Hutan Alam APP Terlanjur Habis
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-4.52)   |   COMPOSITE 5783.33 (-30.91)   |   DBX 1064.04 (3.36)   |   I-GRADE 168.858 (-1.83)   |   IDX30 499.932 (-5.86)   |   IDX80 131.904 (-1.28)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.23)   |   IDXG30 136.463 (-1.3)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.56)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.02)   |   IDXV30 127.988 (-1.07)   |   INFOBANK15 983.467 (-6.57)   |   Investor33 429.105 (-4.31)   |   ISSI 169.797 (-1.06)   |   JII 620.069 (-7.76)   |   JII70 213.196 (-1.92)   |   KOMPAS100 1177.3 (-9.25)   |   LQ45 920.112 (-9.23)   |   MBX 1606.46 (-11.24)   |   MNC36 321.125 (-3.4)   |   PEFINDO25 316.867 (1.18)   |   SMInfra18 295.49 (-3.75)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4)   |  

Hutan Alam APP Terlanjur Habis

Selasa, 5 Maret 2013 | 17:08 WIB
Oleh : INA / B1

Jakarta - Greenomics Indonesia menuding klaim raksasa Asia Pulp and Paper (APP) untuk menghentikan pembukaan hutan alam tidak lebih dari sebuah pencitraan. Pasalnya, areal konsesi perusahaan tersebut seluas lebih dari 2,5 juta hektare (ha) sudah tak lagi menyisakan hutan alam.

“Klaim APP untuk menghentikan pembukaan hutan alam patut dipertanyakan karena hutan alam di areal konsesi mereka sebenarnya sudah habis,” kata Direktur Eksekutif Greenomics Elfian Effendi di Jakarta, Selasa (5/3).

Laporan yang dirilis Greenomics mengungkapkan, sudah tidak ada lagi hutan alam tersisa di sembilan areal konsesi APP. Lahan yang disiapkan sebagai areal moratorium pembukaan hutan alam seluas 198.841 hektare justru sudah berupa semak belukar dan mayoritas berkonflik dengan masyarakat.

Laporan Geenomics tersebut berjudul “Mengapa Asia Pulp and Paper (APP) direkomendasikan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia untuk merevisi APP Sustainability Roadmap 2020 and Beyond?”, dirilis 22 Oktober 2012. Laporan tersebut dibuat berdasarkan hasil analisis spasial yang mengacu pada data deliniasi mikro, rencana kerja usaha (RKU), dan rencana kerja tahunan (RKT) pada masing-masing HTI APP.

Dalam laporan tersebut, Greenomics juga melakukan konfirmasi dengan APP. Dalam pernyataannya, APP menyebutkan, ada areal hutan alam seluas 204 ha berada satu blok, tidak terpencar-pencar, yang terkena kebijakan moratorium. Areal 204 ha itu terdapat di konsesi HTI milik APP, yakni PT Satria Perkasa Agung Unit Merawang.

“Dengan luas izin sembilan HTI milik APP seluas 1.082.934 ha, areal moratorium hutan alam yang benar-benar masih berupa tutupan hutan alam dan berada dalam satu blok hanya 204 ha, tentu klaim moratorium hutan alam terlalu bombastis,” kata Greenomics.

Elfian menilai, laporan tersebut kini sedang diperbaharui merespon komitmen APP untuk menghentikan pembukaan hutan alam terhitung 1 Februari 2013. Namun melihat data yang ada, pihaknya pesimistis laporan pembaruan akan mengungkap hal yang berbeda dengan laporan pertama. Elfian berjanji laporan pembaruan tersebut akan dirilis dalam waktu dekat.

Dia mengingatkan, kawasan lindung seperti sempadan sungai atau lahan dengan kelerengan curam dan areal yang harus dipertahankan sesuai dengan ketentuan deliniasi makro-mikro yang ditetapkan Kementerian Kehutanan tidak selayaknya diklaim sebagai lahan yang terkena kebijakan moratorium pembukaan hutan alam APP.


“Sebab tanpa kebijakan tersebut, areal tersebut sudah pasti tidak boleh dibuka,” kata Elfian.

Temuan Greenomics sama dengan beberapa yang sudah diumumkan oleh Eyes on the Forest pada Juli 2012. Muslim Rasyid, koordinator Jikalahari dan anggota Eyes on the Forest menjelaskan, dari analisis mereka menemukan tidak ada hutan alam yang tersisa untuk diterapkan dalam kebijakan baru APP di Riau. “Kami percaya kebijakan baru APP tidak menawarkan manfaat konservasi untuk hutan di luar Riau sekalipun,” papar dia.

APP mengumumkan penghentian pembukaan hutan alam pada areal konsesi dan seluruh rantai pasokan bahan bakunya pada 5 Februari lalu menyusul dilansirnya dari Sustainability Roadmap APP Visi 2020 yang diluncurkan Juni 2012. Kebijakan tersebut lebih cepat dua tahun dari rencana pelaksanaan pada 2015. (/Alina Musta'idah)

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Perekam dan Penyebar Video Dugaan Kekerasan oleh Densus Diburu

"Mudahan mudahan ini juga (akan terungkap) dan kita cari tahu meski saat ini (siapa perekamnya dan pengedarnya) itu tidak begitu penting. Kita harus mencari adakah unsur kesalahan prosedur atau tidak di sana."

NASIONAL | 5 Maret 2013

Misbakhun Resmi Bergabung dengan Golkar

"Ada tiga orang dari partai lain yang gabung ke Golkar".

NASIONAL | 5 Maret 2013

Draf Sprindik KPK Bocor, Polri Diminta Menahan Diri

"Saya kira Mabes Polri harus bisa menghormati adanya Komite Etik".

NASIONAL | 5 Maret 2013

Draf Sprindik Bocor, Komite Etik Belum Tentu Mampu Temukan Pelanggaran

Bocornya draf sprindik merupakan peristiwa yang pertamakali terjadi dalam sejarah berdirinya KPK.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Seluruh Rumah Sakit Milik BUMN Akan Dimerger

Penggabungan rumah sakit tersebut dilakukan untuk membuat rumah sakit-rumah sakit milik BUMN berkapasitas 1000 tempat tidur sehingga lebih efisien.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Reekspor Kontainer Blackberry, Banding Jonny Abbas Ditolak Pengadilan Singapura

Dengan putusan itu juga, Mctrans tetap bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi kepada tiga penggugat.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Pembersihan Kawasan Halimun dari Penghuni Liar Dilakukan Bertahap

"Ada puluhan ribu KK di situ sekitar 40 ribuan KK".

NASIONAL | 5 Maret 2013

17 Anggota DPRD Maluku Utara Bergabung ke NasDem

Seluruh anggota DPR yang bergabung memiliki tujuan yang sama, yakni menginginkan perubahan Indonesia pada 2014 mendatang.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Untuk Rampungkan RUU Pilkada Perlu Diskusi Sekali Lagi

Hingga saat ini pemerintah dan DPR RI sudah membahas secara keseluruhan revisi rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Dua Mantan Pimpinan KPK Ikuti Pemaparan Anggaran Pendidikan 2013

"Kita enggak tahu dimana, bunganya bagaimana".

NASIONAL | 5 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS