Seusai Pemilu, Masyarakat Harus Perkuat Kerukunan, Persaudaraan, dan Perdamaian
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Seusai Pemilu, Masyarakat Harus Perkuat Kerukunan, Persaudaraan, dan Perdamaian

Jumat, 19 April 2019 | 23:04 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Masyarakat Indonesia begitu antusias memilih presiden dan legislatif pada Rabu (17/4/2019).

Hal ini menunjukkan bahwa kematangan demokrasi bangsa ini makin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, sebelum pemilu, masyarakat dibuat tegang dan bahkan terpecah karena perbedaan pilihan. Berita bohong (hoax), ujaran kebencian, saling menjelek-jelekkan satu sama lain banyak bermunculan, baik di media sosial maupun di dunia nyata.

Padahal, Pemilu ini sejatinya adalah sistem demokrasi yang dilaksanakan berdasarkan nilai dan falsafah Pancasila. Pemilu bukan untuk memecah belah persaudaraan, tempat menabur caci maki, apalagi menabur kebencian antarsesama.

Dengan telah berakhirnya pemilu tersebut, guru besar Fakultas Ilmu Tabiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dede Rosyada meminta masyarakat bisa menjaga kerukunan dan perdamaian di negeri ini.

“Karena itulah hakikatnya demokrasi Pancasila, yakni demokrasi yang memiliki nilai-nilai luhur kejujuran, yang bukan semata-mata mengantarkan kemenangan,” ujar Dede Rosyada, di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Lebih lanjut Dede menjelaskan, masyarakat sejatinya melihat ajang pemilu itu sebagai sebuah proses demokrasi untuk memperkuat legitimasi bangsa ini. Bukan memanfaatkan Pemilu untuk mendahulukan kepentingan seseorang atau sekelompok orang yang dapat memecah persatuan, tetapi harus lebih mengutamakan kepentingan bangsa.

“Biarkan mereka yang mendapat dukungan masyarakat memimpin bangsa ini, karena itu adalah mandat untuk membawa perubahan dalam rangka kemajuan bangsa. Setidaknya dalam aspek ekonomi, perdagangan, pemajuan sains dan teknologi yang akan membantu memperkaya barang-barang komoditas yang bisa dijual ke pasar global,” ujar mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Tak hanya itu, menurutnya masyarakat juga harus bisa bahwa melihat pesta demokrasi ini adalah upaya untuk membangun bangsa demi memperkuat dan merawat persaudaraan sesuai demokrasi Pancasila. Hal itu karena Indonesia adalah negara demokrasi yang dilakukan serempak demokrasi dalam politik dan ekonomi.

“Dan demokrasi dalam bidang politik ini diwujudkan dalam bentuk partisipasi dalam pemilihan umum lima tahunan untuk memilih Presiden dan wakil Presdien, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten atau Kota,” ujar Dede dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Kini, rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air akan mengalahkan egoisme kepentingan politik masing-masing. Akan tetapi, bagi para pekerja partai dan para pekerja politik, emosi kemenangan dan kekalahan mereka bisa mengalahkan rasionalitasnya sendiri.

“Untuk itu, kita patut mengimbau agar mereka semuanya bisa kokoh dalam persaudaraan kebangsaan, jaga keutuhan bangsa, dan perkuat kesatuan demia masa depan bangsa Indonesia,” kata Dede.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Terjun Langsung, Menteri Susi Hentikan 7 Kapal Berbendera Tiongkok

KRI Usman Harun melakukan peran pengejaran terhadap ketujuh kapal tersebut.

NASIONAL | 19 April 2019

Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai Kebakaran

Secara umum kebakaran ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara.

NASIONAL | 19 April 2019

Usai Pemilu, Serangan Siber Masih Mengancam

Ancaman serangan siber berpotensi merusak hasil pemilu.

NASIONAL | 19 April 2019

Pascapemilu, Polri Ancam Tindak Penyebar Info Meresahkan

Mabes Polri menegaskan tidak akan menonelir penyebar dan pembuat berita hoax.

NASIONAL | 19 April 2019

Deteksi Intelijen Paskah, Polri: Tak Ada Potensi Ancaman

Sampai saat ini pengamanan seperti biasa

NASIONAL | 19 April 2019

Ibadah Jumat Agung di Bengkulu Berlangsung Khidmat

Umat Kristiani mulai anak-anak, dewasa dan orangtua sejak pukul 07.00 WIB mendatangi gereja.

NASIONAL | 19 April 2019

Organisasi Habib se-Indonesia: Persatuan Lebih Penting Dibanding Hasil Pemilu

Habib Zen mengajak umat untuk tidak terlebih dahulu menarik kesimpulan sebelum segala tahapan di KPU berakhir.

NASIONAL | 19 April 2019

Bawaslu DIY Kaji Usulan Pemungutan Suara Susulan

Selama proses Pemilu, Bawaslu menemukan sejumlah kasus.

NASIONAL | 19 April 2019

Guguran Lava Merapi Meluncur ke Kali Gendol

Guguran lava pijar itu terpantau berdasarkan pengamatan mulai pukul 00:00 sampai 06:00 WIB dengan jarak luncur 900 meter.

NASIONAL | 19 April 2019

Menang Hitung Cepat, Korni Ucapkan Selamat kepada Jokowi- Ma’ruf Amin

Korni mengucapkan selamat untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dalam hitung cepat.

NASIONAL | 19 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS