Menhan: Leopard Pesanan Sudah Disesuaikan dengan Kondisi Tropis
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Menhan: Leopard Pesanan Sudah Disesuaikan dengan Kondisi Tropis

Selasa, 21 Mei 2013 | 13:21 WIB
Oleh : Ezra Sihite / B1

Jakarta - Tank Leopard yang dibeli oleh pemerintah Indonesia dari Jerman, disebut sudah mengalami penyesuaian agar main battle tank tersebut cocok digunakan untuk negara tropis. Selain itu, menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Indonesia cukup beruntung, karena dengan anggaran untuk 44 tank baru, akhirnya memperoleh hingga 150 tank, dengan 100 main battle tank dan sisanya tank medium Marder.

"Kalau 44 itu brand new, tapi (yang sekarang) bekas. Tapi sudah dimodifikasi. Mereka itu terpakai untuk daerah tropis, karena itu namanya Leopard RI karena sudah di-adjusted yang bisa dipakai di daerah tropis," kata Purnomo, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5).

Hal tersebut disampaikan Menhan menyusul lolosnya kontrak pembelian tank Leopard, yang diperkirakan akan tiba di Tanah Air pada bulan Oktober mendatang.

"Tadinya dengan uang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new. Tetapi dengan uang yang sama, (dapat) 100 main battle tank, terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank, sehingga jumlahnya 150-an," kata Purnomo lagi.

Meskipun dilakukan penyesuaian terhadap negara tropis, namun kemampuan Leopard itu, kata Purnomo pula, akan tetap sama. "Ini malah menguntungkan," tegasnya.

Hal yang sama pun, menurut Purnomo, ada pada proses pembelian pesawat F-16 dari Amerika Serikat (AS). Indonesia menurutnya, awalnya akan membeli pesawat brand new sebanyak 6 buah. Tapi dengan F-16 yang tidak baru namun masih bisa digunakan dan dimodifikasi, Indonesia bisa mendapatkan lebih dari 6 unit.


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Panglima TNI Minta Pendaratan Pesawat AS Tak Dipermasalahkan

"Mereka izin mendarat di Aceh untuk isi bahan bakar. Jadi bukan (karena) ada masalah lain-lain."

NASIONAL | 21 Mei 2013

Komnas HAM: Kejagung Lakukan Pelanggaran HAM Terkait Kasus Bioremediasi

"Kami memastikan kasus proyek bioremediasi yang ditangani Kejaksaan Agung telah melanggar hak asasi manusia sesuai UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia"

NASIONAL | 21 Mei 2013

Komisi I DPR Curiga Pesawat AS Tersasar di Aceh Mata-mata

Kita harus hati-hati dengan giat desepsi (pengelabuan) siapapun

NASIONAL | 21 Mei 2013

Gita Sudah Bicara Informal dengan SBY Terkait Capres

“Bicara-bicara rileks, sih. Enggak beda. Rileks sekali ya. Kalau saya siap, saya ikut,” kata Gita.

NASIONAL | 21 Mei 2013

PKS Lempar Bola Kasus Century

Jadi harusnya penyidik KPK lebih panas ke kasus Century daripada mengusut kasus daging sapi

NASIONAL | 21 Mei 2013

Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya adalah Kasad Baru

"Tidak pasti dari AD menjadi Panglima. Itu bergantung Bapak Presiden," tuturnya.

NASIONAL | 21 Mei 2013

Anggaran Kurikulum 2013 Diturunkan, DPR Minta Laporan Lengkapnya

Sebelumnya Rp 2,49 triliun menjadi hanya Rp 829,42 miliar sesuai saran BPKP.

NASIONAL | 21 Mei 2013

Soal Johan Budi, Kabareskrim Tunggu Proses di KPK

"Kita lihat dulu persoalannya. Apa yang dikatakan Pak Johan Budi itu kan terkait apa yang sedang disidik."

NASIONAL | 21 Mei 2013

Dokumen Tak Lengkap, Pesawat AS Ditahan di Aceh

"Ini bentuk pelanggaran yang dilakukan pihak AS, meski pendaratannya bersifat darurat."

NASIONAL | 21 Mei 2013

Reformasi Harus Dievaluasi dan Diluruskan

"Reformasi cuma dijejali liberalisasi di segala sektor dan korupsi yang terdesentralisasi ke semua lini."

NASIONAL | 21 Mei 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS