Masalah Gangguan Ingatan Ternyata Lebih Banyak Menyerang Wanita
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Masalah Gangguan Ingatan Ternyata Lebih Banyak Menyerang Wanita

Rabu, 10 September 2014 | 17:42 WIB
Oleh : Herman / B1

Jakarta - Demensia Alzheimer atau penurunan fungsi otak yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan ingatan, penilaian, dan sulit berpikir ternyata lebih banyak menyerang wanita ketimbang laki-laki. Gangguan ini umumnya menyerang di atas usia 65 tahun.

Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Czeresna Heriawan Soejono menjelaskan, meski penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, namun dari sejumlah pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa jumlah penderita Demensia Alzheimer pada wanita memang lebih banyak.

"Setelah dikumpulkan data jumlah penderita Demensia Alzheimer di seluruh dunia, ternyata pada wanita jumlahnya empat kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki," kata Heriawan Soejono dalam diskusi "Demensia, Bisakah Kita Mengurangi Risikonya?" yang digelar Alzheimer Indonesia (ALZI) di Erasmus Huis Jakarta, Rabu (10/9).

Kalangan dokter mendunga, hal ini berkaitan dengan usia harapan hidup wanita yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. "Karena banyak wanita yang tetap hidup di usia lanjut, penderita Demensia Alzheimer jadi semakin banyak. Usia harapan hidup ini juga berkaitan dengan gaya hidup laki-laki yang cenderung lebih tidak sehat," papar Heriawan.

Di samping itu, faktor hormonal juga diduga ikut memengaruhi terjadinya gangguan tersebut. "Pada laki-laki, hormonnya cenderung lebih konstan. Sementara pada wanita yang mulai memasuki menopause, fungsi hormonnya mulai menurun, sehingga tidak bisa lagi melindungi organ tubuhnya, termasuk pembuluh darahnya," tambah Heriawan.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

IDI Mewaspadai Kemungkinan Ebola Masuk ke Indonesia

"Tetap waspada, bila virus tersebut menyebar bisa berbahaya."

KESEHATAN | 10 September 2014

Kenali 10 Gejala Demensia

Gangguan ini menyerang satu dari sepuluh orang berusia di atas 65 tahun.

KESEHATAN | 10 September 2014

Orang dengan Skizofrenia Bisa Pulih Sepenuhnya

Rangkaian recoveri dimulai dari terapi obat-obatan dan dilanjut dengan terapi fungsi kognitif.

KESEHATAN | 10 September 2014

DBD Masih Tinggi, Pemkot Jakarta Utara Sosialisasikan Pencegahan

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara sendiri merilis angka DBD dari awal tahun sampai bulan Agustus mencapai 915 kasus.

KESEHATAN | 10 September 2014

Penanganan Cepat dan Tepat Bayi Prematur Meminimalkan Dampak Negatif

Dengan minimnya pengetahuan dan informasi, penanganan dan perawatan bayi prematur kadang menjadi kurang optimal.

KESEHATAN | 10 September 2014

Omni Hospital Pulomas Hadirkan Pusat Kemoterapi

Omni Hospital Pulomas menghadirkan fasilitas Chemo Center atau Pusat Kemoterapi.

KESEHATAN | 10 September 2014

Inilah Penyebab Terjadinya Penyakit Jiwa Skizofrenia

Selain faktor genetik, kondisi pra-kelahiran juga memberi kontribusi terhadap terjadinya skizofrenia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Obat Herbal Indonesia Mulai Dilirik Pasar Global

Perlu adanya peningkatan produksi obat herbal dalam negeri untuk memenuhi permintaan pasar.

KESEHATAN | 9 September 2014

Kenali Gejala Awal Penyakit Jiwa Skizofrenia

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia, mencapai 1-2 orang dari 1.000 warga di Indonesia.

KESEHATAN | 9 September 2014

Dokter Umum di Puskesmas Harus Bisa Tangani Pasien Skizofrenia

Dikhawatirkan kasus pemasungan semakin banyak.

KESEHATAN | 9 September 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS