Ketua MUI Sinyalir Ada Provokator di Balik Penolakan FPI
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Ketua MUI Sinyalir Ada Provokator di Balik Penolakan FPI

Minggu, 12 Februari 2012 | 15:49 WIB
Oleh : B1

Meski menyayangkan kecerobohan FPI yang dinilai tak cukup survei dan sosialisasi dulu, Ketua MUI menduga ada provokator yang menyusup dalam aksi masyarakat Dayak itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, meyakini gerakan masyarakat adat Dayak yang menolak pendirian Front Pembela Islam (FPI) cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) telah disusupi oleh provokator.

"Saya pikir, mesti ada pihak ketiga, entah itu siapa, melakukan provokasi, sehingga penolakan masyarakat begitu ekstrem dan tidak jelas alasannya," ujar Amidhan kepada Beritasatu.com, Minggu (12/02).

"Kalau misalnya mereka menolak keberadaan FPI sejak dulu, tentu FPI tidak akan datang ke sana. Seperti memang ada yang sengaja membesar-besarkan masalah," tambahnya.

Amidhan mengatakan bahwa sebagai organisasi masyarakat, sebenarnya FPI berhak membuka cabang di mana saja. Namun ia pun memaklumi kekhawatiran masyarakat lokal, mengingat banyaknya catatan tindak kekerasan FPI yang dilakukan di kota lain.

Amidhan lantas menyayangkan cerobohnya FPI yang dianggapnya tidak melakukan cukup sosialisasi dan survei, sebelum memutuskan untuk membuka cabang di Kalteng. "Kalau mereka (FPI) survei dulu, mereka mestinya tahu jika situasi di sana belum kondusif untuk membuka perwakilan. (Maka) Peristiwa kemarin itu tidak akan terjadi," ujarnya.

Menurut Amidhan, MUI cabang Kalteng sendiri juga tidak tahu-menahu mengenai rencana FPI tersebut, karena tidak pernah menerima laporan bahwa FPI akan membuka perwakilan di Kalteng. "Kalau kita tahu, kita akan bisa mendalami keberatan masyarakat lokal itu sebenarnya dimana. Tetapi, kami sama sekali tidak tahu-menahu," ujarnya.

Lebih jauh, Amidhan juga mempertanyakan mengapa hanya masyarakat adat Dayak yang memprotes keberadaan FPI di Provinsi Kalteng. Menurutnya, jika keberatan itu adalah suara masyarakat Kalteng, semestinya semua kalangan berkeberatan, dan tidak hanya etnis tertentu. "Terus terang, masih banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab mengenai kasus ini," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Setara Institute for Peace and Democracy, Bonar Tigor Naipospos, mengatakan bahwa penolakan tersebut sangat wajar dan bisa dimengerti, mengingat catatan aksi kekerasan FPI. "FPI kan sudah ada di Kalimantan Timur. Mereka sudah melakukan sweeping beberapa kali, dan bahkan menganggu komunitas Ahmadiyah di Samarinda. Wajar kalau para pemuda Dayak khawatir kalau kejadian yang sama akan terulang di provinsi mereka," kata Bonar.

Menurut Bonar, ada lebih banyak lagi pengikut Ahmadiyah di Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlahnya bahkan menurutnya bisa jadi adalah yang terbesar di Kalimantan.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Udin dan Sabar, Dua Buron Jaringan Abu Umar

Keduanya dianggap sama berbahayanya, dengan salah satu memegang beberapa senjata api laras panjang dan laras pendek, sementara yang satunya adalah pelatih militer.

NASIONAL | 12 Februari 2012

PP Muhammadiyah Himbau Ormas Jauhi Kekerasan

Tanpa ada harmoni, maka kita tak bisa membangun simfoni. Kita harus menjaga saling menghargai itu

NASIONAL | 12 Februari 2012

Jaringan Abu Umar Gelar Latihan Militer di Sulawesi Tenggara

Mereka ini menggelar idad alias persiapan dengan menggelar tadrib askari (latihan militer) di sebuah pulau kecil yang oleh penduduk setempat disebut Pulau Kura-Kura di Sulawesi Tenggara

NASIONAL | 12 Februari 2012

Besok, Umar Patek Jalani Sidang Perdana

Besok adalah sidang terbuka dan semua bisa mengikuti, kita harap Patek akan kooperatif karena selama ini kita mengedepankan sikap persuasif kepadanya

NASIONAL | 12 Februari 2012

DPR Desak Pemerintah Audit Uji Kelaikan Kendaraan

Perlu dilakukan audit kinerja uji KIR selama ini. Perlu dicek kapan uji KIR terakhir yang dilakukan BUS yang kecelakaan di Cisarua itu, sekaligus melihat apakah uji KIR dilaksanakan dengan benar

NASIONAL | 12 Februari 2012

Ketua MPR Dukung Masyarakat Kalteng Usir FPI

Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali

NASIONAL | 12 Februari 2012

Kemenhut Cadangkan 300 Ribu Hektare Sawah Baru

Pencadangan tersebut untuk mendukung swasembada beras

NASIONAL | 12 Februari 2012

Alih Teknologi, Pemerintah Tetap Beli Tank Leopard

Sudah ada penelitian dari aspek kegunaan dan keunggulan, tidak serta merta membeli, ini juga strategi untuk modernisasi karena Angkatan Darat sudah berubah, tidak lagi manusia dipersenjatai

NASIONAL | 12 Februari 2012

Tentara tidak Diotonomikan

Tentara sebagai alat negara tidak boleh menilai dirinya sendiri ketika harus bergerak menangani situasi kekerasan.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Daerah Lebih Pahami Tangani Konflik di Wilayahnya

Namun bila konflik itu tidak dapat dicegah dan kondisi konflik meningkat, daerah bisa meminta bantuan militer setempat.

NASIONAL | 12 Februari 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS