Pengamat: Tak Tepat Ganjil Genap Diterapkan saat Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pengamat: Tak Tepat Ganjil Genap Diterapkan saat Pandemi Covid-19

Senin, 3 Agustus 2020 | 23:13 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kebijakan ganjil genap dibuat bukan untuk keadaan darurat atau bencana kesehatan pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Kebijakan ganjil genap dibuat untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi agar tidak macet pada masa normal.

"Tidak ada hubungan antara penanganan penularan pada masa pandemi Covid-19 dengan kebijakan ganjil genap. Karena ganjil genap adalah untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, bukan untuk mengendalikan pergerakan orang di Jakarta. Juga kebijakan ganjil genap itu adalah produk strategi pengendalian yang dilahirkan pada masa normal. Salah jika Pemprov DKI Jakarta ingin tetap menerapkan kebijakan ganjil genap pada masa pandemi Covid-19," tutur Azas.

Dikatakan, persoalan kemacetan di Jakarta saat pandemi Covid-19 disebabkan tidak seimbangnya antara ketersediaan dengan permintaan penggunaan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya.

Para pekerja di Jakarta, kata Azas, banyak juga yang bertempat tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

"Memang terjadi lonjakan penggunaan kendaraan pribadi ke Jakarta, dan di Jakarta karena ketersediaan pasokan layanan angkutan umumnya kurang, sementara jumlah penggunanya lebih tinggi," papar Azas.

Tidak seimbangnya supply dan demand ini, menurut Azas, disebabkan karena masyarakat masih takut menggunakan angkutan umum. Masa-masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang takut mengunakan layanan angkutan umum.

Ketakutan ini, kata Azas, sangat mendasar karena trauma terjadi penumpukan atau kerumunan pengguna dan tidak sehatnya fasilitas publik yang ada.

"Akhirnya masyarakat lebih percaya dan lebih merasa sehat menggunakan kendaraan pribadinya seperti motor dan mobilnya," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, juga terjadi pelanggaran operasional perkantoran di Jakarta. Saat PSBB masa transisi sekarang ini banyak perkantoran atau perusahaan yang memperkerjakan pekerjanya 100%, melanggar aturan pembatasan Pergub Nomor 51 Tahun 2020.

Kedua penyebab ini, kata Azas, bisa jadi yang membuat Jakarta jadi sangat macet walau masih pada masa pandemi Covid-19.

"Berarti menerapkan kebijakan ganjil genap pada masa pandemi Covid-19 ini tidak ada hubungannya dengan upaya untuk menurunkan kasus positif atau mencegah penyebaran Covid-19. Justru penerapan ganjil genap ini kemungkinan akan menimbulkan area baru penyebaran Covid-19 seperti di angkutan umum atau sarana publik lainnya," tegas Azas.

Apalagi, lanjut dia, saat ini didapatkan bahwa di perkantoran di Jakarta menjadi area baru penyebaran Covid -19. Berarti memang telah terjadi pelanggaran kapasitas pekerja dan waktu kerja di perkantoran di Jakarta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov DKI: Tujuan Ganjil Genap Berbeda saat Kondisi Normal dan Pandemi Covid-19

Sistem ganjil genap bertujuan memindahkan orang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum atau publik.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Ahmad Sahroni Center Kurban 35 Ekor Sapi 3 Hari Berturut-turut

20 ribu paket daging kurban yang dibagikan ke warga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Hari Pertama Ganjil Genap, KCI Sebut Pengguna KRL Relatif Stabil

KCI telah mengoperasikan 971 perjalanan per hari.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

50 Kali Curi Sepeda Motor, Bandit Bersenpi Dibekuk Polisi

Polisi turut menyita senjata api rakitan jenis revolver, satu butir peluru, beberapa kunci, dan dua unit sepeda motor pada saat penangkapan.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Pemkot Bogor Batasi Aktivitas Perkantoran

Pemkot Bogor memberlakukan pembatasan jumlah ASN yang bekerja di kantor atau work from office (WFO), terhitung mulai Selasa besok, 4 Agustus 2020

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Ombudsman DKI: Sistem Ganjil Genap Bukan Solusi

Pemberlakukan sistem ganjil genap dikhawatirkan bakal memunculkan klaster transmisi Covid-19 ke transportasi publik.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

BPTJ Kurangi Layanan Bus Gratis bagi Pengguna KRL

Bus gratis tetap dipertahankan hingga akhir tahun 2020, namun keberadaannya secara bertahap akan dikurangi.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Pemkot Tangerang Jamin Pemeriksaan Covid-19 di Faskes di Tangerang Gratis

Liza mengimbau kepada warga yang merasakan keluhan seperti penderita covid-19, untuk segera memeriksakan diri.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Tangkap 2 Kurir, Polisi Sita 131 Kilogram Sabu di Cipulir

Penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu itu dikirim menggunakan truk yang mengangkut batu bata.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020

Polda Metro Ungkap 12 hingga 20 Kasus Narkoba Setiap Harinya

Polda Metro Jaya terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba.

MEGAPOLITAN | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS