ICW Beberkan Video Modus Kecurangan UN
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

ICW Beberkan Video Modus Kecurangan UN

Senin, 23 April 2012 | 15:03 WIB
Oleh : B1

Para pelapor kecurangan UN kerap diintimidasi dan diserang balik.

Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan video kecurangan ujian nasional (UN) di hadapan pers dan pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Video berbentuk dokumenter yang berdurasi hampir 15 menit itu memperlihatkan praktik-praktik kecurangan UN tahun 2011 secara terang-terangan oleh siswa di sejumlah SMA.

"Film ini bukan kejadian tahun ini, tapi tahun lalu. Untuk membuktikan, kecurangan UN terjadi secara sistematis," kata Koordinator Divisi Monitoring dan Pelayanan Publik ICW Febri Hendri dalam konferensi pers di kantor LPSK, hari ini.

Dalam video tersebut, ditampilkan para siswa SMA sedang menulis dan menempel contekan baik di kertas, ditulis di tangan, dan lewat handphone atau blackberry. Ekspresi para siswa yang mencontek tampak tenang dan wajar.

Febri mengungkapkan, penayangan video tersebut menjadi tanda dibukanya Posko Pengaduan dan Perlindungan UN 2012. Menurutnya, kasus kecurangan UN banyak terjadi. Tapi, sulit dibuktikan karena saksi cenderung takut untuk melapor. Para pelapor kerap menghadapi intimidasi dan serangan balik saat mengungkap kecurangan.

"ICW dan masyarakat sipil peduli pendidikan meminta orangtua, murid, guru, dan pihak lain yang menyaksikan kecurangan dalam UN 2012 agar melapor. Pelapor kecurangan UN tidak perlu khawatir akan mendapatkan serangan balik dari sekolah, pemda, dan pemerintah pusat karena dilindungi undang-undang," katanya.

Menurut Febri, pendekatan dan metode pengungkapan kecurangan UN versi kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yakni dengan melihat kunci jawaban, masih kurang kuat. Sebab, sekolah dan peserta bisa saja membuat pola jawaban tertentu agar tidak terlihat pola yang sama. Dia berpendapat pembuktian kecurangan seharusnya mengandalkan kesaksian dari pihak yang menyaksikan kecurangan.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai berkomitmen untuk melindungi para pelapor kecurangan UN yang mendapatkan tindakan kekerasan atau intimidasi. Dia menuturkan bagaimana pun juga praktik kecurangan harus dihentikan dan tidak ditoleransi karena siswa adalah pemimpin masa depan.

"Bagi LPSK tentu inisiatif ini harus disambut dengan baik. Kami akan dukung program ini sesuai tugas, pokok, dan fungsi kami," kata Abdul.

Secara terpisah, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar membantah adanya kecurangan dan kebocoran UN. Sampai Senin (23/4), Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud sudah menerima 225 pengaduan, namun yang bisa ditindaklanjuti hanya delapan laporan karena memberikan data faktual.

"Berdasarkan konfirmasi atau data-data di lapangan. UN cukup kredibel, kalau pun ada kecurangan secara kuantitatif dan kualitatif tidak signifikan ganggu kredibilitas UN," kata Haryono di kantor Kemdikbud hari ini.

Dia mengatakan banyak beredar isu-isu kebocoran dan kecurangan UN. Namun, tim auditor di lapangan sudah memastikan isu-isu itu tidak benar.

"Pihak polisi dan pengawas sudah kerja all out. Mereka tidak tidur 24 jam, bergantian. Mereka sudah penuh dedikasi untuk menjaga itu (naskah UN). Ini harus kita jaga terus tidak bisa dibiarkan dengan isu-isu yang mengkhayal gitu," tandas Haryono.



BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

TKI Korban Penembakan Diminta Diautopsi Ulang

Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka, mengatakan tiga jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) korban penembakan harus diautopsi ulang.

NASIONAL | 23 April 2012

Tak Ada Ketidakwajaran dalam Kematian Widjajono

Kesimpulan tersebut, menurut Kepala BIN, sudah didasarkan dari hasil penyelidikan.

NASIONAL | 23 April 2012

Umar Patek Lolos Akibat Lemahnya Imigrasi

"Ada pencekalan. Tapi, Anis Alawi tidak masuk daftar. Kalau Umar Patek ada. Jika nama Anis masuk bisa dicekal. Jadi dengan sistem tersebut kemungkinan DPO untuk lolos dapat terjadi."

NASIONAL | 23 April 2012

Kubu Nunun Kecewa dengan Tuntutan Jaksa

Jaksa meminta uang Rp1 miliar dari cek pelawat yang ada di rekening Nunun Nurbaeti disita untuk negara.

NASIONAL | 23 April 2012

Keterangan Nunun Dinilai Lemah secara Hukum

Jaksa lebih percaya pada keterangan Arie Malangjudo.

NASIONAL | 23 April 2012

DPR Siapkan Draf Baru RUU Kesetaraan Gender

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini sedang mempersiapkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesetaraan Gender yang baru.

NASIONAL | 23 April 2012

Guru Pengawas UN Buyarkan Konsentrasi Siswa

Sebanyak 246.428 siswa SMP sederajat di Sumatra Utara, Senin (23/4), secara serentak mengikuti Ujian Nasional (UN).

NASIONAL | 23 April 2012

Presdir BMW Indonesia Dilaporkan ke Mabes Polri

"Saya lapor ke Mabes Polri atas upaya pencemaran nama baik yang dilakukan Ramesh Divyanathan. Dalam pernyataannya, disebutkan saya akan membakar showroom BMW."

NASIONAL | 23 April 2012

15 Parpol Ideal untuk Pemilu 2014

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago mengemukakan jumlah peserta pemilu yang ideal pada Pemilu 2014 mendatang adalah 15 partai politik (parpol).

NASIONAL | 23 April 2012

Kesenjangan Posisi Polri-TNI Picu Konflik Kedua Instansi

Kesenjangan hubungan antara Polisi Republik Indonesia (RI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dianggap sebagai pemicu konflik antara kedua instansi.

NASIONAL | 23 April 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS