Nama Puan Maharani belum Menjual di Publik
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Nama Puan Maharani belum Menjual di Publik

Minggu, 7 Oktober 2012 | 18:01 WIB
Oleh : B1

Puan Maharani, putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas merupakan nama yang termasuk diembuskan partainya sebagai bakal calon presiden/wapres 2014.

Meski PDIP mulai memunculkan peran Puan lebih luas ke publik, tidak demikian menurut penilaian para ahli melalui survei yang dilakukan Pol-Tracking Institute yang diumumkan hari ini.

"Puan Maharani yang merupakan turunan Megawati belum memberikan pengaruh signifikan," demikian Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yudha AR di Jakarta, Minggu (7/10).

Dari 35 nama calon muda yang menjadi objek survei, lima nama berasal dari PDIP yaitu Joko Widodo, Pramono Anung Wibowo, Budiman Sudjatmiko, Maruarar Sirait dan Puan Maharani.

Dari 13 aspek yang dinilai oleh seratus responden berkategori pakar, akademisi dan aktivis, nama Puan di bawah rekan-rekannya. Hanya pada aspek penerimaan partai lah Puan Maharani mengungguli Budiman dan Maruarar, namun masih di bawah Joko Widodo dan Pramono Anung.

Sedangkan pada 12 aspek yang lain, nama Puan selalu di bawah empat kader partainya itu.

Dalam survei itu, Joko Widodo selain mendapat ranking paling bagus dari 13 aspek yang disurvei lembaga ini juga dianggap sebagai tokoh yang tudak hanya paling diterima publik namun juga partai politik. Gubernur DKI Jakarta terpilih ini dicatat sebagai tokoh seimbang.

Pol-Tracking sendiri menyatakan mereka mengeluarkan survei ini untuk memberikan alternatif calon potensial pada pemilu dua tahun mendatang. Pasalnya di luar nama yang digadang-gadang partai dianggap masih banyak calon potensial.

"Garis partai politik masih mengajukan nama-nama lama," kata Agung Baskoro, salah seorang peneliti lembaga itu.

Padahal, menurutnya, publik sudah mulai jenuh dengan figur yang bolak-balik dijagokan partai namun tak menyumbang perubahan. Dia mengatakan, pihaknya memang sengaja membatas responden hanya pada pakar karena mereka ini dianggap paling mengikuti dan mengetahui perkembangan politik. Hasil penilaian para pakar itu kemudian bisa dijadikan informasi bagi publik luas.

Tigapuluh lima nama yang dinilai oleh seratus pakar dan para intelektual yang berasal dari nonpartai politik (parpol) dan parpol itu yakni, Joko Widodo, Anies Baswedan, Sri Mulyani Indrawati, Pramono Anung Wibowo, Anas Urbaningrum, Khofifah Indar Parawansa, Anis Matta, Priyo Budi Santoso, Lukman Hakim Saifudin, Ferry Mursyidan Baldan, Budiman Sudjatmiko, Chairul Tandjung, Sandiaga Uno, Luhfi Hasan Ishaaq, Gita Wirjawan, Yuddy Chrisnandy, Fadli Zon, Tifatul Sembiring, Irman Gusman, Jeffrie Geovanie, Romahurmuziy, Andi Mallarangeng, Idrus Marham, Yenny Wahid, Zulkifli Hasan, Fadjroel Rahman, Maruarar Sirait, Harry Tanoesoedibjo, Muhaimin Iskandar, Taufik Kurniawan, Puan Maharani, Ahmad Muzani, Rizal Mallarangeng, Akbar Faisal, dan Patrice Rio Capella.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: SBY Lebih Sigap Tanggapi Video Seks Ariel

Dua hari berselang puncak sengketa antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Presiden SBY belum angkat bicara.

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Pakar Hukum: KPK Halangi Penyidikan Polri Terkait Novel

Pakar hukum pidana Chairul Huda berpendapat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghalang-halangi proses penyidikan polisi terkait kasus dugaan penganiayaan dengan tersangka penyidik KPK Kompol Novel Baswedan.

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Sudi: SBY tidak Perlu Lapor ke LSM soal Kebijakan KPK vs Polri

Presiden akan menggelar jumpa pers pada Senin (8/10) malam atau Selasa (9/10).

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Kompol Novel Curhat di Facebook

Media sosial masih menjadi andalan seseorang untuk mencurahkan isi hatinya.

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Selama September, Gunung Lokon Meletus 41 Kali

Gunung Lokon, Sulawesi Utara, kembali meletus dan mengeluarkan dentuman keras yang terdengar hingga enam kilometer dari puncak kawah Tompaluan.

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Demokrat dan NasDem Paling Berpotensi Usung Capres Muda

Partai Demokrat dan Partai NasDem dinilai sebagai dua partai yang paling potensial menerima kandidat-kandidat muda untuk pemilihan presiden 2014 mendatang.

NASIONAL | 7 Oktober 2012

VIDEO: KPK Tak Bakal Serahkan Novel Baswedan

"Fakta-fakta setelah kami melakukan penelitian, Novel Baswedan tidak pernah melakukan perbuatan yang disangkakan. Karena itu, KPK akan melindungi sepenuhnya Novel Baswedan."

NASIONAL | 7 Oktober 2012

VIDEO: Dipo: SBY Tak Perlu Atasi Polemik KPK-Polri

"Tidak semua masalah harus diselesaikan oleh Presiden. Presiden sudah memiliki menteri yang dapat membantunya."

NASIONAL | 7 Oktober 2012

VIDEO: Besok, SBY Buka Suara Soal Polemik KPK-Polri

"Pak Presiden telah meminta masukan untuk mengatasi masalah ini. Beliau akan memberikan arahan langsung besok."

NASIONAL | 7 Oktober 2012

Belum Ada Pertemuan Kapolri dan Ketua KPK Terkait Novel

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto sebelumnya mengatakan Kapolri dan Ketua KPK akan mengadakan pertemuan paling cepat pada hari ini

NASIONAL | 7 Oktober 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS