Masyarakat Harus Terus Diingatkan untuk Cegah Radikalisme
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Masyarakat Harus Terus Diingatkan untuk Cegah Radikalisme

Minggu, 20 Oktober 2019 | 00:05 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Intelijen dan Terorisme Wawan Hari Purwanto mengatakan, masyarakat harus terus diingatkan agar memiliki kepekaan untuk bisa mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap tumbuhnya radikalisme.

"Karena teroris itu kan berbaur di tengah masyarakat, jadi sikap kritis perlu ditumbuhkan agar masyarakat tidak menelan mentah informasi perlu tabayun dulu. Karena sikap taklid tanpa cek ulang bisa membuat mereka percaya membabi buta. Ini yang harus diluruskan dengan dialog dan kajian serta komunikasi antara pejabat atau tokoh serta ulama dengan masyarakat agar terhindar terjadinya miskomunikasi," ujar Wawan di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Pria yang juga pendiri sekaligus peneliti di Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) ini mengatakan, pemerintah tentunya juga perlu terus melakukan komunikasi dengan masyarakat dengan memperbanyak program terkait deradikalisasi dan lainnya untuk membangun kesadaran publik akan bahayanya radikalisme dan terorisme tersebut.

"Pemerintah harus dekat dengan rakyat, termasuk pemerintah daerah. Harus ada program kerja yang menyentuh kekosongan, baik kekosongan isi kepala, isi hati dan isi perut secara linier dapat diupayakan secara simultan. Jangan sampai mereka beranggapan bahwa mereka didekati hanya saat diperlukan saja," tuturnya.

Ia berpendapat, selama ini masyarakat bersikap acuh tak acuh dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. Hal itu karena belum terkena dampak dari aksi terorisme tersebut secara langsung. Sehingga, perlu ada upaya untuk membangun kesadaran masyarakat.

"Jika mereka terkena langsung biasanya lantas baru tersadar akan perlunya deteksi dini dan cegah dini. Kita perlu berikan pemahaman secara berkelanjutan dan kita ajak bicara terus agar mereka punya rasa simpati, empati dan partisipasi dalam penanggulangan terorisme," kata Wawan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bupati Tabanan Raih Penghargaan Sang Pemimpin

Program Kampung Investasi Hati (Kata Hati) merupakan bantuan berupa panti sosial yang diberi nama Panti Sosial Werdha Shanti.

NASIONAL | 18 Oktober 2019

Festival Gili Trawangan Bantu Pemulihan Pariwisata Lombok

Festival ini juga dimeriahkan dengan perlombaan Triathlon sebagai acara puncak dari Festival yang digelar sejak 19-23 Oktober 2019 ini.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Kemristekdikti Batasi Kuota Mahasiswa Keguruan

Kebutuhan guru setiap tahun hanya 90.000, sedangkan LPTK menerima mahasiswa baru melebihi 300.000 mahasiswa.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Malaysia Pulangkan 54 TKI Bermasalah Melalui Dumai

WNI yang dideportasi Pemerintah Malaysia ini terjerat berbagai kasus, diantaranya bekerja tanpa dokumen keimigrasian.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Teknologi Pengaruhi Cara Belajar Generasi Z

Kelas Pintar menyediakan ratusan guru yang dedicated dan terstandarisasi untuk menjawab pertanyaan siswa.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Gelar Rembuk Hukum Nasional, KNPI Fasilitasi Ide Soal UU KPK dan RKUHP

Dewan Pimpinan Pusat (DPP KNPI) menggelar Rembuk Hukum Nasional terkait Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Rancangan KUHP

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Polisi Amankan Dua Terduga Teroris di Deli Serdang

Polisi mengamankan dua pria berinisial RI (43) warga Desa Tanjung Morawa dan RK (30) warga Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Diskusi BEM Unsrat, Perppu KPK Bukan Solusi Utama

Perppu bukan solusi utama dalam penyelesaian polemik Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Veronica Tan: Pendidikan Karakter Penting untuk Memperkuat Karakter Bangsa

Pendidikan karakter anak dan remaja itu sangat penting, karena merekalah generasi penerus yang dapat diharapkan mengubah bangsa.

NASIONAL | 19 Oktober 2019

Ini Motif Kelompok Oknum Dosen IPB Siapkan Bom Rakitan

Para tersangka telah merencanakan dan berbagi peran terkait kegiatan membuat kerusuhan dengan bom rakitan itu.

NASIONAL | 19 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS