Bangkit dari Keterpurukan untuk Bantu Perempuan Waspada Kanker Payudara
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Bangkit dari Keterpurukan untuk Bantu Perempuan Waspada Kanker Payudara

Minggu, 16 Desember 2012 | 11:50 WIB
Oleh : B1

Berangkat dari pengalaman kurang informasi, Rina berjanji untuk membantu orang lain dengan berbagi informasi yang ia miliki agar banyak orang aware dengan kanker payudara.

Marah, kesal, bingung, sedih, menyangkal, dan beragam emosi lain menumpuk di dalam Rina Susanti ketika ia mengetahui ada benjolan tumor di salah satu payudaranya. Dalam keadaan bingung, ia berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mendapat pengobatan terbaik. Masalahnya, tak semua informasi bisa dipercaya. Ingin semua perempuan bisa mendapat akses informasi yang benar dan komprehensif, Rina berbagi ide dan berusaha mewujudkan mimpinya agar makin banyak perempuan lebih aware dengan kondisi tubuhnya, terutama untuk kanker payudara.

Di tahun 2010, saat memanjakan diri di salon dengan pijat lulur, Rina diberitahu terapisnya bahwa ada benjolan di payudaranya. Meski dalam keadaan kaget, Rina mencoba mencari informasi dan mencari tahu bagaimana cara memeriksakan diri.

"Saat itu saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi yang tepat ke mana harus berobat, di mana rumah sakit atau tempat untuk memeriksakan diri, bagaimana cara memeriksa yang benar, berapa biaya yang harus dipersiapkan, adakah tempat yang dapat memeriksakan deteksi dini dengan harga terjangkau, dan sebagainya," kata Rina kepada Beritasatu.com pertengahan minggu ini saat dijumpai di Jakarta Barat.

Pada akhirnya Rina mendapat informasi untuk memeriksakan diri di Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Ternyata benar, ada tumor dengan diameter 1 cm di payudaranya. Meski sempat takut dan ragu, juga merasa terpuruk namun dorongan keluarga dan keinginan untuk sembuh membuatnya yakin untuk menjalani operasi. Operasi pun berhasil berjalan lancar.

Dari sini Rina merasa, betapa informasi tentang penyakit yang ia alami masih minim dan belum menjangkau banyak orang. Seiring penyembuhannya, Rina yang juga adalah seorang farmasis/apoteker berlisensi berpikir mengenai perempuan-perempuan lain yang punya masalah mirip dengannya tetapi tidak punya akses informasi. Ia pun bermimpi untuk bisa membantu memberi informasi kepada orang banyak tentang informasi yang ia miliki lewat jalur yang semua orang miliki; ponsel.

"Mengetahui ada tumor di payudara saya merupakan titik terendah dalam hidup saya. Enggak ada yang lebih rendah, sehingga satu-satunya jalan hanya bangkit. Saya jadi berpikir untuk mengubah diri agar bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat bagi orang lain tidak harus dalam perkara besar, yang kecil juga bisa. Saya ingin ajak orang lebih tahu dan waspada dengan penyakit ini. Hidup sangat berarti ketika bisa berguna untuk orang lain," tutur Rina.

Saat lulus sekolah farmasi, Rina berjanji untuk memberi layanan terbaik kepada masyarakat. Janji itu menetap di dalam dirinya dan kemudian menjadi mimpi yang berwujud kenyataan.

"Saya berjanji untuk berbagi pengetahuan tentang obat seusai sekolah farmasi. Saya sebagai apoteker juga harus memberi pharmaceutical care untuk masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Yang saya pelajari, kita harus bermanfaat untuk orang lain dengan berbagai macam keadaan, agar berguna untuk orang lain. Saya kebetulan biasa menulis, jadi sejak beberapa tahun lalu saya sering berbagi tulisan seputar obat-obatan dan kesehatan lewat blog. Sampai satu hari, setelah operasi, saya menuliskan mimpi saya untuk berbagi informasi lebih banyak kepada masyarakat tentang waspada kanker payudara," jelas pemilik blog Tukangobatbersahaja.com ini.

Di tahun 2010, Rina mendengar mengenai lomba menulis ide seputar akses kepada kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat yang digelar produsen alat-alat kesehatan, makanan, dan peralatan rumah, Philips. Ajang itu bernama The + Project.

Awalnya sekadar bertutur tentang pengalamannya dan mimpinya agar lebih banyak yang waspada terhadap kanker payudara, yakni dengan menciptakan aplikasi ponsel agar bisa langsung terhubung dengan informasi seputar itu, idenya pun disambut baik oleh Philips. Ide pembuatan aplikasi Spot It Yourself dari Rina menjadi juara pertama untuk kategori ide akses ke kesehatan.

Utamanya, ajang The + Project ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tadi untuk membantu masyarakat. Karenanya, ide-ide dari para pemenang, dimodali 50 ribu dolar AS, harus diwujudkan. Akhirnya, setelah perjalanan panjang selama 2 tahun pembuatan aplikasi, akhir November lalu, terwujudlah mimpi Rina.

"Akhir bulan November lalu, ide Spot It Yourself itu terwujud. Aplikasi ini sebagai akses informasi seputar kanker payudara, seperti bagaimana cara melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), kapan saat yang tepat memeriksa, beda tumor dan kanker, konsultasi, dan sebagainya itu sudah bisa di-download di ponsel-ponsel touchscreen. Nanti, akhir bulan ini (Desember 2012), sudah bisa diunduh juga di ponsel jenis apa pun yang bisa terhubung ke internet. Jadi para perempuan maupun lelaki, bisa punya akses menuju informasi komprehensif tentang kanker payudara," jelas perempuan yang menjabat Business Unit Manager di sebuah perusahaan distribusi bahan kimia di Jakarta ini.

Untuk idenya ini, Rina mengaku ini bukan hanya program CSR dari Philips, tetapi juga CSR dari dirinya sendiri. "Saya tidak minta royalti atau uang atas ide yang terwujud ini. Uang hadiah itu sepenuhnya untuk perwujudan ide ini. Saya juga tidak mencari ketenaran. Saya hanya merasa senang bila ada orang yang terbantu dari informasi yang saya berikan. Saya merasakan itu dari tanggapan apresiasi pembaca di blog saya, terutama tulisan-tulisan tentang kesehatan. Semoga dari makin banyak orang yang mengunduh aplikasi ini, makin banyak yang mau aware dengan kondisi payudara mereka. Saya juga minta supaya bisa mengisi kolom di sana. Ini CSR dari saya pribadi," tutur Rina.

Proyek ini, kata Rina, adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya deteksi dini terhadap kanker payudara di Indonesia. "Saya bersyukur mengetahui sejak dini adanya benjolan dipayudara yang ternyata tumor jinak dan segera dioperasi. Kalau saya sampai terlambat maka biaya yang saya keluarkan akan semakin besar dan peluang kesembuhan kecil. Bukan tidak mungkin kalo sampai terlambat tumor ini bisa menjadi kanker yang berbahaya. Untuk itu penting sekali untuk sebuah deteksi dini, lebih dini lebih baik," kata Rina.

Melengkapi kebahagiaan terwujudnya mimpi idenya ini kian lengkap dengan akan berakhirnya masa lajang Rina di akhir bulan ini. Di antara kesibukannya menjadi pemimpin unit kerja di perusahaan tempatnya bekerja, menyusun pernikahan, serta mengisi blog dan menjawab pertanyaan di blog tentang kesehatannya, Rina kini tetap menjaga kondisi tubuhnya sambil terus memantau kesehatannya.

Untuk mengunduh aplikasi ini di bisa dilakukan di http://bit.ly/spotityourself untuk ponsel-ponsel tertentu.

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Kehutanan Minta Jokowi Buat Hutan Kota

Menhut ingatkan Jokowi agar realisasikan 20 persen lahan terbuka hijau

MEGAPOLITAN | 16 Desember 2012

1,6 Juta Warga Bekasi Pilih Pemimpin 2013-2018

Pilkada Kota Bekasi 2012 diikuti lima pasang kandidat

MEGAPOLITAN | 16 Desember 2012

Penyebar Selebaran Provokatif Pemilukada Bekasi Dibekuk

Pelaku ditangkap bersamaan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak pemimpin Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 16 Desember 2012

Legislator: Aturan Ganjil Genap Perlu Waspada

Masalah transportasi merupakan akibat dari tidak tertatanya kebijakan energi.

MEGAPOLITAN | 16 Desember 2012

Normal, Kondisi Kejiwaan Ibu Pembunuh Anak Tiri

Hanya mengalami hambatan penyesuaian perasaan yang mengakibatkan emosinya tidak stabil

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012

Stasiun KA Bogor Dilengkapi Jaringan Wifi Gratis

Stasiun Besar KA Bogor, Jawa Barat kini dilengkapi dengan jaringan internet gratis "free wifi" yang bisa diakses penumpang kereta di stasiun tersebut.

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012

HSBC Gandeng Kota Kasablanka Manjakan Konsumen

Sinergi HSBC Kota kasablanka Jakarta memberikan yang terbaik.

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012

Pengoplos Bakso Babi Ditahan Polres Jaksel

"Satu orang berinisial EP, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini ditahan di Polres Jakarta Selatan."

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012

Siswi Hanyut di Kali Mampang Ditemukan Tewas

Korban terseret banjir ketika pulang sekolah bersama temannya.

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012

Stafsus Presiden: Pembatasan Plat Ganjil-Genap Perlu Perencanaan Matang

Jika penerapan kebijakan tersebut tidak disertai dengan kesiapan sektor lainnya, justru akan menjadi masalah baru, termasuk dorongan membuat nomor palsu.

MEGAPOLITAN | 15 Desember 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS