Jakarta Kekurangan 1.963 Hidran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jakarta Kekurangan 1.963 Hidran

Selasa, 25 Agustus 2020 | 23:31 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta (Gulkarmat) Satriadi Gunawan mengatakan, hidran kota di Jakarta belum mencapai jumlah yang ideal untuk mengantisipasi kebakaran. Standarnya, tiap 200 meter, harus ada hidran.

"Kalau bicara standarisasi, harusnya jarak antara titik hidran 200 meter. Jumlah hidran kita saat ini 1.347 buah," ujar Satriadi saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Jakarta mempunyai luas 662.000 meter persegi. Berarti, Jakarta masih butuh 1.963 hidran lagi.

Namun, kata Satriadi, keberadaan hidran di Jakarta sangat tergantung pada penyedia air bersih seperti Aetra, Palyja dan PAM. Pasalnya, saluran hidran di Jakarta masih bergabung dengan saluran air bersih untuk masyarakat.

"Jadi, kita menempatkan titik-titik hidran itu, yang memang dilalui saluran hidran itu (yang mengikuti saluran air bersih untuk masyarakat). Beberapa lokasi kan pasti ada yang tidak terlewati atau tidak terjangkau Aetra, Palyja atau PAM. Kalau luar negeri, antara saluran air bersih masyarakat dengan saluran hidran kebakaran, beda salurannya. Kalau kita masih jadi satu," jelas dia.

Meskipun demikian, kata Satriadi, hidran bukanlah satu-satunya sarana Pemprov DKI dalam menangani kebakaran di Jakarta. Pihaknya memiliki sejumlah sarana dan cara alternatif dalam menanggulangi kebakaran.

"Ada alternatif lain, kita bisa memanfaatkan sumber-sumber air alam, seperti air di got, kali-kali, sungai dan danau, bukan hanya mengandalkan hidran kota. Kolam renang pun, kalau bisa kita gunakan, kita gunakan juga. Kan ada 13 sungai dengan kali atau got-got yang bisa kita manfaatkan," ungkapnya.

Selain memanfaatkan sumber air alam, lanjut dia, pihaknya terus mengadakan hidran mandiri khususnya untuk di daerah-daerah rawan kebakaran atau pemukiman padat. Saat ini, kata dia, Pemprov DKI telah menyediakan hidran mandiri di 18 titik dan akan terus diperbanyak ke depannya.

Komponen hidran mandiri ini antara lain, sumber air berasal dari tandon, seperti kolam penampungan air di bawah tanah, pompa air, kotak hidran, pipa bawah tanah, selang, pipa semprot atau nozzle.

"Nanti masyarakat ada yang bisa mengoperasinya. Jadi, kita beri sarana prasarananya, beri selangnya, pompa airnya, pipa semprotnya sehingga masyarakat mudah menggunakan hidran mandiri untuk memadamkan Kebakaran. Jadi, hidran mandiri menjadi pertolongan pertama," terang dia.

Kemudian Pemprov DKI juga terus membentuk sistem ketahanan kebakaran lingkungan (SKKL) di tingkat RW untuk mengantisipasi kebakaran dan melakukan sosialisasi agar masyarakat sadar bencana, khususnya kebakaran.

"Kita lagi giat-giatnya sosialisasi melalui pengeras suara di musala, untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya kebakaran. Jadi, upaya-upaya tersebut kita lakukan," tandas dia.

Sumber Daya
Lebih lanjut Satriadi mengatakan, pihaknya mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam mencegah, mengantisipasi, dan menanggulangi kebakaran. Dari aspek sumber daya manusia, menurut dia, sudah cukup memadai, meskipun ada sejumlah bagian yang masih kurang.

"Kalau personel, jumlahnya sebanyak 3.970 orang. Itu jumlah personel lapangan, baik PNS maupun PJLP. Ditambah lagi jumlah personel administrasi di perkantoran, sekitar 300 sampai 400 orang," jelas dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya mempunyai 129 pos pemadaman kebakaran, 29 kantor sektor dan 5 kantor Sudin. Yang masih kurang, tutur dia, adalah pos pemadam kebakaran karena sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, pos pemadam kebakaran wajib ada di tiap kelurahan.

"Sedangkan di DKI ada 267 kelurahan, kita hanya punya 129 pos pemadam. Tetapi kalau kita bangun pos pemadam kan berarti harus ada penambahan SDM dan sarana serta prasarannya. SDM-nya saja tidak main-main, kalau satu pos itu, bisa 4 sampai 6 orang," tutur dia.

Selain SDM, armada juga masih cukup memadai. DKI memiliki 312 unit mobil, 256 unit mobil pompa, 18 unit mobil tangga, 36 unit mobil pendukung dan 136 unit perahu karet untuk evakuasi banjir dan warga.

Pihaknya juga memiliki dua robot pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kebakaran di MRT dan LRT.

"Robot pemadam kebakaran ini juga bisa dipergunakan untuk masuk ke zona-zona yang berbahaya, karena dia kan menggunakan remote kontrol. Kalau itu membahayakan anggota, masuk ke zona-zona yang berpotensi ada ledakan, ada gas beracun, atau kilang minyak, robot itulah yang maju ke depan untuk melakukan pemadaman," pungkas Satriadi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wakapolri Minta Warga Depok Disiplin Kenakan Masker

Gatot berharap Kota Depok dapat segera keluar atau terbebas dari rantai penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Maju Pilwalkot Tangsel, Benyamin Davnie Cuti Sebagai Wakil Wali Kota

Benyamin Davnie, akhirnya menyatakan cuti usai dirinya dipastikan maju menjadi bakal calon dalam Pemilihan Wali Kota Tangsel (Pilwalkot Tangsel).

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Tangsel Sudah Tindak 3.050 Pelaku Pelanggaran PSBB

Penindakan tersebut dilakukan selama masa PSBB Tangerang Raya diberlakukan.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Apresiasi 52 Kabupaten/Kota Berubah dari Zonasi Sedang ke Rendah

Satgas Penanganan Covid-19 memberikan apresiasi kepada 52 kabupaten/kota yang telah berhasil keluar dari zona oranye menjadi zona kuning.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Pembangunan MRT di Jalan MH Thamrin, Dishub DKI Rekayasa Lalu Lintas

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas sehubungan dengan pekerjaan konstruksi MRT Fase 2 di Jalan MH Thamrin.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Pandemi Covid-19, DKI Siapkan Regulasi Pemanfaatan Ruang

Regulasi tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 terhadap pemanfaatan ruang.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Headway MRT Jakarta Diperpendek Jadi 10 Menit di Akhir Pekan

Sebelumnya, headway atau jarak keberangkatan antarkereta MRT Jakarta pada akhir pekan adalah 20 menit.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Terapkan Sanksi Denda Progresif, DKI Gunakan Aplikasi Jak APD

Pelaksanaan denda progresif akan dilakukan terpusat dengan menggunakan aplikasi Jak APD (Jakarta Awasi Peraturan Daerah).

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020

Keikutsertaan Siswa Pembelajaran Jarak Jauh Kota Bogor Hanya 50%

Untuk mengatasinya, guru memberikan tugas yang bisa dikerjakan siswa.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Ungkap Pelaku Penembakan Pengusaha Pelayaran, IPW Apresiasi Kapolda Metro dan Jajarannya

Tentunya tak mudah dalam waktu singkat bisa berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan berencana yang berjumlah 12 orang.

MEGAPOLITAN | 25 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS