Rumah Cimanggis Mulai Bersolek
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Rumah Cimanggis Mulai Bersolek

Rabu, 2 Januari 2019 | 13:33 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok- Pemerintah Kota Depok dan segenap elemen bertekad menjaga kelestarian Rumah Cimanggis. Rumah tua yang dibangun pada zaman Belanda yang sebelumnya tak terawat itu, kini telah dibersihkan dan mulai bersolek. Hal itu merupakan tindak lanjut dari penetapan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok Yelis Rosdiana menuturkan, kegiatan membersihkan Rumah Cimanggis merupakan inisiatif dari Disporyata agar keberadaan rumah yang telah berumur ratusan tahun itu tetap terlindungi dan tidak hancur.

"Kami inisiatif saja membersihkan rumah ini dari semak belukar dan tanaman liar. Kami bersihkan sejak November 2018 selama lebih kurang tiga pekan. Kami juga memasang papan nama cagar budaya di Rumah Cimanggis karena SK dari Pak Wali Kota kan sudah keluar," ujar Yelis kepada Beritasatu.com, Jumat (28/12).

Penetapan status cagar budaya Rumah Cimanggis tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 593/289/Kpts/Disporyata/Huk/2018. Rumah Cimanggis dinilai mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Lebih lanjut Yelis menuturkan, pembersihan Rumah Cimanggis ini juga sebagai upaya perlindungan dan penyelamatan. Disporyata tidak sendirian, ada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang menerjunkan Satgasnya dalam membersihkan Rumah Cimanggis.

Selain itu, Depok Heritage Community yang diketuai Ratu Farah Diba juga turut serta membersihkan Rumah Cimanggis.

"Ada lima orang anggota Satgas Dinas PUPR yang membersihkan Rumah Cimanggis. Saat membersihkan rumah ini kami mendapatkan 15 ekor ular. Namun, sekarang sudah aman. Tidak ada lagi ular berkeliaran di Rumah Cimanggis karena kini sudah terawat dan bersih," tutur Yelis.

Saat ini, tim dari Badan Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Banten masih terus melakukan kajian tentang bangunan cagar budaya.

"Nanti jika BPCB Banten selesai pengkajiannya, kami tinggal mengajukan untuk rehabilitasi yang anggarannya bersumber dariAPBN dari Kementerian Agama," tutur Yelis.

Ketua DHC Ratu Farah Diba menuturkan, pemasangan papan nama cagar budaya telah dilakukan sejak 6 Desember 2018. Hal ini dilakukan untuk melindungi bangunan dan ornamen rumah peninggalan Gubernur Jenderal Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Petrus Albertus van der Parra tersebut.

Selain itu, lanjut Ratu, saat ini Pemkot Depok juga telah melakukan kajian awal dengan melibatkan Peneliti bangunan bersejarah dari Universitas Indonesia perihal kondisi bangunan seluas 1.105 meter persegi tersebut.

Dosen dari Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kemas Ridwan Kurniawan menuturkan, Rumah Cimanggis menjadi penting karena telah berusia ratusan tahun. Rumah ini dibangun pada 1775-1778.

Bangunan Rumah Cimanggis, lanjut Kemas, merupakan sebuah country house bergaya Indische pada masa kolonial. Rumah yang diarsiteki David J Smith ini menjadi cikal bakal model bangunan Indische Woonhuis pada abad ke-19.

"Landhuis Tjimanggies ini bercirikan rumah gaya terbuka di Hindia Belanda dengan bagian interior yang memiliki unsur unsur gaya desain Louis XV yaitu gaya populer pada tahun 1717-1775 yang identik dengan High Renaissance dan Roccoco," papar Kemas.

Lebih lanjut Kemas memaparkan, Landhuis Tjimanggies dapat dikategorikan ke dalam Early Dutch Indies Country House (1750-1800). Namun lebih sesuai ke Indie Style Country House (1790-1820) karena serambinya yang mengelilingi bangunan rumah.

Jika dilihat dari kerusakan, maka teridentifikasi kerusakan pada bagian atap, lantai, ragam hiasan, pintu dan jendela. "Saat ini kerusakan paling parah pada bagian atap. Hampir seluruhnya sudah runtuh. Kayunya sudah lapuk dan runtuh karena angin," kata Kemas.

Solusinya, lanjut Kemas, bisa dilakukan dengan penggantian struktur atap dan pemasangan genteng baru. Adapun kerusakan pada bagian kaca jendela disebabkan karena kaca yang pecah akibat benturan dan ranting pepohonan. "Ini bisa diganti dengan pemasangan kaca baru," ujar Kemas.

Ragam hias seperti ornamen angin-angin juga mengalami kerusakan karena cat yang sudah pudar maka bisa dilakukan pengecatan ulang. Pun demikian untuk kusen jendela dan pintu yang juga membutuhkan pengecatan ulang.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, pada 2019 belum dialokasikan anggaran untuk revitalisasi Rumah Cimanggis. Pembangunan atau revitalisasi masih terkait dengan persetujuan pemilik lahan yakni Kementerian Agama.
"Saat ini belum ada sinyal positif dari pusat," ujar Idris.

Menurut wali kota, proses tersebut masih menunggu perampungan site plan dari pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang menjadi lokasi Rumah Cimanggis berada. Revisi dari site plan itu yang masih belum rampung. "Saat ini Depok belum punya otoritas. Nanti bisa diajukan kalau dibutuhkan sebagai wisata, contohnya," pungkas Idris.

Tepat
Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Banten Saiful Mujahid menuturkan, penetapan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya oleh Idris adalah hal yang tepat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menyebutkan bahwa kewenangan penetapan cagar budaya menjadi kewajiban pemerintah daerah di kabupaten/kota. Termasuk di dalamnya untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan.

"Jika pemerintah kabupaten/kota tidak sanggup maka bisa ada intervensi negara. Kami berharap bangunan ini bisa dimanfaatkan untuk kebaikan misalnya dijadikan museum atau destinasi wisata," ujar Saiful, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut diungkap dia, terdapat dua opsi untuk pelestarian Rumah Cimanggis, yakni revitalisasi dan pemugaran. Bila revitalisasi yang dipilih maka dapat disesuaikan dengan apa permohonan yang dimohonkan, apakah untuk museum ataukah destinasi wisata.

"Revitalisasi ini ada yang bisa ditoleransi. Misalnya atapnya harus asli, tetapi jika atapnya sudah rawan roboh maka bisa diberikan bahan apa yang sesuai. Namun, ini tidak boleh sembarangan. Harus ada kajiannya lebih dulu," papar Saiful.

Namun, lanjut Saiful, jika pemugaran maka terdapat perlindungan dan otensitas aslinya harus benar benar dijaga. Tidak boleh ada perubahan sedikit pun. Pemugaran juga harus didukung data dan dokumen yang valid dan juga tidak boleh diubah.

Rumah Cimanggis berlokasi di dalam kompleks pemancar RRI di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.
Beberapa waktu lalu, terjadi pencurian di rumah bersejarah ini. Angin-angin klasik di rumah ini dicuri oleh orang yang tak bertanggung jawab. Beruntung angin-angin ini bisa dikembalikan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Terlalu Banyak Rotasi Sebabkan Serapan APBD DKI 2018 Tak Capai Target

"Penyerapan rendah akibat kebijakan gubernur sendiri...melakukan rotasi pejabat eselon II," kata Gembong.

MEGAPOLITAN | 2 Januari 2019

Penyerapan APBD DKI 2018 Gagal Penuhi Target

Penyerapan anggaran mencapai angka Rp 61,59 triliun atau sekitar 82,03 persen, di bawah target 83%.

MEGAPOLITAN | 2 Januari 2019

Kontrak Tak Diperpanjang, Petugas PPSU di Jakut Nekat Minum Racun

Korban sudah bekerja sejak 2016 sebagai anggota PPSU Kelurahan Semper Barat.

MEGAPOLITAN | 2 Januari 2019

Tim Khusus Diterjunkan Ungkap Tewasnya Bripka Matheus

Tim khusus gabungan Polresta Depok dan Polda Metro Jaya diterjunkan menyelidiki kematian Bripka Matheus di lokasi parkiran TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Polisi Terjunkan Anjing Pelacak Ungkap Kematian Bripka Matheus

Tim gabungan Polresta Depok dan Polda Metro Jaya pada Selasa (1/1), menerjunkan anjing pelacak untuk mengungkap kematian Bripka Matheus.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Libur Tahun Baru, Monas Jadi Destinasi Favorit

Pengunjung sebagian besar datang bersama keluarga.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Polresta Depok Belum Tahu Bripka Matheus Dibunuh atau Bunuh Diri

Matheus meninggal dengan luka tembak pada bagian kepala.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Pemkot Tangerang Bangun Pusat Oleh-oleh Sekitar Bandara

Gedung pusat oleh-oleh tersebut akan menggunakan bekas Gedung SDN Rawa Bokor.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Jumlah Pelanggan Transjakarta Naik 31,7%

Armada bus Transjakarta telah melayani sebanyak 189,77 juta pelanggan.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019

Anies Apresiasi Kerja PPSU Bersihkan Monas

Jumlah masyarakat yang berkumpul dalam momen pergantian tahun mencapai 362.000 orang.

MEGAPOLITAN | 1 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS