Marak Tawuran, Polisi Tingkatkan Sosialisasi dan Penegakan Hukum
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Marak Tawuran, Polisi Tingkatkan Sosialisasi dan Penegakan Hukum

Selasa, 4 Agustus 2020 | 19:18 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Peristiwa tawuran marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya belakangan ini. Merespons hal itu, Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek jajaran akan meningkatkan tindakan preemtif berupa sosialisasi untuk mencegah perkelahian massal itu tidak terjadi. Selain itu, penegakan hukum bagi pelakunya.

"Terus kita lakukan sosialisasi dilakukan tiga pilar. Bhabinkamtibmas, kapolsek terus memberikan tindakan preemtif, imbauan-imbauan kepada pelajar agar tidak selalu melakukan tawuran," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (4/8/2020).

Dikatakan Yusri, polisi telah memetakan sejumlah tempat atau wilayah yang rawan tawuran untuk melakukan pengawasan serta pencegahan.

"Ada beberapa tempat yang dimapping dalam hal ini daerah Jakarta Timur dan Bekasi, ini terus. Kita tidak pernah henti-hentinya memberikan imbauan kepada para pelajar maupun masyarakat, khususnya pendekatan kepada yang memang sering tawuran," ungkapnya.

Menyoal penegakan hukum, Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu telah membentuk tim khusus antisipasi begal, premanisme, termasuk tawuran. Polisi bakal terus melakukan penegakan hukum bagi pelaku tawuran. "Tim terus bergerak, timsus belum dibubarkan. Pertama masalah begal, premanisme, dan juga tawuran," katanya.

Diketahui, setidaknya terjadi tiga aksi tawuran dalam kurun satu pekan belakangan, di wilayah Bekasi, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Berdasarkan catatan, seorang pemuda GSNB (17), meninggal dunia akibat dibacok celurit dalam peristiwa tawuran, di depan Pasar Lama Jalan Raya Hankam, Jati Rahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Minggu (2/8/2020).

Kronologi kejadian bermula ketika korban dan pelaku pembacokan berinisial MSF (16) yang sebelumnya pernah bentrok, sepakat dan janjian lagi untuk menggelar tawuran. Selanjutnya, korban dan tujuh temannya datang menggunakan tiga sepeda motor, sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi.

Sesampainya di TKP, korban dipanggil oleh pelaku dan korban langsung menghampiri serta menyerang pelaku dengan menggunakan celurit. Kemudian, tawuran antar-kelompok pecah di lokasi. Pada saat tawuran celurit korban berhasil direbut oleh pelaku, kemudian pelaku langsung membacok dan mengenai paha korban sebelah kiri.

Korban sempat dibawa teman-temannya ke Rumah Sakit Haji Jakarta Timur. Namun, karena banyak mengeluarkan darah akhirnya korban meninggal dunia.

Seusai menerima laporan peristiwa tawuran itu, polisi kemudian mencari pelaku pembacokan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku MSF sekitar pukul 06.30 WIB.

Pada hari yang sama, peristiwa tawuran antar-kelompok juga pecah di Jalan Budi Mulia, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara. Bentrokan antara geng B4 dengan Holywood itu, menyebabkan satu orang berinsial EM meninggal dunia akibat kehabisan darah setelah mengalami luka bacok di paha. Sedangkan, dua rekannya mengalami luka-luka.

Pasca-tawuran itu polisi menangkap delapan orang pelaku, empat diantaranya berusia di bawah umur. Para pelaku yang dibekuk yakni, FR (17), AL (17), MLD (17), N (14), OA (18), CAN (18), ES (18), dan W (30). Sementara dua orang lainnya ML dan MD masih dalam pengejaran.

Peristiwa tawuran juga terjadi di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kapolsek Johar Baru Kompol Supriadi mengatakan, belum diketahui apa penyebab atau motif tawuran antar-warga itu. Namun, memang dari zaman dulu warga antar-gang atau antar-RT sudah saling serang.

"Gara-garanya kami belum tahu. Cuma dari zaman dahulu saling serang. Kami tidak tahu motivasinya apa," katanya.

Supriadi mengungkapkan, polisi sudah melakukan pengawasan di lokasi itu, dengan membangun posko pengamanan untuk mengantisipasi tawuran. Namun, warga mencari celah kelemahan petugas. Mereka tawuran ketika polisi tidak melakukan penjagaan, bahkan posko dirusak.

"Tenda yang kita pasang. Kita pasang untuk pos kami jaga di sana. Antisipasi. Cuma saat kejadian itu, kami tidak ada di lokasi. Mereka juga pintar, kalau ada polisi mana mau dia tawuran. Mereka mencari kelengahan kami saat kami sedang tidak di lokasi. Karena kami tidak meng-cover hanya satu titik. Lokasi di Johar Baru ini kan sering kejadian tawuran, tidak satu titik saja. Kadang-kadang kami fokus di sini, ternyata ada di sana," jelasnya.

Dia mengimbau, kepada RT/RW agar berperan serta mencegah aksi tawuran antarwarga karena bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami siagakan anggota polisi di titik rawan tawuran. Kami juga meminta bantuan Polda untuk hal itu. Gunanya untuk memback up Polsek. Kami patroli tiga pilar," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wali Kota Ajukan Penangguhan Penahanan 5 ASN Kota Bogor Korupsi Rp 17 M

Wali Kota Bogor Bima Arya berinisiatif mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap lima ASN yang menjadi tersangka korupsi Rp 17, 5 miliar.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Sediakan 244 Titik Internet Gratis untuk Belajar Daring

Pemkot Bekasi telah menyediakan 244 titik internet gratis yang dapat digunakan para siswa yang tengah menempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ).

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka di 6 Sekolah

Mulai pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di enam sekolah.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Gedung DPRD Ditutup Akibat Covid-19, Rapat Reklamasi Ancol Batal

Mereka juga sempat mencoba rapat melalui Zoom.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Ganjil Genap Dinilai Mempersulit Warga Penuhi Kebutuhan Hidup

Kebijakan ganjil genap dinilai semakin mempersulit masyarakat terutama dalam memperbaiki ekonominya.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Semua Anggota DPRD DKI Akan Jalani Tes Usap

Hadameon mengatakan, tes swab bagi anggota dewan itu dilakukan per fraksi. Tes dilakukan di lingkungan DPRD DKI.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Disnakertrans DKI Tutup Sementara 25 Perusahaan

Selain penutupan sementara, sebanyak 389 perusahaan diberi peringatan pertama. Sedangkan 101 perusahaan lainnya mendapatkan peringatan kedua.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Anggota Sindikat Pencuri 1.400 Motor di Tangerang Dibekuk

Jajaran Polresta Kabupaten Tangerang membongkar sekaligus menangkap 2 orang pelaku yang diduga bagian dari sindikat pencuri kendaraan bermotor.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Hari Pertama Ganjil Genap, 369 Pelanggar Ditegur

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menegur 369 pelanggar aturan pada hari pertama pemberlakuan kembali sistem ganjil genap, Senin (3/8/2020).

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Kota Bogor Diperpanjang Hingga September

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) hingga September 2020.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS