Pemkot Tangerang Belum Terapkan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pemkot Tangerang Belum Terapkan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Senin, 21 September 2020 | 10:10 WIB
Oleh : Chairul Fikri / BW

Tangerang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang belum menerapkan denda bagi pelanggar protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Padahal, Pemkot Tangsel sudah mempunyai aturan, yaitu Peraturan Wali Kota Tangerang No 70/2020 dan No 78/2020.

"Sejauh ini kita belum menerapkan itu (sanksi denda). Karena ini kan masih dalam taraf sosialisasi penegakan protokoler kesehatan. Sejauh ini, bagi mereka yang terjaring, masih kita berikan teguran dan sanksi sosial. Kalau sanksi denda (uang) belum kita berlakukan, menunggu kebijakan dari pemerintah," ungkap Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Hendra Fitriyana, Senin (21/9/2020).

Agus menyebutkan, penerapan denda juga akan diatur mekanismenya, sehingga tidak ada pelanggar yang membayar denda kepada petugas yang berpotensi menjadi pelanggaran.

"Mekanismenya akan ditawarkan dua opsi, mau sanksi sosial atau sanksi denda. Kalau sanksi denda maka akan ada form khusus yang diisi petugas, dan pelanggar akan membayarnya langsung ke bank yang ditunjuk pemerintah. Uang sanksi denda akan dimasukkan ke kas daerah. Jadi kalau masalah penerapannya mulai kapan, nanti kita informasikan lagi, tetapi sejauh ini belum (penerapan sanksi denda)," lanjutnya.

Untuk wilayah Kota Tangerang Selatan, para pelanggar protokoler kesehatan yang terjaring dalam operasi yustisi sudah dikenakan sanksi denda. Para pelanggar yang tidak mengenakan masker didenda Rp 50.000.

"Sudah sejak Kamis pecan lalu kita sanksi. Ini untuk membangun kesadaran masyarakat saat PSBB. Kita tidak bermaksud mengumpulkan pendapatan asli daerah dari sanksi ini, tetapi kita capai adalah disiplin masyarakat. Makanya besarannya hanya Rp 50.000, harapannya bisa membangun kesadaran masyarakat," tutur Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

Sejak beberapa hari berjalannya operasi yustisi di wilayah hukum Polres Tangsel, sudah ada 719 sanksi teguran maupun sanksi sosial. Dari hasil operasi penegakan protokoler kesehatan tersebut, telah didapatkan Rp 1,1 juta dari para pelanggar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasien dengan Penyakit Bawaan Masuk Tower 5 Wisma Atlet, Kok Bisa?

Kejanggalan screening puskesmas ketika pasien hendak memasuki ruang isolasi.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Sebagian Gedung Kemsos di Salemba Terbakar

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.55 WIB

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Penanganan Covid-19, Kebijakan Jakarta Harus Didukung

Selama hampir tujuh bulan pandemi Covid-19, episentrum Indonesia ada di wilayah Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

6 Hari Operasi Yustisi, 17.385 Pelanggar Protokol Kesehatan Dijerat Sanksi Sosial

Sejumlah perkantoran dan rumah makan ditutup karena melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Dua Bulan di Bogor, Bandar Sabu Asal Aceh Ditangkap Polisi

Satnarkoba Polres Bogor mengamankan dua bandar narkoba dengan barang bukti sabu hampir 500 gram. Dua pengedar asal Aceh itu baru dua bulan di menetap Bogor.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Depok Akan Tambah Ruang ICU di RSUD

Pemkot Depok berkomitmen untuk terus mengendalikan penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Eksekutor Kasus Mutilasi Ternyata Telah Berkeluarga

Eksekutor mutilasi yakni tersangka Djumadil Al Fajri alias DAF (26) ternyata telah berkeluarga, namun diduga berselingkuh dan berpacaran dengan tersangka Laeli.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Pemprov DKI Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Meski Sejumlah Kantor Ditutup

Pemprov DKI Jakarta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan meskipun sejumlah kantor pemerintahan DKI Jakarta ditutup karena Covid-19.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Beli Sabu-sabu, WNA Pencari Suaka Ditangkap

Tersangka pencari suaka WNA asal Iran mengaku berprofesi dokter dan tinggal di salah satu unit Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

"Si Jago Merah" Lahap Enam Rumah di Kota Depok

Sebanyak 10 mobil Pemadam Kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api di lokasi ini.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS