Dengan ETLE, Kapolda Harapkan Kecelakaan Turun 40%
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Dengan ETLE, Kapolda Harapkan Kecelakaan Turun 40%

Jumat, 2 Agustus 2019 | 13:12 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, berharap penerapan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) mampu menekan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Kapolda berharap kecelakaan akan turun 40%.

"Harapannya ke depan dengan ETLE, kecelakaan lalu lintas bisa berkurang, pelanggaran bisa berkurang dan masyarakat bisa tertib berlalu lintas," ujar Gatot, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/8/2019).

Gatot mengatakan, pada mulanya ETLE diterapkan, hanya ada dua kamera yang dipasang di dua titik, di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal November 2018 lalu. Fungsinya masih terbatas untuk pelanggaran rambu lalu lintas dan marka jalan.

"Kemudian, dikembangkan terus menjadi 12 titik di kawasan Thamrin dan Sudirman. Selain pelanggaran rambu dan marka, kita bisa ketahui (sekarang) mereka yang tidak menggunakan seat belt dan handphone (terekam kamera). ETLE juga berfungsi untuk mengetahui kendaraan yang melanggar milik siapa," ungkap Gatot.

Menurut Gatot, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta, ke depan akan mengembangkan penggunaan ETLE agar pelanggaran dapat terus ditekan sehingga mampu meminimalisasi angka kecelakaan.

"Kita ketahui kecelakaan lalu lintas diawali pelanggaran lalin. Apalagi data kecelakaan terjadi peningkatan setiap tahun, rata-rata di atas 5.000, korban yang meninggal di atas 500, belum lagi korban yang luka berat. Kita berharap dengan adanya ETLE angka kecelakaan berkurang 40 persen" kata Gatot.

Gatot mengungkapkan, ada lima faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran lalu lintas yakni, petugas, masyarakat, sarana dan prasarana, regulasi, dan budaya masyarakat.

"Budaya masyarakat kan kadang-kadang ingin menerobos cepat sehingga terjadi pelanggaran lalu lintas. Itulah yang menjadi awal kecelakaan lalu lintas. Kalau itu pelanggaran bisa diminimalisasi, angka kecelakaan bisa ditekan," jelasnya.

Gatot menegaskan, penerapan ETLE bisa mengubah budaya tertib berlalu lintas, termasuk perilaku anggota di lapangan.

"Merubah semua, termasuk mengubah perilaku anggota kita Polri di lapangan. Bahkan, saya sudah perintahkan kepada pak Dirlantas ini coba dibuat satu rencana ke depan itu, anggota patroli polisi kita kan ada dua, satu Sabhara, satu Lantas. Jadi ketika berinteraksi dengan masyarakat ini akan terkoneksi. Jadi kalau dia macam-macam, ada nego-nego akan terekam. Kan tersosialisasi dengan baik, masyarakat juga akan berpikir ini terekam semua saya nggak berani macam-macam. Ini juga mengubah perilaku. Diharapkan masyarakat menjadi lebih tertib, tidak melanggar, dan mengurangi sentuhan antara petugas polisi dan masyarakat. Itu juga bisa mengurangi perilaku oknum di lapangan yang menjadi komplain masyarakat," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemakan Kucing Jadi Tersangka

Polisi belum memutuskan apakah tersangka harus menjalani pemeriksaaan kejiwaan atau tidak.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2019

WOM Finance Bagikan Kaki dan Tangan Palsu untuk Masyarakat Kurang Mampu

WOM Finance memberikan bantuan kaki dan tangan palsu karena masih banyak masyarakat yang tidak mampu untuk membeli.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2019

Dua Pencari Suaka Terindikasi Lakukan Praktik Prostitusi

Dua orang pencari suaka dari Afghanistan terindikasi melakukan praktik prostitusi setelah terjaring razia gabungan dipimpin Satpol PP Pemprov DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

Pemasok Ganja Aktor Jefri Nichol Ditangkap

Tersangka HR berprofesi sebagai dokter, sementara AK merupakan seorang desainer.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

Denny Indrayana Batal Jadi Kuasa Hukum Pemprov DKI

Kantor pengacara Denny Indrayana Integrity, batal menjadi kuasa hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam banding gugatan Pulau H.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

12.000 Personel Gabungan Amankan Laga Persija vs Arema

Polisi akan melakukan pengamanan terhadap pemain dan offisial kedua kesebelasan.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

Polusi Udara Jakarta, Presiden Serahkan ke Gubernur

Presiden Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengatasi polusi udara di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

DKI Digugat Empat Pengembang Reklamasi

Empat pengembang pulau reklamasi sekaligus mengajukan gugatan terhadap Pemprov DKI Jakarta ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

Pakar: Atasi Polusi Jakarta Butuh Gubernur yang Berani

Penanganan polusi di Jakarta membutuhkan keberanian dari gubernurnya untuk mengeluarkan kebijakan yang mampu memaksa masyarakat peduli terhadap lingkungan.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019

Gugat Pemerintah, Gerakan Ibu Kota Tuntut Udara Bersih

Tim Advokasi Gerakan Ibu Kota Ayu Eza Tiara menyebut dalam tiga tahun terakhir, Jakarta selalu masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS