Mengenal Lebih Dekat Penyakit Alzheimer dan Demensia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Alzheimer dan Demensia

Rabu, 4 September 2013 | 21:57 WIB
Oleh : Aisya Putrianti / B1

Jakarta - Berbicara tentang "Demensia", mungkin banyak dari kita yang belum familiar dengan istilah tersebut. Penting bagi kita untuk mengetahui apa itu Demensia, penyebab, gejala, serta pencegahannya karena jika dibiarkan kondisi ini akan menciptakan kualitas hidup yang buruk terutama bagi lansia.

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Banyak penyebab yang membuat seseorang mengalami Demensia, umumnya karena penyakit-penyakit kronik seperti Stroke dan Parkinson. Namun diketahui bahwa penyebab utama seseorang mengalami Demensia adalah penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer sendiri adalah suatu kondisi sel-sel saraf di otak mati, yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit tersalurkan dengan baik. Hampir sama dengan Dimensia, Alzheimer juga membuat penderitanya mengalami gangguan pada ingatan, penilaian, dan sulit berpikir.

Hingga saat ini, terdapat 1 juta penderita Demensia di Indonesia. Menurut penelitian, pada tahun 2009 lalu kasus penderita Demensia bertambah satu orang setiap 4 detiknya. Menurut perkiraan, pada tahun 2050 akan ada sekitar 3 juta penderita Demensia di Indonesia atau 3,5 persen dari total penduduk. Sementara menurut perkiraan, pada tahun 2050 mendatang kasus Demensia di Asia Pasifik akan mencapai 20 juta insiden pertahun.

Serangan Demensia terjadi secara perlahan namun pasti. Dr. dr. Martina WS Nasrun, Geriatric Psychiatrist dari Alzheimer's Indonesia mengatakan, Demensia pelan-pelan merampas daya kognitif seseorang hingga pada tahap akhir ia tidak lagi berdaya melakukan apa-apa. "Demensia mengembalikan kondisi kita seperti anak kecil lagi, ibaratnya surut seperti kondisi kita waktu kecil," terang dr. Martina.

Jalannya kondisi Demensia berproses, memakan waktu kurang lebih 10 hingga 20 tahun lamanya. Rata-rata Demensia menyerang orang-orang lanjut usia di atas 80 namun tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi mulai dari usia 40. Demensia juga lebih banyak menyerang perempuan dibanding laki-laki.

Beberapa tanda dan gejala Dimensia adalah terlalu banyak menangis atau terlalu banyak tertawa, pelupa akut bahkan untuk hal-hal yang paling penting sekalipun. Selain itu seringkali merasa kebingungan sedang berada di mana, hari apa, dan sebagainya serta bicaranya tidak lancar atau sulit menemukan kata-kata yang tepat bahkan kata yang sederhana sekalipun.

Gejala lainnya adalah kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari dan perilaku atau mood yang mudah berubah-ubah atau labil.

Ada beberapa kondisi yang menyerupai Demensia, tetapi bukan Demensia yaitu depresi, parkinson, kekurangan vitamin, dan tumor otak.

Sampai saat ini memang belum ada pengobatan yang dapat mengembalikan keadaan Demensia ke keadaan normal secara menyeluruh, namun tentu ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya mencukupi asupan nutrisi, gaya hidup yang sehat dilengkapi pola makan yang baik, lingkungan yang mendukung serta kehidupan sosial yang baik.

Jika pencegahan ini tidak dilakukan, beberapa dampak fatal telah menanti tidak hanya pada penderita, namun keluarga dan kerabat terdekatnya. Selain biaya yang tinggi, seseorang yang mengalami Dimensia akan kehilangan independensi serta menyebabkan keluarganya harus menanggung beban rasa malu.

Perlu diingat, Demensia dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sayangnya, tidak banyak orang yang sadar atau bahkan peduli dengan kondisi ini karena kurang dikenal dibanding penyakit lainnya. Namun sekarang yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara-cara sederhana seperti konseling, mencari buku-buku dan video tentang demensia, mengurangi stress, menjaga stabilitas, dan yang paling penting adalah deteksi sedini mungkin


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakai Kacamata Hitam Bisa Cegah Migrain

Migrain seringkali muncul saat mata melihat pola tertentu atau cahaya yang sangat terang.

KESEHATAN | 4 September 2013

Hanya 12,5 Persen Penderita Diabetes Dapatkan Insulin

Ada 7,6 juta orang Indonesia yang mengidap diabetes.

KESEHATAN | 4 September 2013

Mayoritas Penderita Hepatitis Usia Produktif

Tingginya penderita hepatitis C pada usia produktif, tentu akan mempengaruhi perekonomian negara.

KESEHATAN | 4 September 2013

Waspada, Hepatitis Tak Miliki Gejala Spesifik

Gejala penyakit ini baru akan muncul setelah menjadi semakin parah atau sekitar sepuluh tahun kemudian.

KESEHATAN | 3 September 2013

World Toilet Summit 2013 Diselenggarakan di Solo

Indonesia menjadi negara kedua terbanyak praktik BAB sembarangan setelah India.

KESEHATAN | 3 September 2013

RSUD Banten Mulai Layani Pasien

RSUD Banten telah memiliki 39 dokter spesialis, 22 dokter umum, 4 dokter gigi, 164 perawat, 117 bidan serta tenaga lainnya.

KESEHATAN | 3 September 2013

Strategi Pemprov DKI Hentikan Laju Diabetes

Saat ini Jakarta sudah punya banyak Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring dan deteksi dini faktor risiko diabetes.

KESEHATAN | 3 September 2013

Vaksin HPV Cegah Risiko Kanker Serviks

"Vaksin HPV ini tentu aman karena sudah dilemahkan dan dibuat dari cangkang virus, bukan dari inti virusnya."

KESEHATAN | 3 September 2013

Perilaku "Cerdik", Solusi Atasi Diabetes Melitus

CERDIK bermakna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

KESEHATAN | 3 September 2013

Novo Nordisk-Kemkes Luncurkan “Blueprint for Change” untuk Penanganan Diabetes

Laporan ini membantu kita memahami permasalahan diabetes di Indonesia, tetapi akan mubazir bila tidak disambut dengan aksi nyata bersinergi semua pihak.

KESEHATAN | 3 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS