Romo Benny: Jadikan Pancasila Acuan Cara Berpikir Melawan Intoleransi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Romo Benny: Jadikan Pancasila Acuan Cara Berpikir Melawan Intoleransi

Jumat, 15 November 2019 | 22:07 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo Pr mengharapkan Pancasila dijadikan acuan cara berpikir masyarakat Indonesia untuk melawan intoleransi.

“Jadi, kita harus mengembalikan kembali Pancasila sebagai alat, sebagai ideologi bangsa. Pancasila itu harus menjadi acuan dari cara berpikir, bertindak, bernalar, berelasi semua anak-anak bangsa itu agar tidak terjadi yang namanya intoleransi,” ujar Romo Benny, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2019).

Setelah Orde Baru berakhir, bangsa ini telah merayakan kembali kebebasan berekspresi melalui reformasi. Namun kebebasan yang terjadi justru dimaknai berlebihan oleh sebagian orang.

"Kebebasan berekspresi sejatinya juga menghargai hak dasar orang lain, sedangkan kebebasan yang berlebihan saat ini justru melahirkan intoleransi yang tidak bisa menerima perbedaan itu," kata Romo Benny.

Untuk itu, katanya, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia tentunya bisa dijadikan sebagai acuan dan senjata ampuh bagi masyarakat Indonesia untuk melawan intoleransi itu.

Dengan memagang teguh pada Pancasila itulah, Benny meminta seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu melawan dan menolak adanya intoleransi yang terjadi di sekitar kita.

Intoleransi kalau dibiarkan berkembang di masyarakat justru dapat menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masyarakat harus berani menolak penyebaran kebencian yang menyebarkan bibit-bibit permusuhan, yang bisa merusak persatuan bangsa. Biasanya intoleransi itu muncul dari ujaran kebencian. Kalau itu terjadi masyarakat harus melaporkan hal itu kepada pihak berwajib ketika konten-kontennya berisi ujaran kebencian tersebut muncul. Jangan didiamkan,” tutur pria kelahiran Malang 10 Oktober 1968 tersebut.

Lebih lanjut, Benny mengungkapkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila itu dapat menjadi acuan hidup sehari-hari di masyarakat, dan ini sangat penting untuk menghindarkan bangsa ini dari intoleransi.

“Harus ada pendidikan nilai-nilai Pancasila, baik di dalam pendidikan nilai-nilai sekolah, nilai keluarga, nilai masyarakat. Karena sejatinya itu adalah tradisi yang telah lama ada di masyarakat indonesia, seperti saling respek, kemudian gotong royong serta guyub rukun bersaudara. Jadikan itu sebagai acuan hidup di masyarakat,” jelas Romo Benny.

Oleh karena itu, menurut Benny, perlu peran serta pemerintah dan pejabat terkait untuk memberikan contoh keteladanan kepada masyarakat dalam menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.

“Pejabat publik harus menyerukan bahwa kita ini adalah bangsa yang sejak awal terdiri dari ribuan etnis, suku dan agama serta agama-agama lokal juga. Maka kemudian perlu contoh keteladanan, misalnya kalau kepala daerah mempraktikkannya, maka kepala daerah harus konsisten menjalankan Pancasila itu, dan itu harus dilakukan terus menerus sebagai contoh,” kata anggota Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Selain itu pria yang juga rohaniawan ini juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak boleh ragu-ragu dalam menghadapi intoleransi.

Karena hal ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat yang merasa terancam dari adanya ujaran kebencian itu.

Ia memberikan contoh intoleransi itu tentang ancaman yang berkaitan dengan kebebasan masyarakat untuk berkeyakinan dan beragama.

“Jadi, ketika ada orang yang melakukan ancaman, intimidasi dan dengan sengaja melarang kebebasan beragama orang lain, polisi harus bertindak karena sudah mengganggu ketertiban umum. Pancasila menjamin setiap orang untuk mengekspresikan keagamaannya, dan negara menjamin setiap orang untuk memeluk agama masing-masing dan itu harus itu dihormati,” kata alumni Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang tahun 1996 ini.

Benny juga mengatakan bahwa perlunya sosialisasi dari pemerintah terkait peraturan-peraturan yang ada, sehingga bisa meminimalisir terjadinya gesekan di masyarakat.

“Misalnya PBM (Peraturan Bersama Menteri) tentang peraturan pendirian rumah ibadat. Itu jelas bahwa yang namanya pendirian rumah ibadat keluarga itu tidak perlu izin. Seperti kasus di Bantul itu (kasus penolakan pendirian gereja) tidak perlu terjadi karena itu ibadat keluarga, bukan ibadat permanen. Yang izin itu ibadat permanen seperti pendirian masjid, gereja, pura dan sebagainya. Namun, kalau orang kebaktian di rumah, itu tidak perlu izin,” tegasnya.

Hal tersebut menurutnya juga tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 29 tentang hak-hak kewarganegaraan untuk bebas beragama.

Masih banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai hal tersebut sehingga perlu adanya sosialisasi kembali.

“Harus ada sosialisasi karena itu hak setiap orang untuk berdoa, selamatan, memperingati hari ulang tahun, kematian. Misalnya di Muslim ada kebiasaan tahlilan, Kristen punya kebiasaan misa keluarga. Itu tidak ada masalah. Itu hak yang dijamin oleh UUD 1945, yaitu pasal 29 itu,” ujarnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

MK: Pers Berperan Bangun Public Trust kepada MK

MK memberikan “Media Award’s 2019” bagi media dan jurnalis .

NASIONAL | 16 November 2019

Cantiknya La Lembah Manah, Cucu Jokowi

La Lembah Manah lahir dengan berat badan 2,92 kilogram dan panjang 46,5 sentimeter.

NASIONAL | 16 November 2019

Anak Bupati Majalengka Ditahan

Polisi sudah memiliki bukti yang cukup atas kasus ini.

NASIONAL | 16 November 2019

Ini Pengakuan Orangtua 3 Teman Pelaku Bom Bunuh Diri

Pengakuan orangtua tiga teman pelaku bom bunuh diri

NASIONAL | 16 November 2019

Kasus PTLU 2, KPK Usut Sumber Uang Suap GM HDEC ke Eks Bupati Cirebon

Penetapan Herry Jung sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap dan TPPU yang menjerat Sunjaya

NASIONAL | 16 November 2019

Usut Suap GM HDEC, KPK Bakal Koordinasi dengan Otoritas Korsel

Tim penyidik fokus mendalami peristiwa suap sebesar Rp 6,04 miliar yang diduga diberikan Herry Jung.

NASIONAL | 16 November 2019

Pasca Gempa, Pasokan Listrik di Maluku Utara dan Sulut Normal

Pasokan listrik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara berangsur kembali normal pasca gempa bermagnitudo 7,4.

NASIONAL | 16 November 2019

Menag Minta Guru PPKn Tidak Hanya Berpatok pada Modul

Guru PPKn harus terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dengan mengedepankan pada critical thinking.

NASIONAL | 16 November 2019

Bom Medan, Polisi Tetapkan Sembilan Tersangka

Jumlah tersangka kemungkinan akan bertambah karena Polda Sumut bekerja sama dengan Densus 88.

NASIONAL | 16 November 2019

Maluku Alami 150 Kali Gempa Susulan

BMKG hingga Jumat (15/11/2019) mencatatkan 150 gempa susulan di Laut Maluku setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah Maluku Utara.

NASIONAL | 16 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS