Komisi I: Ada di Renstra TNI Bukan Alasan Beli Leopard
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Barang Bekas

Komisi I: Ada di Renstra TNI Bukan Alasan Beli Leopard

Minggu, 12 Februari 2012 | 17:51 WIB
Oleh : B1

Beberapa negara Eropa ingin mengurangi kekuatan alutsista untuk mengurangi beban anggaran

Komisi I DPR menyatakan main battle tank (MBT) jenis Leopard memang sudah sejak awal masuk ke dalam rencana strategis (Renstra) TNI, namun tak bisa dijadikan alasan satu-satunya untuk membeli barang bekas dari Belanda.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, menyatakan TNI sendiri sebenarnya menyadari bahwa MBT jenis Leopard tidak terlalu dibutuhkan secara teknis demi menjaga pertahanan Indonesia.

Hal itu bisa dibuktikan dari fakta selama ini bahwa pengadaan tank TNI adalah dari jenis tank ringan (light tank) dan tank medium yang lebih cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang berbukit-bukit.

"Karena memang kondisi geografis Indonesia, bentuk ancamannya membuat TNI tidak memilih MBT. Sehingga yang dimiliki TNI banyaknya Medium dan Light Battle Tank," tutur Mahfudz di Jakarta, hari ini.

Renstra TNI adalah perencanaan pembangunan kekuatan TNI yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan.

Hal itu menjadi semacam acuan bagi pihak terkait untuk melaksanakan proses pembangunan kekuatan dan postur TNI, termasuk persenjataannya.

Mahfudz lalu menjelaskan rencana Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI mengemuka ketika beberapa negara Eropa ingin mengurangi kekuatan alutsista mereka demi mengurangi beban anggaran.

Karena dianggap bahwa sejak awal Tank Leopard tak cocok dengan keadaan Indonesia plus kemungkinan masalah politis di masa depan terkait embargo persenjataan, pernyataan keberatan pun banyak bermunculan.

"Kami sendiri masih memegang apa yang disampaikan Kasad (Jenderal Pramono Edhie Wibowo) bahwa proses pembelian sekarang ini masih tahap penjajakan dan bukan satu-satunya opsi. Ada opsi lain seperti membeli tank dari Korea Selatan, Rusia, dan ada juga dari Turki," tutur dia.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Nasir Tak Punya Kartu Kunjungan Khusus

Amir mengatakan di masa kepemimpinan Patrialis Akbar sebagai Menteri Hukum dan HAM, dikeluarkan kebijakan soal kartu bebas kunjungan untuk sejumlah anggota Komisi III DPR.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Pemilik Bus Karunia Bakti Mungkin Dipanggil DPR

Komisi V DPR dinilai wajib melaksanakan pemanggilan itu, demi menghasilkan kesimpulan jelas soal praktik pengelolaan kendaraan umum.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Dewan Pembina Demokrat Sesalkan Tindakan Nasir

Komisi Pengawas PD didukung untuk segera mengambil langkah penyelidikan atas apa yang dilakukan Nasir tersebut.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Menkumham Ijinkan Komisi III Kunjungi Rutan

Amir mengatakan yang menjadi perhatian kementeriannya saat ini adalah, apabila ada salah satu dari anggota DPR Komisi III yang menggunakan hak tersebut, namun tidak digunakan dengan sebagaimana mestinya

NASIONAL | 12 Februari 2012

Serikat Pekerja Bukopin Desak Kejagung Usut Korupsi Kredit

Lambannya penuntasan kasus Bukopin dianggap mempengaruhi rasa keadilan di kalangan pekerja.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Kepala Rutan Cipinang Dicopot

Nazaruddin, terdakwa kasus suap Wisma Atlet, dipergoki sedang melakukan pertemuan dengan Nasir, Djufri Taufik dan Arief Rachman pada pukul 11 malam hari Rabu lalu

NASIONAL | 12 Februari 2012

Ketua MUI Sinyalir Ada Provokator di Balik Penolakan FPI

Meski menyayangkan kecerobohan FPI yang dinilai tak cukup survei dan sosialisasi dulu, Ketua MUI menduga ada provokator yang menyusup dalam aksi masyarakat Dayak itu.

NASIONAL | 12 Februari 2012

Udin dan Sabar, Dua Buron Jaringan Abu Umar

Keduanya dianggap sama berbahayanya, dengan salah satu memegang beberapa senjata api laras panjang dan laras pendek, sementara yang satunya adalah pelatih militer.

NASIONAL | 12 Februari 2012

PP Muhammadiyah Himbau Ormas Jauhi Kekerasan

Tanpa ada harmoni, maka kita tak bisa membangun simfoni. Kita harus menjaga saling menghargai itu

NASIONAL | 12 Februari 2012

Jaringan Abu Umar Gelar Latihan Militer di Sulawesi Tenggara

Mereka ini menggelar idad alias persiapan dengan menggelar tadrib askari (latihan militer) di sebuah pulau kecil yang oleh penduduk setempat disebut Pulau Kura-Kura di Sulawesi Tenggara

NASIONAL | 12 Februari 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS