Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI Minta Gugus Tugas RW Tingkatkan Kinerja
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI Minta Gugus Tugas RW Tingkatkan Kinerja

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 01:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Bogor, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berharap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat RW meningkatkan kinerja dan mengambil langkah berani untuk memutus penyebaran virus tersebut. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat di DKI Jakarta.

Apalagi, kata Ariza, sampai masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I tahap III saat ini, Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Kepada kita semua bapak/ibu di tingkat gugus tugas RW bersama jajarannya, bahwa kita membutuhkan peran yang lebih baik lagi sebagai pemerintah untuk mendukung berbagai upaya menanggulangi Covid-19 ini. Sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur di berbagai kesempatan, agar kita bisa terus meningkatkan kinerja kita dalam menekan virus corona,” ujar Wagub Ariza saat
memberikan arahan serta evaluasi terhadap kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat RW, melalui pertemuan virtual dari kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020).

Menurut Ariza, selain masalah ekonomi dan kesehatan, Gugus Tugas juga perlu mempertimbangkan permasalahan sosial dan keamanan. Antisipasi dan deteksi dini, kata dia, perlu dilakukan terkait masalah sosial yang mungkin timbul sebagai dampak persoalan ekonomi.

“Kita tidak ingin terjadi adalah masalah keamanan. Masalah ini akan terganggu apabila masalah sosial makin meningkat. Jadi mulai sekarang kita harus antisipasi, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan keamanan,” tegas Ariza.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ariza mengimbau beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh Gugus Tugas di sejumlah RW terdampak Covid-19 atau yang termasuk dalam wilayah pengendalian ketat (WPK). Pertama, gugus tugas melakukan patroli 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Patroli dapat dilakukan bekerja sama dengan arang taruna yang direkrut RT/RW.

Kedua, membentuk kader Covid-19 (satu rumah satu kader). Ketiga, memastikan akses keluar masuk wilayah selama pandemi dibuat menjadi satu pintu, serta dilakukan pemeriksaan protokol kesehatan terhadap warga yang akan melintas. Keempat, menyediakan tempat cuci tangan (wastafel) umum.

Kelima, memasang spanduk pada lokasi strategis agar masyarakat lebih meningkatkan kepedulian dalam rangka upaya pencegahan Covid-19. Keenam, melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga dengan risiko tinggi terpapar Covid-19. Ketujuh, melakukan pengawasan terhadap warga positif Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri.

Kedelapan, menyebarkan informasi 3M melalui alat informasi umum seperti speaker tempat ibadah. Kesembilan, membuat Whatsapp Group untuk kemudahan dalam melakukan koordinasi dan pengawasan, yaitu Grup RT yang beranggotakan kader di setiap rumah, serta Grup RW yang beranggotakan kader Satgas tingkat RT, dan seterusnya.

“Bapak/ibu semuanya, kita perlu terus menerima masukan dari bawah, isu apa yang terjadi dan apa saja yang perlu ditindaklanjuti. Koordinasi kerja sama yang baik dapat dilaksanakan dengan baik. Kami juga apresiasi kepada RW yang telah menjalankan protokol kesehatan. Semoga kita semua dapat melalui wabah ini dengan baik, dan insyaAllah kita yang akan pulih cepat secara ekonomi sesuai arahan Pak Gubernur,” pungkas Ariza.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DKI Catat Realisasi Investasi Tertinggi Nasional

DKI Jakarta mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional pada triwulan II 2020 (April-Juni), dengan total nilai investasi Rp 30,1 triliun.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Petugas Gulkarmat Tolong Pemuda Jarinya Terjepit Cincin

Eko bersama orang tuanya datang ke kantor Pemadam Kebakaran Sektor Cengkareng untuk meminta bantuan melepaskan cincin yang menjepit jari tangannya.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Pegawai Reaktif Covid-19, Lantai 7 Blok G Balai Kota DKI Ditutup Sementara

Lantai tujuh Blok G Gedung Balai Kota DKI Jakarta ditutup sementara karena terdapat sejumlah pegawai di lokasi tersebut dinyatakan reaktif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Satpol PP DKI Perluas Jangkauan Operasi Pelanggar Protokol Kesehatan

OK Prend akan berubah menjadi Operasi Tertib Masker (Tibmask) dengan tujuan agar dapat menjangkau permukiman.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Dua Kebakaran Landa Penjaringan Jakarta Utara Hari Ini

Dua kejadian kebakaran melanda wilayah Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Sabtu (8/8/2020) dini hari tadi.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Kepolisian Ungkap Penimbunan Tabung Gas Subsidi Pemerintah

Para pelaku menjual kembali gas yang sudah dikurangi volumenya kepada masyarakat.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Laboratorium PCR RSUD Kota Bogor Dapat Uji 200 Sampel Per Hari

RSUD Kota Bogor tinggal menunggu izin Pemerintah Jawa Barat (Jabar) untuk segera mengoperasikan Laboratorium PCR.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI Bakal Terkena Sanksi Progresif

Pergub 51/2020 bisa saja direvisi untuk mengatur lagi terkait sanksi progresif secara detail.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Imbas Klaster Perkantoran DKI, Depok Kembali Masuk Zona Merah

Kota Depok kembali termasuk zona merah Covid-19 dikarenakan imbas dari kasus klaster perkantoran di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020

Pabrik Plastik Terbakar, Api Diduga Berasal dari Gedung Penyimpan Thinner

Pabrik Interplex Perdana di kawasan industri Bogorindo terbakar. Api diduga berasal dari gedung yang menyimpan cairan "thinner".

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS