Pengamat: Anggaran Pertahanan Idealnya 10% dari APBN
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pengamat: Anggaran Pertahanan Idealnya 10% dari APBN

Jumat, 7 September 2012 | 09:57 WIB
Oleh : B1

Pengamat militer dari Universitas Muhammadiyah Malang Muhadjir Effendi mengatakan anggaran pertahanan saat ini masih belum ideal, meski sudah ada kenaikan cukup signifikan.

"Anggaran pertahanan saat ini baru sekitar lima persen dari APBN. Paling tidak untuk mendekati ideal antara 8%-10%, seperti anggaran untuk kesehatan 10%, dan pendidikan 20%," katanya di Malang, sehubungan adanya kenaikan anggaran pertahanan dalam APBN, Jumat (7/9).

Menurutnya, kebutuhan anggaran pertahanan paling tidak juga harus bisa memenuhi kebutuhan umum minimal, dimana kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan prajurit dan memodernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) bisa seimbang.

Ia mengatakan penaikan anggaran pertahanan dari Rp64 triliun menjadi Rp77 triliun pada tahun 2013, ada perkembangan positif dalam skema pembenahan dunia militer di Tanah Air.

Hanya saja, lanjut dia, kenaikan sebesar itu porsinya harus dibagi secara adil, artinya porsi untuk peningkatan kesejahteraan prajurit dan memodernisasi alutsista harus adil (proporsional).

Doktor yang mengupas masalah militer itu menyatakan, pengadaan alat persenjataan atau modernisasi alutsista yang sedang digiatkan pemerintah itu akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan tradisi tempur dan itu tidak bisa dibangun dalam kurun waktu 5-10 tahun saja.

Sebab, lanjutnya, jika tradisi tempur ini tidak segera dibangun, secanggih dan se-modern apapun peralatan alutsista atau persenjataan, nantinya justru akan menjadi barang rongsokan karena prajuritnya tidak terbiasa menggunakannya.

"Kalau negara kita ingin disegani dan ditakuti negara lain, mau tidak mau modernisasi alutsista dan sistem persenjataan kita juga harus ditingkatkan, di samping tetap memperhatikan kesejahteraan prajurit untuk mendukung kekuatan militer di Tanah Air," tukasnya.

Sumber:Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Fraksi PKB Sampaikan Laporan Kinerja ke PBNU

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR memberikan laporan tertulis terkait kinerja yang telah dilakukannya dalam kurun waktu setahun terakhir kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

NASIONAL | 7 September 2012

Persiapan Tidak Matang, Eko Minta PON Dihapus

"Pemerintah khususnya Kemenegpora seperti tidak belajar dari pengalaman, semuanya dikerjakan last minute."

NASIONAL | 7 September 2012

Status Anak Krakatau Masih Waspada

Aktivitas kegempaan Anak Krakatau relatif kecil.

NASIONAL | 7 September 2012

Transaksi Mencurigakan Anggota Banggar Capai Miliaran Rupiah

Nominal transaksi mencapai miliaran rupiah dan dimiliki oleh anggota Banggar dari berbagai fraksi.

NASIONAL | 7 September 2012

Deradikalisasi Berjalan, Begitupun Regenerasi Teroris

Terjadi pergeseran modus para pelaku teror

NASIONAL | 7 September 2012

Soal DPR Jadi Target Teroris, Ansyaad Mbai Berdalih Hanya Melaporkan

Sudah tiga kali pihak pelaku teror melakukan pemetaan kompleks Parlemen tersebut

NASIONAL | 7 September 2012

Hadiri KTT APEC, Presiden SBY Bertolak Menuju Rusia

Rencananya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara lain.

NASIONAL | 7 September 2012

Sejarawan : Ulama Jangan Pertajam Konflik

Ulama yang ada di Tanah Air banyak yang kurang mengerti dengan kondisi yang terjadi di masyarakat

NASIONAL | 7 September 2012

250 Kader Partai Demokrat Kota Yogyakarta Mundur

Alasan pengunduran diri karena mereka merasa tidak nyaman lagi bergabung di PD.

NASIONAL | 7 September 2012

Desakan Selamatkan Rawa Tripa Juga Gunakan Petisi Online

Kalau sampai 10.000 tanda tangan, maka akan di-print

NASIONAL | 7 September 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS