Mendampingi Pekerja Seks dengan Hati Nurani
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Mendampingi Pekerja Seks dengan Hati Nurani

Minggu, 12 Agustus 2012 | 12:30 WIB
Oleh : B1

"Intinya kami memberikan pendampingan agar kelak jika mereka berhenti sudah siap secara mental."

Berangkat dari prinsip tidak ada seorang perempuan pun yang bercita-cita menjadi PSP (Pekerja Seks Perempuan), Endang, ketua harian LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Bandungwangi tidak menolak saat dirinya diserahkan tanggungjawab memimpin Bandungwangi untuk melakukan pendampingan.

Bandungwangi adalah satu-satunya Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) yangbersifat nirlaba di Iindonesia dari dan untuk kepentingan Pekerja Seks Perempuan.

Sejarah Bandungwangi berawal tahun 1995 sebagai sebuah kelompok informal PSP yang memiliki kepedulianterhadap permasalahan kesehatan reproduksi termasuk HIV/AIDS di kalangan PSP.

Pada tahun 1999 kelompok tersebut dilegalkan menjadi sebuah Yayasan sehingga memberi landasan yang jelas bagi anggotanya untuk bersuara dan membantu PSP lainnya.

"Pada dasarnya kami melakukan pendampingan dan bimbingan kepada para PSP," tutur Endang saat ditemui Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Endang sendiri baru menjalankan tugasnya selama dua tahun belakangan ini, usai pergantian strukturan di tubuh Bandungwangi.

"Para staf dan sukarelawan di sini (Bandungwangi) 99 persen adalah perempuan dan mantan PSP," ujar Endang lebih lanjut.

Karena kesamaan emosi itulah, para staf dari Bandungwangi mengerjakan tugas mereka dengan sepenuh hati. Para mantan PSP tersebut tahu betul kapan harus 'masuk' di antara mereka dan memberikan pendampingan serta penyuluhan terhadap penyakit menular yang disebabkan hubungan kelamin.


Dianggap penyalur PSP

Dalam menjalankan operasinya, meski sudah berlangsung bertahun-tahun namun tetap saja masih ada yang memandang miring aktivitas para staf Bandungwangi. Apalagi jika sedang mengkampanyekan seks aman dengan cara membagi-bagikan kondom.

"Banyak yang mencemooh dan mengejek bahkan menganggap apa yang kami lakukan adalah nista karena bersentuhan dengan orang-orang yang dianggap sampah masyarakat," ujar

Bahkan tidak jarang ada yang menganggap Bandungwangi adalah wadah untuk menyalurkan PSP. Namun semuanya tersebut tidak menyurutkan niat Endang dan rekan-rekannya di Bandungwangi untuk memberikan pendampingan para PSP agar mereka mengetahui hak-hak kesehatan mereka.

"Pekerjaan mereka mengandung risiko penularan penyakit kelamin. Jadi perlu dilakukan pendampingan dan penyuluhan secara kontinyu," tutur Endang.

Adapun sejumlah kegiatan rutin yang dilakukan adalah penyuluhan, pemeriksaan, test HIV dan membagi-bagikan kondom.

"Jika PSP sudah divonis terjangkit virus HIV maka kami langsung menanganinya dengan cara melakukan pemeriksaan intensif," imbuh Endang.

"Kami melakukan pendekatan dengan cara-cara persuasif untuk menyadarkan mereka akan bahayanya bergonta ganti pasangan. Kami bukan lembaga yang memaksa mereka untuk ke luar dari lingkungan prostitusi. Sebab mereka melakukan hal tersebut punya alasan kuat. Kami membarikan pendampingan agar mereka mengetahui kesehatan dan akibat dari pekerjaan mereka," tutur Endang panjang lebar.

"Intinya kami memberikan pendampingan agar kelak jika mereka berhenti sudah siap secara mental," ujar Endang lebih lanjut.


Kesulitan pembiayaan

Sebagai badan nirlaba, tentunya Bandungwangi mengadalkan dana bantuan dalam menjalankan operasionalnya. Lantaran tingkat pendidikan para stafnya dan jaringan yang masih belum maksimal, membuat Bandungwangi terhimpit dengan LSM atau yayasan lain yang juga bergerak di bidang yang sama.

"Kami jarang yang memiliki pendidikan tinggi. Sehingga kerap terkendala masalah bahasa, padahal yang memberikan dana banyak dari lembaga luar negeri," ujar Endang mengutarakan kesulitannya.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat Endang dan rekan-rekannya untuk tetap memberikan pendampingan bagi para PSP yang beroperasi di beberapa wilayah Jakarta.

Endang juga menilai minimnya dukungan pemerintah kota dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Bandungwangi untuk memberikan pelatihan kepada para PSP agar memiliki bekal ketrampilan saat memutuskan untuk keluar dari lingkungan mereka.

"Paling hanya dilatih nyalon. Itu pun cuma sesekali, tidak kontinyu dan dengan cara-cara 'memaksa' sehingga tidak menimbulkan kesadaran para PSP untuk meninggalkan dunia mereka," tutur Endang.

Karena itu melalui perkumpulannya, Endang pun berinisiatif untuk memberikan hal yang jauh lebih bermanafaat sebagai bekal hidup para PSP usai menanggalkan busana masa lalunya.

"Kami melakukan pemberdayaan bagi mereka dengan cara membuat usaha loundry kiloan, kelontongan dan penjualan pulsa telepon. Dipilih usaha tersebut karena memiliki perputaran uang yang cepat," imbuh Endang.

Pemberdayaan para mantan PSP sangat diperlukan lantaran hampir semuanya memiliki latar belakang pendidikan yang rendah, sehingga akan sulit sekali bersaing di dunia kerja.

"Kendala lainnya, kalaupun sudah diterima kerja lantas perusahaan mereka mengetahui latar belakang atau masa lalu pekerjanya, ya bisa langsung diberhentikan. Makanya tidak sedikit yang sudah tidak menjadi PSP kemudian kembali lagi menjadi PSP karena merasa hidupnya sudah tidak diterima masyarakat," tutur Endang yang sangat menyayangkan anggapan buruk tentang para mantan PSP.


Banyak yang tidak peduli

Kehadiran PSP merupakan hal nyata dalam denyut nadi kota Jakarta. Namun ia menyesalkan banyak orang yang tidak peduli dengan hal tersebut. Bahkan ia terkadang miris banyak yang menganggap PSP itu adalah sampah masyarakat yang harus dijauhkan.

"Inilah yang salah. Seharusnya mereka kita rangkul, kita tunjukkan bahayanya pekerjaan mereka dan memberikan pendampingan serta pelatihan agar mereka siap untuk terjun ke masyarakat," tutur Endang.

"Saya merasa tidak ada di antara mereka satupun yang mengingkan seperti itu (menjadi PSP). Banyak alasan mereka melakukan demikian. Yang terbesar adalah karena tuntutan ekonomi dan ketidakberdayaan mereka untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu beberapa kisah tragis dalam kehidupan mereka menjadikan mereka merasa tidak berarti dan kemudian memutuskan untuk menjadi PSP," ujar Endang panjang lebar.

Menurut Endang, masyarakat harusnya menyelami lebih jauh perasaan mereka yang sudah terjerat menjadi PSP agar dapat lebih memahami dan tahu bagaimana bertindak untuk 'menyelamatkan' mereka dari aktivitas yang membahayakan tersebut.





BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Flash: Harco Glodok Kebakaran

Belum diketahui apa penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Api dikatakan mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WIB

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Merapat ke Foke-Nara, PPP Mulai Lempar Permintaan

Gerakan masyarakat mengaji harus menjadi perhatian kita semua, PPP menitipkan masalah ini

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Kisah Zelda, Sang Calon Artis yang 'Nyasar' Menjadi PSK

"Tapi aku tetap berusaha menggantungkan cita-cita untuk keluar dari dunia ini dan menjalani kehidupan yang lebih baik."

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Puput, Kisah Sejati PSK Insaf

Menjadi PSK sebagai tulang punggung keluarga.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Dua Tawuran Hiasi Malam Ramadan

Di kawasan Otista, Jakarta Timur dan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Jokowi Pasrah PKS Berkoalisi dengan Foke

Kami tetap melanjutkan strategi kecil mengunjungi warga sebanyak-banyaknya dan melakukan aliansi dengan warga sebanyak-banyaknya.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2012

Jelang Lebaran, Jasa Cuci Kendaraan Bermotor Panen Rezeki

Dalam sehari bisa mencuci lebih dari 10 kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2012

Hidayat Nur Wahid Sesali Jokowi Berhenti di Tengah Jalan

Hidayat adalah juru kampanye Joko Widodo saat maju sebagai Wali Kota Solo.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2012

Menhub Sidak Persiapan Arus Mudik di Bandara Soetta

Untuk mengantipasi lonjakan penumpang, kemenhub menambah 300 penerbangan tambahan.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2012

Isu Sara Tak Laku Dijual di Pilgub Jakarta

Upaya memprovokasi tidak akan mempan apabila warganya telah mencapai taraf kesejahteraan yang cukup.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS