Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI Bakal Terkena Sanksi Progresif
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.22)   |   COMPOSITE 4934.09 (30.11)   |   DBX 924.804 (2.98)   |   I-GRADE 130.838 (0.67)   |   IDX30 413.425 (2.85)   |   IDX80 108.094 (0.75)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.57)   |   IDXG30 115.379 (0.99)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.78)   |   IDXQ30 120.916 (0.8)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.94)   |   IDXV30 102.468 (0.86)   |   INFOBANK15 776.883 (5.92)   |   Investor33 360.093 (2.51)   |   ISSI 144.765 (0.8)   |   JII 523.909 (2.81)   |   JII70 177.568 (0.96)   |   KOMPAS100 966.07 (6.52)   |   LQ45 756.376 (5.64)   |   MBX 1366.8 (8.92)   |   MNC36 270.277 (1.78)   |   PEFINDO25 258.891 (1.44)   |   SMInfra18 233.321 (1)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.81)   |  

Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI Bakal Terkena Sanksi Progresif

Jumat, 7 Agustus 2020 | 23:59 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyusun aturan terkait sanksi progresif terhadap pelanggar protokol kesehatan. Sanksi ini akan diterapkan pada pelaku yang melanggar protokol kesehatan secara berulang.

"Pokoknya ada aturan progresif, lagi dikaji dan lagi disusun," ujar Kepala Satpol PP saat dihubungi, Jumat (7/8/2020).

Arifin mengatakan, Pemprov DKI terus mengkaji ketentuan sanksi yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

Menurut Arifin, Pergub 51/2020 bisa saja direvisi untuk mengatur lagi terkait sanksi progresif secara detail.

"Kan yang mengatur tentang sanksi itu kan di Pergub 51, akan ada evaluasi berkaitan dengan ketentuan progresif," tandas dia.

Arifin mencontohkan, sanksi progresif terhadap pelanggar protokol kesehatan adalah denda terhadap pelanggar penggunaan masker. Dalam Pergub 51/2020, pelanggar penggunaan masker dikenai denda Rp 250.000. Jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran berulang (tidak pakai masker) maka sanksi dendanya naik menjadi Rp 500.000.

"Jadi tidak semua orang kena sanksi progresif, itu hanya berlaku kepada (pelanggar) yang mengulang kesahalanya," ungkap dia.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan sistem aplikasi untuk bisa mengetahui seseorang melakukan pelanggaran secara berulang. Selama ini, tutur dia, pelanggaran orang dicatat secara manual oleh petugas.

"Sekarang kalau ada aplikasi misal difoto itu nanti di HP keluar datanya kalau memang dia sudah pernah dikasih sanksi, ada alertnya (pemberitahuannya) bahwa yang bersangkutan sudah pernah kena sanksi. Nah kayak gitu baru kena sanksi progresif," terang dia.

Menurut Arifin, kalau perubahan nilai sanksi denda, misalnya dari Rp 250.000 menjadi Rp 500.000, mau tidak mau harus diatur dalam bentuk Peraturan Gubernur. Sementara jika hanya terkait perubahan lamanya waktu sanksi kerja sosial, bisa diatur dalam keputusan Satpol PP atau dinas terkait.

Apalagi, kata Arifin, Pergub 51/2020 tidak mengatur lamanya waktu sanksi kerja sosial. Dalam praktik di lapangan, pihaknya biasanya memerintahkan pelanggar menjalankan sanksi kerja sosial selama 1 sampai 2 jam.

"Orang yang kedapatan mengulangi kesalahan, dia bisa 2 kali lipat (sanksi kerja sosial) dari yang awal, bisa jadi setengah hari dia suruh kerja, apalagi menjelang musim penghujan, ya nanti kerjanya bersih-bersihin saluran air, masuk lumpur," pungkas dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhanah mengatakan, aturan sanksi progresif sedang disusun. Bersamaan dengan itu, kata Yayan, Pemprov juga melakukan evaluasi atas penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Pergub 51/2020.

"(Sanksi progresif) Sedang proses penyusunan sambil evaluasi sanksi yang selama ini sudah dilaksanakan. Berjalan pararel saja (termasuk persiapan sistem aplikasi untuk mengetahui pelanggar berulang)," terang Yayan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Imbas Klaster Perkantoran DKI, Depok Kembali Masuk Zona Merah

Kota Depok kembali termasuk zona merah Covid-19 dikarenakan imbas dari kasus klaster perkantoran di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Pabrik Plastik Terbakar, Api Diduga Berasal dari Gedung Penyimpan Thinner

Pabrik Interplex Perdana di kawasan industri Bogorindo terbakar. Api diduga berasal dari gedung yang menyimpan cairan "thinner".

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Paket Bansos Presiden Masih Terbengkalai di Stadion Patriot Bekasi

Pemkot ternyata Bekasi masih menyimpan ribuan kantong berisi sembako yang merupakan bansos dari Presiden Jokowi di Stadion Patriot Candrabhaga .

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

PKS Kritik Kebijakan Ganjil Genap PSBB Transisi

Fraksi PKS DPRD DKI mengkritik keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan yang kembali memberlakukan ganjil genap pada masa PSBB Transisi.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Pasokan Air Jakarta Terganggu 2 Hari, Warga Diimbau Isi Bak Kosong

Pasokan air Palyja kepada pelanggan akan mengalami gangguan selama 2 hari, mulai hari Sabtu (8/8/2020) hingga Minggu (9/8/2020).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

DKI Bahas Kemungkinan Ganjil Genap Berlaku Sehari Penuh

Kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor polisi ganjil dan genap bisa berlaku selama sehari penuh tanpa adanya pembagian waktu seperti saat ini.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Pabrik di Kawasan Industri Sentul Terbakar

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2020).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

DKI Catat Rekor Harian Penambahan Positif Covid-19

DKI mencatatkan rekor penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 658 Kasus, Jumat (7/8/2020).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Polisi Minta PN Tangerang Tunda Eksekusi Lahan

Kapolres Metro Kota Tangerang PN Tangerang untuk menunda eksekusi lahan yang memicu bentrok antar dua ormas di Kecamatan Pinang.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Ganjil Genap Tingkatkan Jumlah Penumpang Angkutan Umum

Penerapan ganjil genap saat ini berbeda dengan sebelum virus corona merebak di Ibukota.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS