Kilang Methanol Bunyu Segera Diaktifkan Kembali
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.59)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.04)   |   DBX 933.73 (-1.59)   |   I-GRADE 135.366 (-0.24)   |   IDX30 427.201 (-2.19)   |   IDX80 111.513 (-0.38)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.63)   |   IDXG30 118.405 (-0.45)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.7)   |   IDXQ30 125.347 (-0.77)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.55)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.64)   |   IDXV30 105.043 (-0.13)   |   INFOBANK15 803.622 (0.87)   |   Investor33 371.182 (-0.82)   |   ISSI 148.056 (-0.6)   |   JII 539.107 (-4.51)   |   JII70 182.679 (-1.28)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.51)   |   LQ45 780.316 (-2.17)   |   MBX 1404.61 (-3.16)   |   MNC36 278.843 (-0.56)   |   PEFINDO25 265.576 (-3.15)   |   SMInfra18 242.356 (-1.79)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.41)   |  

Kilang Methanol Bunyu Segera Diaktifkan Kembali

Jumat, 29 Juni 2012 | 17:16 WIB
Oleh : B1

Untuk menghidupkan lagi Kilang Methanol Bunyu dibutuhkan dana US$240-245 juta

Balikpapan - Kilang Methanol Bunyu di Pulau Bunyu, Kalimantan Timur (Kaltim), siap diaktifkan lagi pada awal 2014. Itu dilakukan menyusul diperolehnya pasokan gas dari Lapangan South Sembakung di PSC Simenggaris yang dioperasikan oleh JOB PHE-Medco E&P Simenggaris. Kilang Bunyu sempat dihentikan operasionalnya pada 2009 karena ketiadaan pasokan gas.

Untuk menghidupkan lagi Kilang Methanol Bunyu dibutuhkan dana US$240-245 juta. Rinciannya, sebanyak US$ 215 juta untuk mengadakan gas dan US$ 25-30 juta untuk membangun pipa guna mengalirkan gas. Kilang Methanol Bunyu digarap konsorsium PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina (Persero), dan PT Medco Gas Indonesia, anak usaha MedcoEnergi.

Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto mengungkapkan, untuk kembali mengaktifkan kilang tersebut, kini konsorsium Pertagas dan PT Medco Gas Indonesia tengah melakukan pembangunan pipa sekaligus melakukan revitalisasi infrastruktur kilang. Proses revitalisasi kini sudah dimulai dan akan selesai dalam setahun atau sekitar pertengahan 2013. Proses commisioning bisa dilakukan pada Oktober 2013 yang ditindaklanjuti pengaliran gas pada Januari 2014.

“Kilang Bunyu benar-benar mulai aktif pada Januari 2014. Kilang ini dihentikan operasinya karena pengelola kilang melakukan Kontrak Pengakhiran Lebih Awal (KPLA) pada 2009 karena ketiadaan gas. Jika ini beroperasi lagi, maka kebutuhan methanol Indonesia yang selama ini impor bisa terbantu pemenuhannya, artinya ada pengamanan devisa negara,” kata Chrisna usai penandantangan perjanjian kerjasama Pertamina-MedcoEnergi di Pertamina Refinery V Balikpapan, hari ini.

Penandatangan kerjasama antara Pertamina-MedcoEnergi mencakup kesepakatan perjanjian bagi hasil antara Pertamina melalui PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Medco Gas Indonesia, juga perjanjian sewa fasilitas kilang. Kilang Bunyu sejatinya adalah milik Pertamina yang kemudian dipinjamkan atau disewakan ke konsorsium Pertagas dan PT Medco Gas Indonesia yang menggarap proyek methanol tersebut. Nilai sewa per tahunnya ditaksir di atas US$5 juta.

Chrisna mengungkapkan, kerjasama pengaktifan kilang Bunyu ibarat kunci dan gembok. Selama ini, Pertagas mengalami kesulitan untuk menjual gas dari Lapangan South Sembakung di PSC Simenggaris karena memang jauh dari industri. Dengan adanya kerjasama ini tercipta win win solution antara Pertagas dan MedcoEnergi yang memang memiliki keahlian mengelola methanol.

Pasokan gas dari Lapangan South Sembakung ke Kilang Methanol Bunyu mencapai 72,69 triliun british thermal unit (TBTU). Kontrak jual beli gas sudah diteken sejak 2009 selama 11 tahun dengan nilai kontrak mencapai US$215 juta. Ketika kontrak jual beli gas diteken, laju alir gas mencapai 20 british thermal unit per day (BBTUD) untuk jumlah penyaluran gas total sebesar 72,69 TBTU mulai kuartal IV-2011.

Gas akan disalurkan melalui pipa 10 inchi x 55 km yang dibangun konsorsium pembeli dengan investasi US$25-US$30 juta. Dengan pasokan gas sebanyak 72,69 TBTU bisa diproduksi methanol 230 ribu ton per tahun. Jika harga methanol mencapai US$230 per ton, pendapatan kotor dari penjualan methanol selama 11 tahun masa kontrak pasokan gas itu bisa US$575 juta.



BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tak Kompak, Alasan 4 Direksi BUMN Diberhentikan

Semua direksi yang jumlahnya 4 orang kita berhentikan, karena tidak kompak kebijakannya. Kebijakan terbagi dua, seharusnya hanya satu

EKONOMI | 29 Juni 2012

Bakrieland Luncurkan Kondominium Bintang Empat

Proyek ini akan mulai dipasarkan besok, Sabtu (30/6), dan ditargetkan selesai dibangun pada kuartal I-2014

EKONOMI | 29 Juni 2012

IHSG Ditutup Mendekati Level 4.000

IHSG masih terus menunjukkan performa positif

EKONOMI | 29 Juni 2012

Setiap Bulan, 100 Produk Beracun Banjiri Indonesia

Barang impor yang bermasalah tersebut, berupa peralatan untuk kebutuhan industri, konstruksi dan pertanian.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Digugat Direktur BKI, Dahlan Siapkan Amunisi

Direksi BKI menggugat Menteri BUMN karena dianggap memberhentikan secara sepihak.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Utang Indonesia Mencapai Rp1.944 Triliun

Angka tersebut terdiri atas pinjaman luar negeri sebesar Rp639,88 triliun, pinjaman dalam negeri sebesar Rp1,15 triliun, dan penerbitan surat berharga negara sebesar Rp1.304,26 triliun

EKONOMI | 29 Juni 2012

Soal Gugatan Churcill, Kejagung Tunggu SKK

Yang namanya gugatan arbitrase, kami biasanya yang ditunjuk.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Demutualiasasi Bursa Masih Terkatung-Katung

Aksi korporasi ini tergantung pemerintah.

EKONOMI | 29 Juni 2012

Ingin likuid, Gapuraprima Bagikan Saham Bonus

Saham bonus tersebut diambil dari kapitalisasi agio saham sebesar Rp106,9 miliar

EKONOMI | 29 Juni 2012

Pacu Kinerja, Tempuran Emas Tidak Bagikan Dividen

Perseroan akan menggunakan laba bersih 2011 sebesar Rp26,6 miliar untuk modal usaha

EKONOMI | 29 Juni 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS