Mengenal Sejarah Teh di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Mengenal Sejarah Teh di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2015 | 18:46 WIB
Oleh : Indah Handayani / B1

Jakarta - Meski bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tak ada salahnya apabila mengenal sejarah teh di Indonesia.

Ketua Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, mengatakan, sejarah masuknya teh ke Indonesia juga merupakan salah satu hal yang patut diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebab, sejarah menyebutkan bahwa teh Indonesia sangat terkenal di seluruh dunia sejak masa dahulu.

Asep yang juga merupakan guru sejarah keliling tersebut, mengatakan, teh masuk ke Indonesia pada 1684 dengan jenis biji teh Camelia Sinensis. Biji teh tersebut berasal dari Tiongkok dibawa pertama kali oleh seorang berkebangsaan Jerman yang bernama Andreas Cleyer. Namun, lanjut dia, saat itu Andreas menanam pohon teh hanya sebagai tanaman hias saja di Jakarta.

"Namun, baru pada tahun 1800an, teh ditanam dalam skala besar di Garut dan Banyuwangi," ungkap Asep ditemui saat media Gebyar Teh Javana di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

Kala itu, lanjut dia, orang asing menyadari bahwa teh hanya tumbuh di daerah tropis dengan kelembapan yang cukup, suhu yang tidak terlalu panas maupun dingin. Sehingga ditanam pada daerah ketinggian. Sebab, setiap teh yang ditanam dengan ketinggian berbeda memiliki rasa yang berbeda pula.

Setelah itu, lanjut Asep, teh menjadi komoditas ekspor. Bahkan, sejarah mencatat untuk pertama kali pada 1835, sebanyak 200 peti teh Indonesia yang berasal dari Jawa diekspor dan dilelang di Amsterdam. Pada masa itulah teh Indonesia mengharumkan nusantara hingga seluruh dunia.

"Hingga saat ini, teh Indonesia dikenal dunia merupakan kualitas yang terbaik dan memiliki tingkat antioksidan yang tinggi. Bahkan, dalam menghargai sejarah teh pemerintah menggambarkan wanita pemetik teh dalam uang pecahan Rp 20.000," pungkas dia.

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menteri ESDM Bantah Lantik Tanpa Kantongi Keppres

"Hanya menteri bodoh melantik orang tanpa Keppres."

NASIONAL | 13 Mei 2015

Panggil Gubernur Bengkulu jadi Tersangka, Kabareskrim: Tak Perlu Izin Presiden

MK sejak tahun 2012 putuskan jika tidak perlu izin presiden untuk penyelidikan dan penyidikan suatu perkara.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Swee Teng Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Pledoi akan disampaikan pada 20 Mei 2015.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Ini Jawaban Jokowi soal Tim Komunikasi

Tim Komunikasi diharapkan bisa menjelaskan baik konteks maupun rincian respon dan tanggapan presiden perihal isu-isu penting.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Kapuspen TNI : Wartawan Asing Bebas Masuk Papua Tidak Berarti Tanpa Aturan

Aturan standar yang berlaku secara internasional adalah adanya security house.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Presiden Terkejut Pengawasan Internal Pemerintah Sangat Lemah

Presiden mendapat laporan di APIP di level satu (terendah) ada 85 persen, level dua ada 14 persen dan level tiga hanya satu persen.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Presiden Belum Terima Permohonan Grasi Antasari

"Sampai detik ini belum sampai di meja saya. Belum sampai di meja saya."

NASIONAL | 13 Mei 2015

TNI Bantu BNN Berantas Narkoba

Anggota yang terlibat Narkoba akan menjalani rehabilitasi dan selanjutnya akan dilakukan proses pemecatan dari dinas aktif.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Cuaca Buruk, Pelayaran Kupang-Rote Dihentikan

Tinggi gelombang 2,5 sampai dengan 4,0 meter dengan kecepatan angin 0,5 - 30 knot terjadi perairan Kupang Rote.

NASIONAL | 13 Mei 2015

Pasar Darurat Johar Butuh Dana Rp 21,5 Miliar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya pembangunan pasar darurat pada Wali Kota Semarang.

NASIONAL | 13 Mei 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS