Hasil PK Terpidana Mati Mary Jane Diserahkan ke MA
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Hasil PK Terpidana Mati Mary Jane Diserahkan ke MA

Kamis, 5 Maret 2015 | 10:33 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / B1

Yogyakarta - Sidang Peninjauan Kembali (PK) Mary Jane Fiesta Veloso (30), terpidana mati kasus narkotika telah berlangsung sejak Selasa-Kamis (2-5/3). Namun, Ketua Majelis Hakim, Marliyus, tidak akan membacakan hasil persidangan.

"Setelah pemeriksaan selesai, seluruh simpulkan dari saksi sudah didapatkan dan membuat berita acara yang ditandatangani semua pihak, BAP bersifat rahasia," ujarnya, Kamis (5/3).

Hasil sidang PK Mary Jane hanya diserahkan kepada hakim agung dan menjadi hak dari Mahkamah Agung untuk membacakan putusan sidang tersebut.

"Nanti bersama-sama dengan BAP dan berkas PK segera dikirim ke MA. Nanti hakim agung yang membacakan hasilnya," jelas Marliyus.

Namun, dia memastikan majelis hakim sudah sepakat mengambil keputusan atas PK Mary Jane.

"Secara persidangan sudah selesai. Hasilnya sudah ditentukan tapi BAP majelis hakim bersifat rahasia. Sifatnya tidak rekomendasi tapi kita mendapatkan fakta dan berdasarkan pendapat Majelis Hakim," tegasnya.

Namun tim kuasa hukum Mary Jane yakin bahwa PK akan dikabulkan MA.

Salah seorang penasihat hukum Mary Jane, Agus Salim, menjelaskan ada dua sebab yang membuat timnya yakin adalah ketidaktahuan Mary Jane akan narkoba yang disimpan dalam tasnya. Kedua, karena persoalan bahasa.

Ia membandingkan kasus kliennya dengan Nothanam M Saichon, WNA Thailand yang juga sempat divonis mati oleh PN Tangerang.

Perbedaannya, Mary Jane tidak sengaja membawa narkoba ke Indonesia seperti Nothanam. Nothanam bahkan sengaja bawa narkoba, sedangkan Mary Jane tidak tahu.

Namun Nothanam mendapat keringanan jadi hukuman sumur hidup. Dengan begitu, Agus Salim yakin PK Mary Jane akan dikabulkan MA. “Mary Jane juga bukan pengguna, karena sudah dites urine dan tidak terbukti,” ujarnya.

Mary Jane warga negara Filipina tersebut terjebak jaringan narkotika diduga karena faktor ekonomi.

Mary Jane mau diajak oleh kenalannya yang bernama Christine untuk mengantarkan barang ke Indonesia.

“Mary Jane merupakan korban dari sindikat narkotika internasional. Dia diperalat dan ditipu oleh Christine untuk menyebrangkan Heroin seberat 2,6 kilogram dari Malaysia ke Yogya,” kata Agus lagi.

Mary Jane merupakan satu dari 10 terpidana kasus Narkoba yang mendapat vonis mati.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Jokowi Harus Konsisten Terapkan Hukuman Mati Kasus Narkoba

Kasus narkoba bisa berdampak luas, yaitu bisa membunuh satu generasi.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Bulog Salurkan Raskin di Wilayah Kepulauan Sulut

Wilayah kepulauan selalu diprioritaskan karena menyangkut wilayah yang sulit dijangkau.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Tawaran Tukar Napi, Menlu Tunggu Keputusan Jokowi

"Saya menyampaikan ada napi Australia di Jakarta dan ada napi Indonesia di Australia," kata Julie Bishop.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Hukuman Mati, Todung Mulya Lubis Kecam Jokowi

Dia juga mengharapkan pemerintahan Jokowi-JK mengoreksi sistem di lapas.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Mensesneg Jadi Pembicara Forum Kehumasan

Kegiatan ini akan dihadiri para pejabat humas di lingkungan pemerintah.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Kemnaker Targetkan Kirim 2.000 Peserta Magang ke Jepang

Program pemagangan sebagai program prioritas untuk mengurangi pengangguran.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi, Denny: Ini Kriminalisasi Pendukung KPK

Ini adalah upaya kriminalisasi atas inovasi pelayanan publik yang antipungli berbasis teknologi.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Kasus Tanda Tangan Palsu, Mandra "Si Doel" Diperiksa Bareskrim

"Jam 09.00 WIB ini kami akan memeriksa Mandra sebagai saksi pelapor."

NASIONAL | 5 Maret 2015

Hari Ini, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Pesta Rakyat Cap Go Meh di Bogor

Kepala Negara akan tiba di lokasi kegiatan pada pukul 16.00 WIB.

NASIONAL | 5 Maret 2015

Eksekusi Dinilai Cacat Hukum, Pengacara Susno Laporkan Jaksa

"Amar putusan juga tidak mencantumkan perintah segera masuk, sedangkan pada saat itu terdakwa tidak sedang dalam tahanan karena bebas demi hukum."

NASIONAL | 5 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS