ETLE Tahap Akan 3 Dibangun, Pelanggar di Tol dan Jalur Transjakarta Dibidik
INDEX

BISNIS-27 434.406 (1.13)   |   COMPOSITE 4934.09 (10.52)   |   DBX 924.804 (3.31)   |   I-GRADE 130.838 (0.06)   |   IDX30 413.425 (0.53)   |   IDX80 108.094 (0.16)   |   IDXBUMN20 272.657 (-1.08)   |   IDXG30 115.379 (0.54)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-0.48)   |   IDXQ30 120.916 (0.27)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.24)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (0.92)   |   IDXV30 102.468 (0.36)   |   INFOBANK15 776.883 (1.39)   |   Investor33 360.093 (0.83)   |   ISSI 144.765 (0.4)   |   JII 523.909 (0.94)   |   JII70 177.568 (0.29)   |   KOMPAS100 966.07 (1.78)   |   LQ45 756.376 (1.43)   |   MBX 1366.8 (2.63)   |   MNC36 270.277 (0.39)   |   PEFINDO25 258.891 (0.48)   |   SMInfra18 233.321 (-0.03)   |   SRI-KEHATI 303.606 (0.27)   |  

ETLE Tahap Akan 3 Dibangun, Pelanggar di Tol dan Jalur Transjakarta Dibidik

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:35 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berencana membangun kamera pengawas atau CCTV sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) tahap ketiga, di jalan tol dan jalur Transjakarta.

"Rencana tahap 3 di jalan tol dan jalur busway," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Rabu (12/8/2020).

Menyoal apakah kamera ETLE akan digunakan untuk penegakan hukum di seluruh wilayah Polda Metro Jaya, yaitu Jakarta, Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Sambodo mengungkapkan, sementara ini baru untuk Jakarta.

"Kalau daerah lain sudah ada rencana pemasangan ETLE. Namun, tentu bergantung dari pemda masing-masing kota/kabupaten," ungkapnya.

Namun, Sambodo tidak mengatakan lokasi penempatan kamera tersebut dan berapa jumlahnya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya dan PT Transjakarta, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penerapan sistem ETLE, di jalur busway, di Jakarta, Senin (9/9/2019) lalu. Beberapa kamera telah diuji coba dan dioperasionalkan, di jalur busway kawasan Mampang.

Penggunaan ETLE dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan, kelancaran, dan ketertiban laju bus Transjakarta, serta lalu lintas secara umum. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan akurasi kapan bus Transjakarta datang atau tiba di shelter.

Semua kendaraan, kecuali bus Transjakarta atau atas diskresi kepolisian, yang masuk jalur busway akan ditilang, baik itu mobil atau pun sepeda motor. Kamera sistem ETLE akan terus menyala membidik pelanggar selama 24 jam.

Selain itu, Ditlantas Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga, juga pernah menyiapkan penerapan sistem ETLE, untuk menindak pelanggar lalu lintas di jalan tol, Oktober 2019 lalu.

Kamera yang digunakan memiliki beberapa fitur intelejen yang dapat menangkap pelanggaran over speed, mendeteksi kendaraan blacklist atau pelat nomor palsu, termasuk pelanggaran tidak pakai sabuk dan menggunakan handphone saat berkendara.

Sejarah
Diketahui, penggunaan kamera ETLE berbasis digital yang dipelopori Ditlantas Polda Metro Jaya, menjadi tonggak sejarah sistem penegakan hukum bidang lalu lintas di Tanah Air, khususnya wilayah Polda Metro Jaya.

Sistem ETLE sebagai salah satu inovasi atau terobosan revolusioner dalam mentransformasi penegakan hukum bidang lalu lintas dari pola konvensional menuju elektronik atau digital, pertama kali diinisiasi Kapolri Jenderal Idham Azis ketika masih menjabat Kapolda Metro Jaya, Oktober 2018 lalu.

Setelah digodok dengan matang, sistem ETLE pertama kali diluncurkan pada 1 November 2018, melalui pemasangan dua CCTV berteknologi ANPR, di traffic light Simpang Patung Kuda dan Sarinah.

Alat itu mampu mendeteksi sekaligus meng-capture pelat kendaraan bermotor yang melanggar marka jalan dan alat pengatur isyarat lalu lintas (APILL) secara otomatis, dan terkoneksi dengan data base yang ada di Regional Traffic Management Center (RTMC) di Ditlantas Polda Metro Jaya. RTMC ini merupakan pusat komando, kendali, komunikasi yang didukung sumber daya manusia yang handal.

Kemudian, babak baru pengembangan sistem ETLE terjadi dengan ditandai penambahan 10 kamera check point dan speed radar, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin sampai dengan Jalan Ketapang, 1 Juli 2019. CCTV dengan sistem check point bekerja secara otomatis yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman dan pengguna HP pada saat mengendarai kendaraan bermotor yang akan terkoneksi dengan data base.

Adapun CCTV speed radar, alat ini dilengkapi dengan sensor yang dikoneksikan dengan kamera check point. Sistem ini mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas secara real time bagi kendaraan yang melebihi batas 60 KM per jam. Total 12 kamera terpasang.

Ditlantas Polda Metro Jaya, terus melakukan pengembangan dengan menginstal 45 kamera baru yang dilengkapi dengan fitur-fitur penindakan sepeda motor, awal 2020. Berdasarkan catatan, 45 kamera sistem ETLE tambahan dipasang di delapan titik sepanjang Jalan Cempaka Putih hingga Halim, 11 titik di Jalan Rasuna Said-Jalan Prof. DR. Satrio, 18 titik di Kota Tua-Blok M, dan delapan titik ruas Jalan Grogol-Pancoran.

Ihwal bagaimana sistem ETLE bekerja? Pelanggar yang ter-capture kamera ETLE akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan itu.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Klarifikasi
Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subjek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Setelah surat konfirmasi diterima, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalu bank BRI. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama tujuh hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.

Sanksi hukuman terhadap pelanggaran ETLE antara lain diatur dalam Pasal 287 Juncto Pasal 106 ayat (4) huruf a dan Pasal 287 jo Pasal 106 ayat (4) huruf b UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait melanggar rambu-rambu dan marka, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Kemudian, melanggar APILL sesuai Pasal 287 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (4) huruf c, dipidana dengan pidana kurungan 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000; pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan Pasal 289 jo Pasal 106 ayat (6) dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000; melanggar menggunakan handphone Pasal 283 juncto Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wagub DKI: Tak Ada Zona Hitam di Jakarta

Menyelesaikan masalah harus dengan mengidentifikasi masalah.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Pengusaha Roti Asal Taiwan Dibunuh Selingkuhan di Cikarang

Tersangka SS sakit hati karena korban tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Solusi Pemprov DKI Cegah Kasus Covid-19 di Perkantoran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menekan kasus Covid-19 di klaster perkantoran.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

BPTJ Luncurkan JR Connexion Kemang Pratama-Gambir

BPTJ telah meresmikan uji coba layanan Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) dengan rute Perumahan Kemang Pratama Kota Bekasi-Stasiun Gambir.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Polisi Pastikan Pelaku Teror Penembakan di Tangsel Hanya 3 Orang

Polisi memastikan pelaku teror penembakan di wilayah hukum Tangerang Selatan, beberapa pekan terakhir, hanya berjumlah tiga orang.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Pemkab Tangerang Siapkan Rp 56 Miliar untuk Bayar Gaji Ke-13

Pemkab Tangerang telah menyiapkan dana sebesar Rp 56 miliar lebih untuk pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di wilayah tersebut.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Bertambah, 30 Pekerja Puskesmas di Kota Bogor Positif Covid-19

Pemkot Bogor menutup sementara 6 puskesmas yang dianggap beresiko atau kategori merah.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

ASN Positif Covid-19, Kemkumham Tutup Satu Gedung

Satu gedung Kemkumham di jalan Rasuna Said Kavling 6-7 ditutup setelah sejumlah ASN Ditjen Imigrasi terkonfirmasi positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

PSBB Transisi, DKI Bakal Terapkan Sanksi Progresif

DKI Jakarta kemungkinan akan memerpanjang kembali masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Interaksi Sosial di Luar Penyebab Perkantoran Jadi Kluster Covid-19

Saat ini tercatat sebanyak 495 orang di klaster perkantoran Jakarta positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS