Luhut Minta Pengetatan Protokol Kesehatan di Bodetabek untuk Tekan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Luhut Minta Pengetatan Protokol Kesehatan di Bodetabek untuk Tekan Covid-19

Jumat, 25 September 2020 | 11:14 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta ada pengetatan protokol kesehatan di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodebek). Pasalnya, di wilayah itu terus mengalami kenaikan kasus positif Covid.19.

Dalam rapat koordinasi (rakor) untuk antisipasi perkembangan kasus Covid-19 di Jabodetabek secara virtual, Kamis (24/9/2020) disebutkan, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta pada periode 12-23 September 2020 menunjukkan tren pelambatan.

Namun, di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang merupakan wilayah penyangga DKI Jakarta, masih menunjukkan kenaikan selama seminggu terakhir.

"Aktivitas warga DKI Jakarta yang karena PSBB (pembatasan sosial berskala besar), kemudian pergi ke restoran atau kafe di wilayah Bodetabek. Artinya perlu pengetatan protokol kesehatan di sana untuk pengendalian Covid-19," kata juru bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Setelah 10 hari mengawal perkembangan penularan virus Covid-19, Jodi mengatakan, Menko Luhut ingin agar ada sinkronisasi kebijakan di seluruh Jabodetabek untuk mengendalikan penyebaran virus.

"Pertama, Pak Menko meminta ada pembatasan orang dalam suatu tempat. Ia mengimbau TNI, Polri, dan Satpol PP untuk senantiasa mengawasi kegiatan masyarakat terutama bila ada kerumunan," jelas Jodi.

Sejauh ini, pemerintah telah mengawasi aktivitas masyarakat di banyak tempat, terutama di pasar tradisional. Namun, menurut Jodi, Luhut mengarahkan agar TNI, Polri, dan Pol PP untuk memperhatikan pula klaster di perkantoran (termasuk kementerian/lembaga), perusahaan swasta, dan pemerintah daerah.

"Jangan sampai ada yang membuat klaster baru," kata Jodi.

Jodi mengungkapkan, Menko juga meminta Kementerian Kesehatan untuk menyediakan fasilitas tes bagi anggota Satpol PP yang menjalankan operasi penegakan disiplin kesehatan.

Selain itu, Menko juga meminta Satgas Covid-19 untuk segera menyediakan fasilitas isolasi bagi anggota Satpol PP, TNI, dan Polri yang bergejala ringan dan tanpa gejala (OTG).

Dalam rakor tersebut, terungkap bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tren tingkat kasus harian cenderung stabil. Dari 30 Agustus hingga 11 September, peningkatan kasus aktif di Jakarta adalah 49 persen. Namun, dari 12 September hingga 23 September, peningkatan kasus aktif turun menjadi 12 persen.

"Penularan masih meningkat, tetapi melambat," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam rakor virtual tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, secara umum penanganan kasus Covid-19 di daerahnya makin membaik. Tren positif itu berdasarkan penanganan sejak 14 September sampai dengan 20 September 2020.

"Dari 27 kabupaten/kota, hanya ada tiga daerah masuk dalam zona merah, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kota Cirebon. Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, di Jabar (tingkat kematian) 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen dan ini sudah membaik secara umum," tambahnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Syarat Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Bisa Isolasi Mandiri di Rumah

Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti mengatakan bahwa pihaknya masih mengizinkan pasien OTG Covid-19 isolasi mandiri di rumah, jika punya tempat tinggal memadai.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Ombudsman: Evaluasi Sistem Keamanan di Lapas Tangerang

Dia melihat kondisi pelayanan publik yang ada sudah cukup baik.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Klinik Aborsi Ilegal Buang Janin di Septic Tank

Penyidik mengamankan 10 tersangka, salah satunya pasien.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Baznas BAZIS DKI Salurkan Bantuan untuk 10.210 Anak Yatim dan Kaum Duafa

Voucer belanja tersebut hanya dapat dibelanjakan di warung-warung sekitar rumah penerima santunan.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Pengusaha Restoran dan Kafe di Mal Bisa PHK 200.000 Karyawan

APPBI meminta pembebasan sementara pajak, seperti pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN), serta subsidi gaji pegawai sebesar 50%.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Dishub DKI Akan Tegur Pengemudi Ojol Berkerumun

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberikan teguran kepada ojek online ataupun sopir taksi online yang berkerumun saat sedang menunggu penumpang.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

33 Orang Penghuni Panti Asuhan Tangerang Terpapar Covid-19

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah langsung bergerak cepat dengan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan tersebut, Kamis (24/9/2020).

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Stadion Patriot Jadi Ruang Isolasi, Pelayanan Tes Cepat Pindah Ruang

Setelah menerima pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan dan OTG, di Stadion Patriot Candrabhaga, ruangan kerja Pemkot Bekasi pun diubah.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

DKI Akan Tambah 26 RS Swasta Rujukan Covid-19

Penambahan rumah sakit swasta sebagai rujukan pasien Covid-19 sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus yang dilaporkan setiap hari.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Tanpa PSBB, Jumlah Kasus Positif di Jakarta Bisa 2.000 Per Hari

Tanpa PSBB, kasus aktif diprediksi mencapai 20.000 pada awal November 2020.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS