Gus Yaqut: Tugas Ansor Sekarang Jadi Ringan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Gus Yaqut: Tugas Ansor Sekarang Jadi Ringan

Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:22 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Penyusunan kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin selesai sudah, setelah dilakukan pelantikan wakil menteri. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberi apresiasi atas kabinet Jokowi tersebut.

Baca juga:Radikalisme Dinilai Masih Jadi Ancaman Nyata di Indonesia

“Presiden Jokowi saya lihat serius untuk mengatasi berkembangnya radikalisme atau merebaknya ideologi radikal. Ini terlihat dengan ditugaskannya secara khusus Menkopolhukam, Menhan, Mendagri, dan Menag untuk ikut menangani masalah radikalisme di masyarakat, khususnya di lingkup kementerian masing-masing,” kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Jumat (25/10/2019).

Gus Yaqut mengapresiasi pemerintah yang terlihat serius menangani masalah radikalisme yang kondisinya sudah sangat mencemaskan. Hal ini memang sudah semestinya dilakukan pemerintah.

Baca juga:Tugas Khusus Menteri Agama dari Radikalisme, Ekonomi Umat, hingga Industri Halal

“Tugas Ansor jadi ringan sekarang, karena pemerintah akan serius menangani masalah radikalisme. Selama ini Ansor dan Banser ikut terjun menghadapi kelompok radikali dan intoleran karena merasa negara tidak serius hadir. Karena negara sudah memastikan menangani serius masalah ini, maka tugas kami kini menjadi ringan. Sekarang waktu kami banyak untuk melakukan penguatan internal, melakukan konsolidasi, memperkuat kaderisasi, dan melakukan upaya-upaya kemandirian organisasi,” ujar Gus Yaqut.

Merespons hal itu, kata Gus Yaqut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) yang akan dihadiri pimpinan GP Ansor seluruh Indonesia. Rakornas diadakan sebagai langkah konsolidasi, penguatan kaderisasi, dan kemandirian organisasi.

Baca juga:Ketua PBNU: Radikalisme Sudah Masuk Fase Darurat

“Saya meminta kini saatnya kembali melakukan konsolidasi, kaderisasi, dan mempercepat kemandirian organisasi. Terkait kemandirian organisasi, misalnya, saya mendorong semua kader Ansor di seluruh Indonesia untuk melakukan berbagai usaha pengembangan ekonomi kader. Pengembangan ekonomi kader ini sesuai dengan visi misi Ansor terkait kemandirian organisasi,” ujar Yaqut dalam keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, NU memiliki tiga pilar, yaitu Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Nasional), Taswirul Afkar (artikulasi pemikiran), dan Nahdlatul Tujjar (kebangkitan saudagar/ekonomi). Terkait dengan Nahdlatul Wathan, kata dia, tanpa harus bicara NKRI Harga Mati, di dalam dada dan kesadaran hal itu sudah ada di seluruh kader. Sedangkan untuk Taswirul Afkar, lanjutnya, keluarga besar NU sudah banyak melahirkan pemikir atau cendikiawan.

Baca juga:Berantas Radikalisme hingga ke Akarnya

“Nah, sayangnya, pilar ketiga yakni Nahdlatul Tujjar yang masih belum digarap serius. NU masih minim pengusaha. Inilah yang tengah serius digarap Ansor. Kita masih berusaha melahirkan pengusaha-pengusaha yang asli dari NU, dalam konteks ini yang lahir dari Ansor,” katanya.

Sebab itulah pihaknya mendorong kader Ansor di seluruh Indonesia mengembangkan diri, berkarya dalam menciptakan peluang-peluang usaha, mencetak pengusaha. Caranya, jelas Gus Yaqut, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader Ansor melalui pengembangan program ekonomi.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penunjukan Trenggono Sebagai Wamenhan Diapresiasi

Dengan pengalamannya Trenggono dapat mengakselerasi penguatan industri pertahanan.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

KNKT Beberkan Investigasi Final Kecelakaan Lion Air PK-LQP

Salah satu investigasi KNKT adalah tidak adanya petunjuk serta pelatihan bagi pilot terkait maneuvering characteristics augmentation system di Boeing 737 MAX 8.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Ekonom Dukung Jokowi Pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu

Ekonom Dradjad H Wobowo mengkritik Menkeu Sri Mulyani Indrawatiyang menyatakan Dirjen Pajak tak akan dipisah dari Kementerian Keuangan dalam waktu dekat.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Radikalisme Dinilai Masih Jadi Ancaman Nyata di Indonesia

Saat ini, ada sekitar 39 persen mahasiswa dan pelajar yang sudah terpapar radikalisme.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Guntur Ditutup

Jalur wisata pendakian Gunung Guntur di Garut ditutup akibat kebakaran hutan.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Polri Bekuk Pelaku Pemeras Modus Bajak Email

BBA (21) melakukan tindak pidana pemerasan dengan cara menyandera data korban atau yang dikenal sebagai ransomware.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Pelaku Perdagangan Orang Diduga Kerja Sama dengan Penyalur di Irak

DS (25) yang merekrut korban diduga bekerja sama dengan istri sirinya yang bertindak sebagai penyalur di Irak.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Wamenhan Fokus Kembangkan Industri Pertahanan

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan dirinya akan berfokus kepada pengembangan industri pertahanan Indonesia.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Idham Azis Dinilai Mampu Atasi Persoalan Intoleransi hingga Terorisme

Kabareskrim Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri dinilai mampu mengatasi persoalan keamanan negara.

NASIONAL | 25 Oktober 2019

Hilang 10 Tahun di Riyadh, TKW Berhasil Ditemukan

Korban selama bekerja tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi sehingga selama 10 tahun tidak bisa menghubungi keluarganya di Sukabumi.

NASIONAL | 25 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS