalu.

EKONOMI | 18 Mei 2015

Harga Gabah di Sumbawa Melonjak Rp 4.000 Per Kilogram

Kenaikan harga gabah tersebut disebabkan musim panen raya padi di Sumbawa segera berakhir.

EKONOMI | 18 Mei 2015

Batalkan Kenaikan Pertamax, Puskepi Sayangkan Intervensi Pemerintah

"Fakta yang ada selama ini, harga Pertamax-nya Pertamina selalu lebih murah dari BBM sejenis pertamax yang dijual di SPBU-nya Shell dan Total,"

EKONOMI | 18 Mei 2015

Wapres Akan "Groundbreaking" Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

Pengembangan bandara ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada para penumpang.

NASIONAL | 18 Mei 2015

Kurs Jual Rupiah di Mandiri Pagi Ini Rp 13.142 Per Dolar AS

Dibandingkan dengan posisi pada Jumat (15/5), rupiah berada di kurs beli Rp 12.993 per dolar AS atau menguat 15 poin

EKONOMI | 18 Mei 2015

Audit Petral, KPK dan PPATK Harus Dilibatkan

Audit menyeluruh itu berupa audit investigasi dan audit forensik.

EKONOMI | 18 Mei 2015

Dana "BCA Royale Open Tournament" Untuk Anak Tidak Mampu

BCA berkesempatan membantu anak-anak di Yayasan Nara Kreatif.

EKONOMI | 18 Mei 2015

Dukung Transformasi BPD, OJK Gandeng Asosiasi Bank Jerman

Dalam transformasi BPD, OJK selaku regulator bersama Asosiasi BPD (Asbanda) membuat lima workstream (kelompok kerja).

EKONOMI | 17 Mei 2015

Pinjaman Bank Masih Jadi Primadona "Multifinance"

Sampai kuartal I-2015 tercatat pinjaman luar negeri perusahaan pembiayaan tumbuh 25,16 persen.

EKONOMI | 17 Mei 2015

Kuartal I, Pembiayaan "Multifinance" Tumbuh Tipis

Pembiayaan sewa guna usaha (leasing) tetap terkoreksi 0,75 persen menjadi Rp 114,22 triliun.

EKONOMI | 17 Mei 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS