Lem Aibon Masih Banyak Digunakan Pelajar untuk Mabuk
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Lem Aibon Masih Banyak Digunakan Pelajar untuk Mabuk

Selasa, 12 Februari 2013 | 01:53 WIB
Oleh : Ardi Mandiri / B1

"Kami menerima sejumlah laporan dari orang tua murid dan pihak sekolah yang sering mendapati anak didiknya 'ngaibon."

Muntok - Badan Narkotika Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menyatakan lem "aibon" atau lem sintetis berwarna kuning mengancam pelajar setempat karena sering disalahgunakan untuk mabuk.

"Kami menerima sejumlah laporan dari orang tua murid dan pihak sekolah yang sering mendapati anak didiknya 'ngaibon", ini perlu tindakan antisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa," ujar Pelaksana Harian BNK Kabupaten Bangka Barat, Agus Sunawan di Muntok, Senin.

Menurut dia, "ngaibon" atau menghisap lem adhesiv warna kuning merupakan salah satu penyalahgunaan narkoba masuk kategori zat adiktif, yang butuh perhatian ekstra karena barang tersebut mudah didapat dan dijual bebas di toko.

Ia menjelaskan, meskipun lem aibon bukan termasuk narkoba golongan berat seperti ganja, sabusabu, heroin dan ekstasi, namun tetap harus diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat karena lem itu menyebabkan kecanduan dan efek samping.

"Pada saat kami melakukan kunjungan ke Kecamatan Jebus dan Parittiga, kami banyak menerima laporan dari orang tua murid dan guru mengenai temuan kasus yang sering dijumpai di daerah itu," kata dia.

Selain itu, kata dia, beberapa waktu lalu ada pihan sekolah tingkat pertama di Kecamatan Muntok yang melaporkan kasus sejenis.

Menurut dia, kasus pelajar mengkonsumsi aibon di Kabupaten Bangka Barat sudah termasuk kategori mengkhawatirkan dan sebaiknya segera dilakukan tindakan tegas dari seluruh elemen masyarakat, terutama kepedulian orang tua dalam memperhatikan perkembangan anak-anaknya.

Dari BNK Bangka Barat sendiri, kata dia, pada tahun ini akan melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di seluruh sekolah yang ada di Bangka Barat yang jumlahnya mencapai 191 sekolah, terdiri dari 20 unit sekolah tingkat atas, 39 unit sekolah tingkat pertama dan 132 unit sekolah tingkat dasar yang tersebar di enam kecamatan.

"Jadwal sedang kami susun, kami perkirakan program ini bisa dimulai sekitar minggu depan dan rencananya setiap sekolah menerima satu kali sosialisasi," ujarnya.

Pihak sekolah, kata dia, menyambut baik rencana tersebut dan mereka sudah siap untuk menyediakan dua jam khusus untuk menerima sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari petugas BNK.

"Yang masih menjadi kendala kami selama ini, belum adanya petugas penyuluh yang bersertifikat, dua orang penyuluh yang ada belum pernah mendapat pelatihan sehingga mereka memberikan sosialisasi secara otodidak," katanya.

Menurut dia, petugas penyuluh ideal untuk memberikan pelayanan di seluruh daerah itu minimal enam orang penyuluh berseretifikat sehingga lebih efektif dan lebih banyak turun ke seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok.

"Untuk kasus narkoba dari 2008 hingga 2012 belum pernah ada kasus narkoba yang melibatkan pelajar, namun untuk kasus pelajar ngaibon sudah banyak karena sebagian besar pelajar yg "ngaibon" tidak tahu kalo lem itu termasuk bahan adiktif berbahaya dan memiliki efek samping kecanduan," kata dia.

Sumber:Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pascakemunduran Paus, Umat Kristiani Diminta Tidak Gelisah

"Benar, Paus mengumumkan pengunduran dirinya yang disampaikan langsung oleh beliau. Tapi, umat tidak perlu gelisah."

NASIONAL | 12 Februari 2013

Amien Rais: PAN-Gerindra Belum Koalisi

"Masih terlalu awam koalisi Gerindra dan PAN. Saat ini belum ada koalisi."

NASIONAL | 11 Februari 2013

Taufik Kiemas: Wajar Yudhoyono Benahi Demokrat

"Wajar kalau dia membenahi partainya."

NASIONAL | 11 Februari 2013

Demokrat Diminta Buka Laporan Keuangan 2010-2011

"Memerintahkan kepada termohon (DPP Partai Demokrat) untuk menyerahkan informasi tersebut kepada pemohon (ICW) dalam waktu 10 hari kerja sejak putusan diterima oleh termohon."

NASIONAL | 11 Februari 2013

Sjafrie : Inpres Penanganan Konflik Bukan Bentuk Militerisasi Baru

Menurutnya, Inpres tersebut tidak penambahan kewenangan bagi pemerintah daerah, aparat Kepolisian, maupun TNI di daerah. Apabila dibutuhkan peran TNI, militer tidak serta-merta bertindak karena harus terlebih dahulu dianalisis tingkat kerawanannya.

NASIONAL | 11 Februari 2013

Rully Akui Pimpin Rapat Anggaran Komisi X

Tidak pernah ada pembahasan kontrak tahun jamak proyek Hambalang di Komisi X.

NASIONAL | 11 Februari 2013

Soal Hambalang, Koster dan Rully Kompak Katakan Komisi X Tak Dibahas Multi Years

Koster menduga pembahasan multi years anggaran Hambalang dilakukan di luar mekanisme di DPR.

NASIONAL | 11 Februari 2013

Sail Komodo 2013 Diundur Karena Bertepatan dengan Ulang Tahun SBY

Sesuai rencana, katanya, setelah tiba di Kota Kupang, peserta sail akan di bagi dalam dua jalur. Jalur pertama daratan Timor, Alor, Lembata, serta daratan Flores dan berakhir di Labuan Bajo. Jalur kedua Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, daratan Sumba dan Labuan Bajo sebagai destinasi utama

NASIONAL | 11 Februari 2013

Bawaslu Tunggu Pleno Respons KPU Soal PKPI

Sebenarnya KPU harus mengikuti dan melaksanakan putusan Bawaslu meloloskan PKPI ke pemilu 2014.

NASIONAL | 11 Februari 2013

Buntut Balas Dendam, Massa Bentrok di Timika

Situasi saat ini telah kondusif dan dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.

NASIONAL | 11 Februari 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS