Ahli: Waspadai Bahaya Resistensi Antimikroba
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ahli: Waspadai Bahaya Resistensi Antimikroba

Kamis, 29 November 2018 | 12:42 WIB
Oleh : BW

Jakarta- Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Wiku Adisasmito mengingatkan bahaya resistensi antimikroba di masyarakat karena akan berdampak pada durasi perawatan dan biaya pengobatan.

Menurut Wiku, pengobatan menjadi kurang efektif karena resistensi antimikroba berdampak pada durasi perawatan dan penggunaan obat yang lebih mahal, serta tentunya pada biaya yang dikeluarkan.

"Dalam level yang lebih luas dari individu, adanya resistensi antimikroba di masyarakat juga menjadi beban pembiayaan kesehatan bagi pemerintah," katanya, Kamis (29/11).

Wiku yang juga penerima penghargaan Academic Leader Award 2018 dari Kemristekdikti beberapa waktu lalu menegaskan, tidak hanya tenaga kesehatan yang perlu mengedukasi pasien dan keluarganya mengenai dosis dan lama waktu penggunaan obat antimikroba, tetapi juga industri obat maupun pemerintah selaku pembuat kebijakan.

Konsep One Health dinilai paling tepat untuk menyelesaikan masalah resistensi antimikroba pada manusia, hewan, dan lingkungan.

Pendekatan One Health merupakan pendekatan multisektor yang melibatkan berbagai profesi dan institusi kesehatan untuk berkolaborasi secara lokal, nasional, dan global dalam mencapai kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit akibat interaksi hewan, manusia, dan lingkungan.

“Jika dari bidang peternakan dapat menekan penggunaan antibiotik pada hewan, dari bidang kesehatan masyarakat juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, bidang kedokteran dan farmasi juga mampu melakukan pengobatan secara efektif, maka laju resistensi bisa kita kendalikan. Ini kan konsep One Health . Semua sektor bekerja sama, termasuk pemerintah dan industri," kata Wiku yang juga selaku Koordinator Indonesia One Health University Network (Indohun).

Kerugian yang ditimbulkan oleh resistensi antimikroba mengacu pada dampak peristiwa yang tidak seharusnya terjadi jika resistensi tidak ada. Berbagai penelitian mengungkapkan, adanya resistensi mikroba membuat waktu pengobatan infeksi menjadi lebih lama.

Mengutip hasil sebuah studi, seseorang yang terinfeksi bakteri S.aureus resisten memiliki risiko kematian hampir dua kali lipat.

Pada penelitian lainnya, pasien yang terinfeksi bakteri K.pneumoniae resisten menjalani masa rawat inap lebih lama 18 hari dibandingkan dengan pasien yang terinfeksi bakteri yang tidak resisten, sedangkan untuk bakteri P.aeruginosa resisten menyebabkan durasi rawat inap pasien lebih lama 14 hari.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Syamsul Ma'arif pada puncak perayaan World Antibiotics Awareness Week pada 18 November 2018 lalu mengatakan, resistensi antibiotik itu peristiwa alami, hanya saja bagaimana caranya agar laju resistensi tersebut bisa kita kendalikan.

Penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan obat antimikroba meningkatkan jumlah dan jenis organisme yang resisten. Hal tersebut berdampak pada semakin banyaknya penyakit infeksi yang menyebar, ditambah lagi dengan perkembangan perdagangan dan perjalanan lintas benua yang semakin mudah dilakukan, mikroogranisme resisten dapat menyebar ke berbagai bagian di dunia.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

KNKT: Lion Air JT043 dan JT610 Laik Terbang

Kondisi yang menyebabkan kelaikudaraan (airworthiness) berakhir apabila saat terbang pesawat mengalami gangguan.

NASIONAL | 29 November 2018

Pemprov Sulteng Relokasi 7 SMK Terdampak Bencana Terparah

Sekolah yang bangunannya rusak parah, kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di tenda-tenda sekolah darurat.

NASIONAL | 29 November 2018

Jokowi: Korpri Pengikat Persatuan dalam Keberagaman

ASN sepatutnya berpikir terbuka, senantiasa melakukan inovasi dan menyederhanakan proses kerja.

NASIONAL | 29 November 2018

Hotman Sarankan Keluarga Korban Lion Air Tetap Lakukan Gugatan

Seluruh keluarga korban penumpang Lion diharapkan bersatu dan kompak dalam menggugat pihak Lion Air serta Boeing.

NASIONAL | 29 November 2018

Kemdikbud Gandeng Inovasi untuk Permudah Belajar Siswa

Selama ini, siswa disuguhkan materi pembelajaran dengan teks book atau tulisan

NASIONAL | 29 November 2018

Panglima Minta TNI AD Jaga‎ Netralitas dalam Pemilu 2019

Sertijab dilakukan dari Jenderal Mulyono kepada Jenderal Andika Perkasa.

NASIONAL | 29 November 2018

Menteri Nasir Sebut Masalah Ijazah Palsu Telah Tuntas

Kabar ijazah palsu yang kembali muncul merupakan isu lama yang sengaja diangkat kembali.

NASIONAL | 29 November 2018

In Memoriam, Zulkifli Nurdin Gubernur yang Getol Membangun

Gubernur Jambi pertama dari kalangan pengusaha.

NASIONAL | 29 November 2018

Agus Sebut Korupsi Sektor Swasta Jadi Fokus Revisi UU Tipikor

Korupsi di sektor swasta belum tersentuh.

NASIONAL | 29 November 2018

Anjlok Sejak 5 Bulan Lalu, Ekspor Kelapa Belum Berdampak

Ekspor dalam bentuk dessicated coconut (DC), coconut crude oil (CCO), turunan CCO, dan kelapa bulat.

NASIONAL | 29 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS