Setiap Bulan, 100 Produk Beracun Banjiri Indonesia
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Setiap Bulan, 100 Produk Beracun Banjiri Indonesia

Jumat, 29 Juni 2012 | 15:53 WIB
Oleh : B1

Barang impor yang bermasalah tersebut, berupa peralatan untuk kebutuhan industri, konstruksi dan pertanian.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, setiap bulan ada sekitar 100 produk impor mengandung zat berbahaya beredar di seluruh wilayah Indonesia.

"Berdasarkan pengawasan kami di seluruh kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam dan Makassar, temuan produk impor berbahaya itu tidak memenuhi standar," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di sela-sela sosialisasi kebijakan impor di Denpasar, hari ini.

Dia mengatakan, barang impor yang bermasalah tersebut, berupa peralatan untuk kebutuhan industri, konstruksi dan pertanian.

Untuk produk makanan merupakan tanggung jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), namun pengawasannya tetap dilakukan bersama dengan Kemendag.

"Kami juga menemukan 19 jenis organisme penggangu tanaman pada 2011 yang dibawa oleh produk impor yang masuk ke dalam negeri," ujarnya.

Deddy menjelaskan, organisme penggangu tanaman itu terbawa oleh produk-produk holtikultura dari luar negeri, seperti dari jeruk, apel dan sayuran.

"Produk yang terdapat organisme yang membahayakan oleh badan karantina ditahan dan dimusnahkan atau dikembalikan," ucapnya.

Menurut Deddy, jumlah organisme berbahaya tersebut diyakini masih banyak yang tidak terdeteksi dan beredar di pasaran.

Oleh karena itu, tambah dia, pihaknya akan lebih memperketat lagi produk impor yang masuk dengan memberikan persyaratan lebih banyak lagi, seperti izinnya, dilakukan pemeriksaan, label dan kemasan.

"Sampai sekarang para importir yang nakal dengan memasukkan tanpa sengaja produk membahayakan belum mendapatkan sanksi karena belum ada peraturannya," katanya.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Digugat Direktur BKI, Dahlan Siapkan Amunisi

Direksi BKI menggugat Menteri BUMN karena dianggap memberhentikan secara sepihak.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Utang Indonesia Mencapai Rp1.944 Triliun

Angka tersebut terdiri atas pinjaman luar negeri sebesar Rp639,88 triliun, pinjaman dalam negeri sebesar Rp1,15 triliun, dan penerbitan surat berharga negara sebesar Rp1.304,26 triliun

EKONOMI | 29 Juni 2012

Soal Gugatan Churcill, Kejagung Tunggu SKK

Yang namanya gugatan arbitrase, kami biasanya yang ditunjuk.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Demutualiasasi Bursa Masih Terkatung-Katung

Aksi korporasi ini tergantung pemerintah.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Ingin likuid, Gapuraprima Bagikan Saham Bonus

Saham bonus tersebut diambil dari kapitalisasi agio saham sebesar Rp106,9 miliar

EKONOMI | 29 Juni 2012

Pacu Kinerja, Tempuran Emas Tidak Bagikan Dividen

Perseroan akan menggunakan laba bersih 2011 sebesar Rp26,6 miliar untuk modal usaha

EKONOMI | 29 Juni 2012

Gapuraprima Bagikan Dividen Rp4,8 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 4,8 miliar atau sekitar Rp1,5 per lembar saham

EKONOMI | 29 Juni 2012

Kemenpera Bangun 1.200 Unit Rumah PNS di Maluku Utara

Pembangunan perumahan PNS ini sebagai salah satu jalan pemecahan masalah yang ada di Provinsi Maluku Utara

EKONOMI | 29 Juni 2012

Tambah Kapal, Tempuran Emas Investasi Rp445 Miliar

Saat ini perseroan memilik 19 armada yang rata-rata berusia sekitar 16 tahun. Sementara yang berusia di atas 30 tahun akan terus dikurangi.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Menkeu: Studi Kelayakan JSS Jangan Dikasih ke Swasta

Pemerintah memiliki pengalaman buruk dengan proyek yang dikerjakan swasta.

EKONOMI | 29 Juni 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS