Pria Korsel Tewas di Apartemen
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-0.44)   |   COMPOSITE 5144.05 (-6.63)   |   DBX 982.653 (-1.48)   |   I-GRADE 141.194 (-0.14)   |   IDX30 430.883 (-0.52)   |   IDX80 114.327 (-0.26)   |   IDXBUMN20 295.098 (-0.94)   |   IDXG30 119.385 (-0.37)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-0.27)   |   IDXQ30 125.574 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.67)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.34)   |   IDXV30 107.621 (-0.77)   |   INFOBANK15 842.759 (0.53)   |   Investor33 376.322 (-0.4)   |   ISSI 151.265 (-0.7)   |   JII 550.5 (-3.39)   |   JII70 187.95 (-1)   |   KOMPAS100 1026.39 (-1.44)   |   LQ45 794.213 (-1.23)   |   MBX 1420.94 (-1.79)   |   MNC36 281.737 (-0.13)   |   PEFINDO25 284.937 (-2.15)   |   SMInfra18 242.709 (-1.36)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-0.31)   |  

Pria Korsel Tewas di Apartemen

Kamis, 1 Oktober 2020 | 11:12 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian masih menyelidiki tewasnya seorang laki-laki warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) bernama Yok Seok Lim di apartemennya di Kebayoran Baru. Hal itu dikatakan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Jimmy Christian, Kamis (1/10/2020).

Jimmy mengatakan, tim dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru masih menelusuri penyebab kematian WNA itu.

"Dugaan sementara bunuh diri, tetapi kita masih melakukan pendalaman dengan melakukan visum dan sebagainya untuk mencari tahu kemungkinan lain," kata Jimmy.

Korban diperkirakan berusia 35 tahun, ditemukan tewas di dalam apartemennya di Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Korban diketahui sudah tinggal lama di Indonesia dan bekerja sebagai karyawan swasta serta memiliki sebuah perusahaan di Jakarta.

Polisi menerima laporan peristiwa itu dari rekan-rekan korban dan petugas keamanan apartemen pada Rabu sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut Jimmy, saat petugas tiba di lokasi, tubuh korban sudah terbaring dengan leher masih terikat tali. "Waktu anggota datang, posisi korban sudah diturunkan," kata Jimmy.

Dari hasil pemeriksaan awal keterangan saksi dari teman-teman korban, tubuh korban pertama kali ditemukan tergantung di kamar mandi di dalam apartemennya yang terkunci dari dalam.

Tubuh korban ditemukan tergantung terikat seuntas tali di dalam kamar mandi, dengan kondisi masih berpakaian lengkap.

Penemuan korban berawal dari kecurigaan teman-temannya yang sejak pagi kesulitan untuk menghubungi korban.

"Biasanya, korban kalau dihubungi atau di WA pasti dibalas, tetapi sehari kemarin korban tidak bisa dihubungi hingga teman-temannya khawatir dan mengecek ke kediamannya," kata Jimmy.

Saat dicek ke apartemennya dan dipanggil-panggil dari luar, korban tidak menjawab panggilan teman-temannya, sementara pintu apartemenya terkunci dari dalam.

Teman-teman korban yang berjumlah tiga orang terdiri atas warga negara Indonesia dan WNA Korsel menghubungi petugas apartemen dan keamanan setempat. Lalu pintu kamar apartemen didobrak.

"Saat itu posisi korban ditemukan sudah tergantung di kamar mandi, kemudian teman-teman bersama satpam memutuskan talinya, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Hasil identifikasi juga begitu, korban terjerat tali dan pintu apartemen terkunci dari dalam," kata Jimmy.

Polisi masih menelusuri penyebab kematian korban. Petugas juga telah menghubungi Kedutaan Besar Korsel untuk berkoordinasi menghubungi keluarga korban.

Selama di Indonesia, korban tinggal seorang diri di apartemennya di kawasan Kebayoran Baru.

Polisi telah mengevakuasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk divisum guna penyelidikan lebih lanjut.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tersangka Vandalisme Musala Juga Beraksi di Masjid

Aksi vandalisme di rumah ibadah yang dilakukan tersangka S tidak ada kaitannya dengan kasus lain yang terjadi di wilayah Tangerang.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Luhut Minta Layanan Makan di Tempat di Jabodetabek sampai Pukul 18.00 WIB

Menko Luhut meminta layanan makan di tempat di Jabodetabek sampai pukul 18.00 WIB berlaku mulai 2-16 Oktober.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Bawaslu Depok Keluarkan Imbauan Pemasangan Iklan Kampanye

Waktu penayangan iklan kampanye di media massa telah ditentukan, yakni dimulai pada tanggal 22 November 2020 hingga 5 Desember 2020 mendatang.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Pemprov DKI: Raperda Penanggulangan Covid-19 Tetap Utamakan Sanksi Administrasi

Sansi pidana dalam Raperds penanggulangan Covid juga diatur dalam Raperda tersebut, namun tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Tersangka Dokter Aborsi Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan

Tersangka dr. Sarsanto W Sarsono alias SWS dimakamkan dengan protokol kesehatan karena diduga terpapar Covid-19.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Depok Fokus Penambahan Tempat Tidur dan Ruang ICU di RSUD

Gugus Tugas Depok menyebut untuk ketersediaan tempat tidur Rumah Sakit untuk pasien Covid-19 Depok saja belum cukup.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Perusak Musala di Tangerang, Polisi: Emosi Dilarang Orang Tua

Satrio Katon Nugroho mengatakan bahwa aksinya itu sebagai kebenaran berdasarkan pemahamannya dari Youtube.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Anies: Penanganan Banjir Tetap dengan Protokol Covid-19

Anies Baswedan menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta akan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Lucinta Luna Divonis Hukuman Penjara 1,5 Tahun

Vonis hukuman 1,5 tahun dan denda Rp 10 juta ini masih lebih ringan dari dakwaan yang disampaikan JPU.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

PSBB di Bodebek Diperpanjang hingga 27 Oktober

Gubernur Ridwan Kamil memperpanjang pemberlakuan PSBB secara Proposional diwilayah Bodebek dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 hingga 27 Oktober 2020.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS