Hati-hati Konsumsi Makanan dan Minuman Kaleng
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Hati-hati Konsumsi Makanan dan Minuman Kaleng

Senin, 16 Januari 2012 | 18:21 WIB
Oleh : B1

Bisphenol A yang terkandung di dalamnya dapat memicu obesitas, pubertas dini, kanker hingga kerusakan genital.

Jurnal Asosiasi Medis Amerika melaporkan tentang tes yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard School of Public Health pada 75 relawan.

Hasil tes menunjukkan bahwa komponen Bisphenol A (difenilolpropana teknis) ditemukan dalam urin para relawan dalam jumlah banyak setelah mengonsumsi sup kalengan.

Penelitian ini membuktikan bahwa Bisphenol A masih digunakan dalam pembuatan kaleng untuk mencegah karat (korosi) dan menjaga kesegaran makanan lebih lama.

Tak hanya kaleng, Jenny Carwile, penulis terkemuka studi ini mengatakan, kemasan plastik pun menggunakan zat kimia tersebut.

Padahal Bisphenol A dalam jumlah besar di tubuh manusia dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti, mengganggu pertumbuhan otak janin (bila dikonsumsi ibu hamil), obesitas, pubertas dini, kanker dan kerusakan genital.

Perlu diketahui, Bisphenol-A merupakan bahan kimia yang banyak terkandung dalam semua produk yang terbuat dari polycarbonate seperti botol bayi atau botol-botol minuman yang lain.

Beberapa ahli menganggap polycarbonate sebagai bahan yang aman untuk makanan. Namun beberapa penelitian mengindikasikan, bahwa polycarbonate berpotensi tidak aman setelah beberapa kali pemakaian serta pencucian.

Beranjak dari temuan itulah tahun lalu, Komisi Eropa melarang penggunaan zat ini dalam pembuatan botol untuk bayi.

Sumber:Genius Beauty


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dampak Buruk Miras bagi Kesehatan

Diminum sedikit pun akan memicu berbagai masalah kesehatan. Apa saja?

KESEHATAN | 16 Januari 2012

Tujuh Cara Membuat Bangun Pagi Berkualitas

Bangun pagi terasa malas, namun ada cara agar bangun pagi menjadi rutinitas yang menyenangkan.

KESEHATAN | 16 Januari 2012

Menjadi CNN Hero, Robin Lim Mendapat Banyak Donor

Semua uang yang didapat dari donor untuk kebutuhan klinik bersalinnya.

KESEHATAN | 16 Januari 2012

2015, Jawa Ditargetkan Bebas Malaria

Kasus malaria dan tingkat kematian akibat penyakit itu di Jawa sudah sangat menurun.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Pekerjaan di Belakang Meja Picu Obesitas

Sering berada di meja kerja membuat orang malas bergerak sehingga meningkatkan risiko tersebut.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Cokelat Pekat dan Anggur Baik untuk Jantung

kandungan senyawa polifenolnya mampu mengurangi risiko penyakit jantung.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Yogyakarta Waspada Leptospirosis dan Flu Burung

Sebelumnya dilaporkan satu orang menderita leptospirosis.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Bahaya Obat Anti Depresi pada Ibu Hamil

Menurut sebuah studi di Swedia, hal tersebut dapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan tekanan darah tinggi di paru-paru.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Memiliki TV dan Mobil Naikkan Risiko Serangan Jantung

Orang jadi malas melakukan kegiatan fisik.

KESEHATAN | 15 Januari 2012

Boediono: "Masih Bisa Lanjut, Nggak?"

Rahasia Boediono menjaga kesehatan tubuh dan tetap fit.

KESEHATAN | 14 Januari 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS