Banyak Media, Wartawan Abal-abal pun Menjamur
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Banyak Media, Wartawan Abal-abal pun Menjamur

Jumat, 23 Maret 2018 | 15:26 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok- Seiring pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) pascareformasi, jumlah media massa menjadi bermunculan. Tercatat berdasarkan data Dewan Pers tahun 2018, terdapat 2.000 media cetak, 43.300 media siber, 674 media radio, dan 523 media televisi.

Dari data tersebut, media cetak yang telah terverifikasi hanya sebanyak 321 media. Adapun media siber yang telah terverifikasi sejumlah 168. Hal ini memicu muncul banyak media baru dan banyak pengusaha atau kelompok politik yang membuat media.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan, media abal-abal ini tidak berbadan hukum, tidak memiliki alamat redaksi yang jelas, tidak menyebutkan nama penanggung jawab, terbit temporer (kadang terbit kadang tidak), bahasanya tidak menggunakan standar baku jurnalistik, menggunakan nama yang terkesan menakutkan misalnya KPK, BNN, ICW, Tipikor, Buser. Isi dari media tersebut banyak yang melanggar kode etik.

"Kami menemukan ada media cetak namanya KPK. Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi tapi Koran Pemberita Korupsi. Mereka ini punya cabang sampai ke daerah daerah. Mereka menakut-nakuti para kepala desa, kepala sekolah. Dengan tuduhan selalu tentang anggaran. Misalnya penyimpangan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), anggaran dana desa. Kami tangani. Jelas ini pelanggaran. Tidak boleh menggunakan nama nama lembaga. Apalagi ternyata kantor redaksinya itu adalah warung kelontong," papar Yosep dalam Diskusi Publik Ancaman Terhadap Kebebasan Pers di Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/3).

Terlebih, saat ini memasuki Tahun Politik di mana sejumlah daerah mengadakan Pilkada serentak. Menjelang Pilkada ini kerap bermunculan media palsu yang melakukan kampanye hitam kepada pasangan calon dengan mengatasnamakan kebebasan pers.

Yosep Adi melanjutkan, media abal-abal ini juga melahirkan wartawan abal-abal di mana mereka berpenampilan sok jago yang tak memahami etika jurnalistik, mengaku anggota organisasi wartawan meski tak jelas organisasi apa yang dimaksud, mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tendensius dan kerap kali mengancam atau memeras narasumber.

"Wartawan abal-abal ini ada lho yang dulunya adalah kernet bis, tukang tambal ban karena sekarang sangat mudah jadi wartawan tinggal membuat kartu identitas maka jadilah wartawan. Mereka juga kerap kali mengandalkan kartu identitas ini untuk selamat dari tilang ketika berhadapan dengan aparat kepolisian," tutur pria yang akrab disapa Stanley ini.

Mengatasi hal ini, Dewan Pers telah berupaya memperbaiki kualitas dan kompetensi wartawan dengan pengawasan pelaksanaan kode etik jurnalistik, membuat uji kompetensi, menegur media tersebut, membuat sejumlah pedoman peliputan.

"Ada uji kompetensi dan sertifikasi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) punya ujian itu. Kami juga menyelenggarakan. Saat ini jumlah wartawan yang bersertifikasi terus bertambah. Data detailnya bisa dilihat di situs Dewan Pers," tutur Stanley.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hindari Masalah Hukum, Inasgoc Minta Dikawal TP4 Kejaksaan

Inasgoc memperoleh anggaran hampir Rp 6,6 triliun yang bersumber dari APBN dan sponsor.

NASIONAL | 23 Maret 2018

Moeldoko: Pemimpin TNI 15 Tahun Mendatang Berasal dari Seskoad

Para siswa Seskoad harus mengenal model-model kepemimpinan dan menemukan model kepemimpinan yang paling efektif.

NASIONAL | 23 Maret 2018

Indonesia Peringkat Kedua Penderita Tuberkulosis Terbanyak

Berdasarkan laporan WHO, di tahun 2017 diperkirakan ada 1.020.000 kasus TB di Indonesia,

NASIONAL | 23 Maret 2018

Genpi Bangga Punya Platform Baru

Penggiat media sosial itu bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.

NASIONAL | 23 Maret 2018

Proses Hukum Pelaku Kekerasan terhadap Pers Tak Pernah Tuntas

Dewan Pers turut berperan serta menyelesaikan kasus kasus pemberitaan yang bermasalah dengan melakukan mediasi dan ajudikasi.

NASIONAL | 23 Maret 2018

Ulama Banyak Jadi Korban, Kabareskrim: Kita Fokus ke Pelaku

Polri akan mencegah tindak pidana di masing-masing wilayah.

NASIONAL | 23 Maret 2018

PBB Puji Aksi Nyata Jokowi Kelola Lahan Gambut

Direktur eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP), Erik Solheim, memuji langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam upaya pemulihan ekosistem gambut.

NASIONAL | 23 Maret 2018


Bos Menara Agung Pustaka Didakwa Suap Bupati HST

Suap terjadi dalam proyek pekerjaan pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP dan Super VIP RSUD H Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

NASIONAL | 23 Maret 2018

Perubahan Perilaku Masyarakat Tentukan Keberhasilan Pengurangan Sampah Plastik

Masyarakat sering abai meski tahu bahwa sampah harus dikelola.

NASIONAL | 23 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS