Di Indonesia, 40% Wanita Subur Derita Anemia
INDEX

BISNIS-27 491.129 (6.19)   |   COMPOSITE 5612.42 (49.05)   |   DBX 1062.36 (-0.64)   |   I-GRADE 161.886 (2.05)   |   IDX30 478.794 (5.98)   |   IDX80 126.714 (1.36)   |   IDXBUMN20 355.426 (3.6)   |   IDXG30 131.028 (0.91)   |   IDXHIDIV20 432.126 (4.06)   |   IDXQ30 139.823 (1.88)   |   IDXSMC-COM 243.691 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (2.73)   |   IDXV30 122.487 (1.93)   |   INFOBANK15 946.8 (16.1)   |   Investor33 412.464 (5.31)   |   ISSI 165.112 (0.72)   |   JII 597.802 (2.79)   |   JII70 206.187 (1.22)   |   KOMPAS100 1134.88 (12.89)   |   LQ45 883.061 (10.42)   |   MBX 1552.46 (15.74)   |   MNC36 308.511 (3.58)   |   PEFINDO25 308.232 (5.44)   |   SMInfra18 281.756 (1.89)   |   SRI-KEHATI 352.482 (4.61)   |  

Di Indonesia, 40% Wanita Subur Derita Anemia

Rabu, 27 Maret 2013 | 12:22 WIB
Oleh : Dina Manafe / B1

Jakarta - Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anemia menyebabkan sekitar 4,5 miliar orang di seluruh dunia mengalami kekurangan zat besi, dan 1 dari 3 di antara mereka menderita anemia atau kekurangan darah parah. Di Indonesia, 40% dari wanita subur mengalami anemia.

Ahli penyakit dalam dari Divisi Hematologi Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Nadia Ayu Mulansari mengatakan, anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari angka normal. Jika dalam kondisi demikian, kadar oksigen dalam darah pun akan berkurang.

"Hal ini disebabkan oleh karena oksigen kehilangan kendaraan untuk beredar ke seluruh tubuh," kata Nadia, di sela-sela media brieffing tentang anemia, di Jakarta, Rabu (27/3).

Salah satu pengurus besar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ini menambahkan, bila dibiarkan dalam jangka panjang, anemia dapat merusak sistem kekebalan tubuh hingga mengganggu kerja organ vital dan memicu berbagai penyakit berbahaya.

Anemia bisa menyebabkan kinerja jantung meningkat untuk meningkatkan jumlah darah yang beredar. Jika terjadi dalam waktu lama, jantung akan mengalami perubahan bentuk, berupa pembesaran otot --yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.

Jenis anemia yang paling umum terjadi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Zat besi merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh, terutama untuk pembentukan hemoglobin.

Gejala-gejala anemia adalah kulit dan mata pucat, rambut rontok, mulut dan kerongkongan kering, tubuh lemah, mudah lelah, mudah sakit, napas pendek, jantung berdebar, hingga sulit konsentrasi. Gejala anemia umumnya baru dirasakan pada stadium lanjut, meski kekurangan zat besi sudah terjadi sejak stadium awal.

Anemia dapat terjadi pada siapa saja dan di segala usia. Namun, risiko terkena anemia lebih besar terjadi para perempuan ketimbang laki-laki karena berbagai faktor.

Penelitian menyebutkan, 50-63% perempuan hamil di Indonesia mengalami anemia, lalu 48% pada anak usia 2 tahun, 35% pada anak usia prasekolah, dan 25% pada pria. Data poliklinik hematologi medik FKUI/RSCM 2012 menemukan, perempuan usia 26-40 tahun rentan mengalami anemia.

"Harus dicatat pula, perempuan cenderung lebih berisiko terkena anemia ketika sedang hamil, menyusui, haid, maupun melakukan diet makanan yang mengandung zat besi," ucapnya.

Menurutnya, anemia bukan penyakit, melainkan gejala awal penyakit. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala anemia sejak dini. Sayangnya, banyak masyarakat menganggap kekurangan zat besi adalah hal biasa, padahal kondisi ini berpengaruh terhadap produktivitas dan keadaan lain. Misalnya, ibu hamil yang kekurangan zat besi dapat berpengaruh kepada janin dan bayi yang dilahirkan.

Nadia menekankan pentingnya mengetahui anemia sejak dini, mengingat gejala baru muncul ketika tubuh sudah sangat kekurangan zat besi. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari sumber hewani maupun nabati.

Sumber hewani, seperti hati, daging, unggas dan ikan, sedangkan sumber nabati, seperti sayuran hijau. Anemia juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, tidur cukup, olah raga, dan mengurangi konsumsi makanan yang menghambat penyerapan zat besi, seperti teh dan
kopi.

Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk Nils Moen mengatakan, anemia menjadi fokus perusahaan karena mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa pencegahan paling mudah adalah melalui edukasi. Edukasi yang baik mengenai anemia dapat meningkatkan
produktivitas nasional sampai 20%.

"Anemia pula pada usia anak-anak, dan ini tentu berpengaruh kepada fungsi kognitif, sehingga dalam jangka panjang mempengerahui produktivitas nasional. Penelitian menunjukkan, 20% produktivitas nasional dipengaruhi karena anemia. Karena itu, edukasi sangat penting, di mana semakin tinggi pengetahuan tentang anemia, semakin besar peluang untuk mencegah dan menghindarkan diri dari gangguan kesehatan ini," kata Nils.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ibu yang Depresi Pengaruhi Struktur Otak Anak

Anak-anak yang diasuh ibu yang tengah mengalami depresi akan mengalami perubahan struktur pada otak mereka.

KESEHATAN | 27 Maret 2013

Program Bayi Tabung Indonesia, Tak Kalah Dibanding Luar Negeri

Kualitas program bayi tabung di Indonesia sudah sedemikian maju dan tak kalah dibanding teknik yang diaplikasikan di luar negeri.

KESEHATAN | 27 Maret 2013

Program Bayi Tabung di Indonesia Melaju Pesat

"Namun saya harus akui bahwa jumlah klinik bayi tabung di Indonesia memang masih sedikit".

KESEHATAN | 27 Maret 2013

Minyak Zaitun Bisa Mencegah Alzheimer

Sebuah studi terbaru menyebutkan minyak zaitun berguna untuk penderita alzheimer.

KESEHATAN | 26 Maret 2013

6 Tanda Kecanduan "Smartphone"

Ingin segera merespons pesan masuk dan asyik dengan smartphone-nya sendiri merupakan dua dari enam gejala kecanduan smartphone.

KESEHATAN | 26 Maret 2013

Inilah Pentingnya Air Bagi Tubuh

Air memiliki aneka fungsi penting bagi tubuh kita.

KESEHATAN | 26 Maret 2013

5 Makanan yang Membantu Tidur Pulas

Ada sejumlah makanan yang bisa membantu tidur lebih nyenyak.

KESEHATAN | 25 Maret 2013

Halau Sedih dengan Belanja

Periset menekankan, rasa sedih para responden berkurang setelah berbelanja karena mereka memiliki perasaan mampu mengendalikan sesuatu, bukan karena perhatiannya teralihkan dari rasa sedih.

KESEHATAN | 25 Maret 2013

Anti-gravity Yoga: Kombinasi Antara Akrobat Udara dan Yoga

Yoga menekankan kebiasaan bernapas yang benar dan melakukan gerakan dan membentang dengan bantuan pernapasan.

KESEHATAN | 25 Maret 2013

Inilah Aneka Makanan yang Kita Pikir Menyehatkan

Aneka makanan yang manfaat kesehatannya justru amat sedikit.

KESEHATAN | 25 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS